KYOTO, POSNEWS.CO.ID – Kepolisian Jepang bersama kelompok relawan terus mencari seorang mahasiswa asal Amerika Serikat yang hilang di Kyoto. Sebab, pemuda tersebut telah menghilang tanpa kabar selama satu pekan terakhir.
Rekaman Kamera Pengawas dan Jejak Terakhir
James “Weston” Higginbotham tiba di Jepang bersama keluarganya pada tanggal 25 Mei kemarin untuk menikmati liburan bersama. Namun, pemuda berumur 20 tahun tersebut memilih untuk memisahkan diri saat keluarganya mengunjungi kuil pada 29 Mei.
Selanjutnya, kamera pengawas merekam pergerakan Weston meninggalkan hotel sendiri sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Setelah itu, ia menaiki kereta di Stasiun Kyoto menuju wilayah Yamashina yang berjarak cukup dekat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa kamera keamanan jalanan sempat menangkap sosok Weston yang sedang berjalan kaki sekitar pukul 20.00 malam. Saat itu, ia mengenakan kaus abu-abu bertuliskan “Save the bees”, celana cokelat, serta membawa tas selempang. Dengan demikian, jejak terakhir Weston mengarah ke jalur pendakian menuju kawasan hutan pegunungan di sebelah timur Kyoto.
Keanehan Ponsel dan Persiapan Logistik
Keluarga korban mendeteksi adanya keanehan pada data aplikasi pelacak lokasi Life360 milik Weston malam itu. Sebab, Weston tiba-tiba mematikan fitur berbagi lokasi pada pukul 20.29 secara sengaja.
Padahal, sang ibu menjelaskan bahwa Weston tidak pernah mematikan fitur tersebut dalam situasi perjalanan apa pun. Selain itu, riwayat lokasi menunjukkan Weston sempat mengunjungi toko perlengkapan rumah sebelum mematikan ponselnya.
Oleh sebab itu, Nancy selaku ibu korban menduga putranya sengaja membeli peralatan tambahan untuk menjelajahi hutan secara mendadak. Hingga saat ini, Weston juga belum menggunakan kartu kreditnya dan hanya memegang uang tunai sekitar 10.000 yen.
Optimisme Keluarga di Tengah Badai
Nancy tetap mempertahankan optimisme tinggi bahwa putra sulungnya tersebut dapat segera kembali dengan selamat. Sebab, Weston merupakan seorang pendaki yang sangat berpengalaman dan terbiasa menjelajahi alam liar secara mandiri.
Sebagai contoh, Weston sebelumnya pernah melakukan pendakian solo di berbagai jalur pegunungan terjal di wilayah Eropa. Meskipun begitu, cuaca ekstrem akibat badai besar awal pekan ini membuat kondisi pencarian menjadi jauh lebih berbahaya.
Di sisi lain, kepolisian Kyoto segera mengerahkan unit anjing pelacak dan helikopter untuk menyisir area pegunungan timur. Pada akhirnya, berbagai kelompok sukarelawan masyarakat Jepang juga turut turun langsung membantu proses penyisiran di lapangan.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












