WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keberhasilan operasi militer negara mereka di wilayah Amerika Selatan.
Sebab, militer Amerika Serikat sukses menembak mati pemimpin geng kriminal berbahaya Tren de Aragua. Pasukan Komando Selatan meluncurkan serangan udara taktis untuk melumpuhkan Hector Rusthenford Guerrero Flores alias Nino Guerrero.
Sementara itu, pemerintah Venezuela mengonfirmasi kematian gembong teroris tersebut dalam operasi bersama. Kementerian Komunikasi Venezuela menyatakan bentrokan bersenjata menewaskan Nino Guerrero secara instan di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karena itu, Trump memuji kolaborasi erat dengan mitra kepemimpinan di Venezuela saat ini.
Penghargaan Tinggi dan Jeratan Hukum Jaksa Clayton
Sebelumnya, departemen luar negeri Amerika Serikat menawarkan imbalan fantastis sebesar lima juta dolar. Uang hadiah tersebut menyasar siapa saja yang memberikan informasi penangkapan Nino Guerrero.
Jaksa Federal New York Jay Clayton menjerat Nino Guerrero atas tuduhan konspirasi pemerasan. Clayton menyebut geng tersebut bertanggung jawab atas berbagai aksi kekerasan dan perdagangan narkoba.
Menariknya, Trump baru saja menominasikan Clayton sebagai Direktur Intelijen Nasional pada hari Kamis.
Label Teroris dan Serangan Politik Perbatasan
Pemerintah Amerika Serikat mengategorikan Tren de Aragua sebagai organisasi teroris internasional. Trump mengklaim geng tersebut melancarkan invasi terselubung ke kota-kota Amerika Serikat.
Meskipun begitu, kelompok diaspora Venezuela mengkritik keras pernyataan menyapu dari presiden tersebut.
Pada akhirnya, Trump juga memanfaatkan momentum ini untuk menyerang balik kebijakan perbatasan Joe Biden. Ia menuduh Biden membiarkan jutaan kriminal asing merusak keamanan warga Amerika Serikat. Trump berjanji akan terus memburu sisa-sisa jaringan kriminal tersebut secara berkelanjutan.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












