IAEA Desak Iran Buka Kembali Akses Inspeksi Pasca-Pengeboman

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Eskalasi mengerikan di Timur Tengah. Amerika Serikat meluncurkan rentetan serangan udara baru ke wilayah Iran sementara Presiden Donald Trump mengancam akan menghancurkan negara tersebut secara total jika menolak draf damai. Dok: VCG.

Eskalasi mengerikan di Timur Tengah. Amerika Serikat meluncurkan rentetan serangan udara baru ke wilayah Iran sementara Presiden Donald Trump mengancam akan menghancurkan negara tersebut secara total jika menolak draf damai. Dok: VCG.

WINA, POSNEWS.CO.ID – Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mendesak Iran untuk segera bekerja sama kembali. Sebab, IAEA ingin melanjutkan inspeksi pada berbagai situs nuklir yang hancur akibat serangan militer tahun lalu.

Hingga saat ini, pemerintah Iran belum memberikan informasi resmi mengenai kondisi situs nuklir tersebut. Sementara itu, tim pengawas menduga sebagian besar cadangan uranium berkadar tinggi masih tersimpan dengan aman. Bahan berbahaya tersebut memiliki tingkat pemurnian hingga mencapai 60 persen. Akibatnya, para ahli mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan bahan itu untuk pembuatan senjata nuklir.

Baca Juga :  Pemerintahan Trump Kembali Ajukan Banding ke MA

Draf Resolusi Keras dari AS dan Sekutu Eropa

Merespons situasi tersebut, Amerika Serikat bersama Inggris, Prancis, dan Jerman mengajukan draf resolusi baru. Draf ini mendesak Tehran untuk memberikan informasi lengkap tanpa adanya penundaan. Selain itu, Iran wajib memberikan akses penuh bagi para inspektur IAEA di lapangan. Meskipun demikian, langkah tegas ini berisiko mempersulit jalannya negosiasi damai antara Washington dan Tehran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penolakan Iran dan Sikap Optimis Donald Trump

Pihak delegasi Iran di PBB menolak keras draf resolusi tersebut melalui pernyataan resminya. Mereka menilai draf tersebut sebagai bentuk tekanan politik yang tidak adil dari negara Barat. Oleh karena itu, Iran memperingatkan bahwa pemaksaan hanya akan merusak peluang solusi diplomasi.

Baca Juga :  Independensi Bank Sentral: Benteng Teknis atau Keputusan Politis?

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump tetap optimis mengenai kelanjutan kesepakatan damai. Ia meyakini konflik terbaru antara Israel dan Iran tidak akan mengganggu proses negosiasi. Pada akhirnya, dunia kini menanti keputusan akhir dari sidang dewan gubernur IAEA pekan ini.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati
Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali
Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan
Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Berita Terbaru