Limbah Sawit Menjadi Pupuk Organik dan Energi Biomassa

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pilar kepatuhan ekologi pabrik sawit. Pentingnya mengurus izin Amdal dan dokumen IPLC guna menghindari sanksi penutupan paksa operasional pabrik. Dok: Istimewa.

Pilar kepatuhan ekologi pabrik sawit. Pentingnya mengurus izin Amdal dan dokumen IPLC guna menghindari sanksi penutupan paksa operasional pabrik. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Indonesia terus mempercepat transisi menuju sistem operasional ramah lingkungan tanpa limbah. Sebab, tata kelola limbah berkelanjutan menjadi syarat mutlak untuk meningkatkan daya saing industri sawit di kancah global. Oleh karena itu, pengelola pabrik harus mengubah seluruh sisa hasil produksi menjadi produk sampingan bernilai guna tinggi.

Pemanfaatan Janjang Kosong: Pupuk Organik Kaya Nutrisi Alami

Proses pemisahan buah di stasiun penebahan menghasilkan limbah padat berupa janjangan kosong dalam jumlah melimpah. Sementara itu, janjangan kosong tersebut sebenarnya menyimpan kandungan unsur hara alami yang sangat kaya, khususnya kalium. Oleh sebab itu, pekerja segera mengangkut jankos kembali ke area kebun sebagai mulsa organik pelindung tanah.

Baca Juga :  Jepang Izinkan Pemerintah Daerah Larang Bisnis Minpaku

Secara teknis, tebaran jankos di sekeliling piringan pohon kelapa sawit efektif menjaga kelembapan tanah dari penguapan ekstrem. Akibatnya, akar tanaman sawit dapat menyerap nutrisi dengan lebih optimal di tengah cuaca panas. Dengan begitu, metode alami ini terbukti mampu memangkas kebutuhan penggunaan pupuk kimia tambahan hingga puluhan persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengolahan Limbah Cair POME: Menangkap Metana Demi Langit Bersih

Selain limbah padat, proses pengolahan minyak kelapa sawit juga menghasilkan air limbah cair (Palm Oil Mill Effluent atau POME). Sebab, pembersihan minyak kasar di stasiun klarifikasi membutuhkan air dalam kapasitas yang sangat besar. Oleh karena itu, operator mengalirkan limbah cair tersebut secara terpusat menuju kolam anaerobik tertutup (anaerobic lagoon).

Selanjutnya, bakteri anaerobik bekerja aktif menguraikan senyawa organik di dalam kolam hingga menghasilkan gas metana alami. Namun, gas metana merupakan salah satu gas rumah kaca berbahaya yang dapat memicu pemanasan global jika lepas bebas. Dengan demikian, pengelola pabrik memasang sistem penangkap biogas khusus guna menyalurkan metana tersebut sebagai sumber energi listrik.

Baca Juga :  Anak PAUD di Solo Alami Luka di Alat Vital Akibat Gunting, Begini Penjelasan Disdik

Pembangkitan Energi Mandiri: Membakar Cangkang Dan Serat Buah

Sisa ampas pemerasan buah sawit di stasiun kempa menyisakan bahan kering berupa serat buah (fiber) dan cangkang keras. Oleh karena itu, tim teknis mengirim sisa bahan padat tersebut langsung menuju area tungku pembakaran ketel uap (boiler). Di tempat ini, cangkang dan serat buah sawit berfungsi sebagai bahan bakar biomassa alami berkalori tinggi.

Akibatnya, pembakaran boiler menghasilkan uap bertekanan sangat tinggi untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik utama pabrik. Dengan begitu, pabrik kelapa sawit berhasil mengamankan pasokan listrik mandiri untuk menjalankan seluruh mesin produksi tanpa ketergantungan luar. Pada akhirnya, penerapan konsep hijau ini sukses menciptakan efisiensi operasional tanpa menyisakan limbah berbahaya bagi ekosistem sekitar.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:55 WIB

Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Berita Terbaru