Todd Blanche Pastikan Pemerintah AS Hapus Rencana Dana

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keputusan akhir di Capitol Hill. Jaksa Agung Sementara Todd Blanche resmi membatalkan proyek dana kompensasi kontroversial senilai USD 1,8 miliar akibat gelombang penolakan keras Kongres. Dok: Istimewa.

Keputusan akhir di Capitol Hill. Jaksa Agung Sementara Todd Blanche resmi membatalkan proyek dana kompensasi kontroversial senilai USD 1,8 miliar akibat gelombang penolakan keras Kongres. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat akhirnya membatalkan rencana pembentukan dana kompensasi kontroversial senilai USD 1,8 miliar. Hal ini terjadi setelah kebijakan tersebut menghadapi perlawanan politik yang sangat hebat dari berbagai faksi di Kongres.

Jaksa Agung Sementara Todd Blanche menyampaikan keputusan pembatalan permanen tersebut pada hari Selasa. Secara spesifik, ia menegaskan sikap pemerintah dalam rapat dengar pendapat anggaran bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS.

“Kami tidak akan melanjutkan program dana kompensasi tersebut,” ujar Blanche secara langsung menjawab pertanyaan anggota dewan. Dengan demikian, pernyataan ini mengakhiri spekulasi mengenai kelanjutan proyek yang sempat menjadi prioritas Gedung Putih tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tekanan Politik dan Penolakan Keras Kongres

Keputusan ini menandai perubahan sikap yang sangat drastis bagi pemerintahan Donald Trump. Padahal, kementerian terkait sebelumnya bersikeras menyebut dana tersebut sangat penting untuk membantu korban penyalahgunaan wewenang hukum.

Baca Juga :  Letjen Susan Coyle Jadi Kepala Angkatan Darat Perempuan Pertama Australia

Namun, para senator dari Partai Republik justru melayangkan protes keras dan mengancam akan memblokir anggaran imigrasi. Sebagai contoh, mereka menolak mengesahkan rancangan undang-undang pendanaan untuk badan keamanan ICE dan Patroli Perbatasan. Akibatnya, perpecahan internal ini memaksa pemerintah untuk segera mengalah demi mengamankan anggaran keamanan nasional.

Kekhawatiran Payout untuk Perusuh Capitol

Rencana dana kompensasi ini awalnya lahir dari kesepakatan damai gugatan pajak antara Trump dan Departemen Kehakiman. Meskipun demikian, program ini langsung memicu kemarahan publik yang luar biasa setelah pengumuman resminya.

Para kritikus mengkhawatirkan para perusuh penyerangan Gedung Capitol pada 6 Januari 2021 akan menerima santunan tersebut. Sebab, Blanche sebelumnya menolak mengecualikan kelompok perusuh tersebut dari daftar calon penerima bantuan finansial. Oleh karena itu, publik mengecam keras dan menuduh program tersebut sebagai dana taktis politik ilegal.

Baca Juga :  Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Meskipun membatalkan dana tersebut, pemerintah tetap mempertahankan kesepakatan pembebasan audit pajak untuk keluarga besar Donald Trump. Sebab, kesepakatan dengan IRS tersebut tetap berlaku sah secara hukum.

Sidang Tertutup yang Memanas

Senator Republikan asal Texas, Ted Cruz, menyinggung adanya ketegangan hebat dalam pertemuan tertutup sebelumnya bersama Blanche. Menurutnya, para senator secara terbuka memarahi sang jaksa agung akibat buruknya strategi komunikasi publik terkait dana tersebut.

“Pertemuan tersebut berjalan sangat kasar dan penuh dengan kemarahan,” ungkap Cruz dalam siaran podcast pribadinya. Meskipun begitu, Blanche kabarnya sempat menegaskan bahwa ia tidak akan pernah memberikan sepeser pun uang kepada penyerang polisi.

Di sisi lain, hakim federal di Virginia dan Florida juga telah mengeluarkan putusan hukum untuk membekukan program tersebut. Pada akhirnya, rentetan hambatan hukum dan politik ini memaksa Blanche untuk menutup buku proyek kontroversial ini secara permanen.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terbaru

Tim penyelamat Nepal gencar mencari korban banjir bandang usai dua pekerja PLTA ditemukan hidup, sementara korban tewas kedua negara tembus 1.325 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 Sep 2026 - 18:27 WIB

PM Yunani Kyriakos Mitsotakis janjikan pemangkasan pajak dan kenaikan gaji jelang pemilu, di tengah protes buruh atas biaya hidup tinggi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 Sep 2026 - 17:25 WIB