Ancaman Pembunuhan Terhadap Anggota Kongres AS

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Dampak pelonggaran aturan media sosial. Ancaman kekerasan dan pembunuhan terhadap anggota Kongres Amerika Serikat melonjak setelah Meta mencabut kebijakan moderasi konten. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Dampak pelonggaran aturan media sosial. Ancaman kekerasan dan pembunuhan terhadap anggota Kongres Amerika Serikat melonjak setelah Meta mencabut kebijakan moderasi konten. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Ancaman kekerasan terhadap para anggota parlemen Amerika Serikat di Facebook melonjak sangat tajam. Sebab, raksasa teknologi Meta sengaja melonggarkan aturan pengawasan konten mereka sejak tahun lalu.

Akibatnya, para pengguna radikal kini semakin berani mengirimkan ancaman pembunuhan hingga pelecehan seksual secara terbuka. Lembaga nirlaba Center for Countering Digital Hate (CCDH) merilis laporan mengejutkan ini pada hari Selasa.

Temuan Mengejutkan tentang Lonjakan Ancaman

Lembaga CCDH menganalisis hampir delapan juta komentar yang menyasar 100 anggota Kongres Amerika Serikat. Peneliti membandingkan data selama enam bulan sebelum dan sesudah pelonggaran aturan keamanan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, hasil analisis menunjukkan ancaman pembunuhan terhadap para politisi melonjak hingga empat kali lipat. Selain itu, aksi pelecehan juga meningkat hingga lebih dari dua kali lipat di platform tersebut.

CCDH bahkan menemukan banyak komentar yang menghasut kekerasan fisik secara langsung terhadap Presiden Donald Trump. Sebagai contoh, seorang pengguna menulis pesan yang menganjurkan penembakan kepala Trump secara keji.

Baca Juga :  Gelombang Populisme: Ketika Emosi Mengalahkan Logika di Kotak Suara

Sikap Keras CCDH dan Bantahan dari Pihak Meta

Direktur Eksekutif CCDH, Imran Ahmed, menilai Meta sengaja membiarkan penyebaran konten kebencian tersebut. Oleh karena itu, ia menganggap perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg ini ikut mendukung aksi intimidasi terhadap pejabat negara.

“Ketika platform membiarkan ancaman berkembang, mereka membantu menormalisasi kekerasan terhadap pejabat terpilih,” tegas Ahmed.

Sebaliknya, juru bicara Meta membantah keras seluruh tuduhan buruk di dalam laporan tersebut. Ia mengeklaim prevalensi ujaran kebencian di Facebook tidak mengalami kenaikan sepanjang tahun lalu.

Meta juga enggan memberikan tanggapan mendetail mengenai metodologi penelitian CCDH secara langsung. Sebab, pihak peneliti tidak memberikan salinan draf laporan tersebut sebelum rilis resmi ke publik.

Nyawa Politisi Terancam di Dunia Nyata

Namun, situasi di lapangan justru membuktikan adanya peningkatan nyata ancaman fisik terhadap para politisi. Sebagai contoh, seorang penyerang menembak mati legislator Minnesota Melissa Hortman beserta suaminya tahun lalu.

Baca Juga :  AS Terima 5.000 Pengungsi Afrikaner Kulit Putih di Tahun 2026

Sebuah insiden penembakan juga mengacaukan acara makan malam jurnalis Gedung Putih pada April kemarin. Pertunjukan kekerasan ini memaksa petugas keamanan mengawal evakuasi darurat bagi Presiden Donald Trump.

Senator Republik asal Utah, John Curtis, menyuarakan keprihatinan mendalam atas lonjakan konten kasar tersebut. Oleh sebab itu, ia mendesak perusahaan media sosial untuk segera memulihkan sistem keamanan demi melindungi keselamatan publik.

Motif Politik di Balik Pelonggaran Moderasi

Pelonggaran aturan ini terjadi setelah Meta menghentikan kerja sama dengan lembaga pemeriksa fakta independen. Meta kini menyerahkan tugas verifikasi informasi kepada para pengguna biasa melalui fitur Catatan Komunitas.

Dengan demikian, para pengamat menilai langkah Meta bertujuan untuk meredam kritik dari kubu konservatif. Sebab, para pendukung Donald Trump sering menuduh media sosial melakukan sensor sepihak terhadap opini mereka.

Meta juga mencabut pembatasan pidato terkait isu sensitif seperti identitas gender dan orientasi seksual. Pada akhirnya, keputusan kontroversial ini memicu kekhawatiran besar mengenai potensi meluasnya informasi bohong secara global.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang
Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi
Donald Trump Desak Rusia Akhiri Perang Pasca-Pertemuan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:01 WIB

Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America

Berita Terbaru

Penderitaan di bawah kuasa geng. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengunjungi Haiti guna menyaksikan langsung krisis kemanusiaan dan pengungsian massal akibat dominasi geng Viv Ansanm. Dok: (AP Photo/Danica Coto)

INTERNASIONAL

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:48 WIB

Ketegangan di perairan internasional. Sebuah kapal fregat militer Rusia melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pesiar berbendera Inggris di Selat Inggris. Dok: (AP Photo, File)

INTERNASIONAL

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Jun 2026 - 13:31 WIB

Hubungan sekutu yang retak. Presiden Donald Trump mengecam keras Benjamin Netanyahu karena rencana pengeboman Beirut mengancam kelangsungan rencana damai dengan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Jun 2026 - 12:21 WIB

Sisi jenaka diplomasi global. Rekaman mikrofon bocor menangkap obrolan santai para pemimpin G7 mengenai kebiasaan merokok, sepak bola, hingga teka-teki Greenland. Dok: (Christian Hartmann/Pool Photo via AP)

INTERNASIONAL

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Rabu, 17 Jun 2026 - 11:12 WIB