Reaksi Keras Tehran: Iran Gempur Pangkalan Militer AS

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

TEHRAN, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Iran mengecam keras aksi agresi militer Amerika Serikat ke wilayah selatan mereka pada Rabu pagi. Sebab, serangan udara brutal tersebut melanggar kedaulatan wilayah dan kedaulatan negara secara nyata.

Aksi Balasan Militer dan Hak Bela Diri

Pasukan militer Amerika Serikat meluncurkan serangan udara menyusul jatuhnya helikopter Apache pada Senin malam kemarin. Namun, Iran menganggap gempuran tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) langsung membalas tindakan agresif tersebut secara cepat pada hari yang sama. Akibatnya, unit militer IRGC meluncurkan rentetan rudal balistik dan pesawat tanpa awak ke pangkalan sekutu AS.

Serangan balasan taktis tersebut menghantam pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, dan Yordania secara beruntun. Dengan demikian, Iran menggunakan hak membela diri secara sah untuk melindungi kedaulatan wilayah mereka.

Peringatan Keras bagi Sekutu Regional

Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) mengeklaim serangan udara mereka murni bertujuan untuk melindungi diri secara proporsional. Selain itu, CENTCOM menuduh militer Iran terus mengganggu kelancaran pelayaran kapal dagang internasional di Selat Hormuz.

Sebaliknya, pemerintah Iran memperingatkan negara-negara tetangga di kawasan Teluk untuk tidak membantu agresi Amerika Serikat. Sebab, membiarkan fasilitas militer lokal menjadi pangkalan penyerangan akan memicu aksi balasan yang setimpal dari Tehran.

Baca Juga :  Takaichi: Pintu Dialog Tak Pernah Tertutup

“Kami akan membalas setiap tindakan permusuhan secara tegas dan tanpa ragu,” tulis pernyataan resmi kementerian.

Koordinasi Diplomatik Tingkat Tinggi

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, segera meluncurkan langkah diplomasi paralel untuk meredam kekhawatiran regional. Oleh sebab itu, ia menelepon Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud secara khusus.

Araghchi juga menghubungi Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan untuk membahas eskalasi militer terbaru tersebut. Pada akhirnya, dunia kini menanti apakah jalur komunikasi tertutup ini mampu mencegah pecahnya perang energi yang lebih luas.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru