Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Senin, 15 Juni 2026 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Duka di Bates County. Seluruh penumpang dan pilot sebuah pesawat terjun payung tewas seketika setelah jatuh dan terbakar di dekat bandara Missouri. Dok: (AP Photo/Reed Hoffmann)

Duka di Bates County. Seluruh penumpang dan pilot sebuah pesawat terjun payung tewas seketika setelah jatuh dan terbakar di dekat bandara Missouri. Dok: (AP Photo/Reed Hoffmann)

BUTLER, POSNEWS.CO.ID – Kecelakaan udara maut mengguncang kota kecil Butler di wilayah Bates County, Missouri, pada hari Minggu siang. Sebuah pesawat milik agen olahraga terjun payung jatuh menghantam lapangan rumput di dekat landasan pacu.

Sebab, insiden ini berlangsung secara mendadak sesaat setelah pesawat tersebut lepas landas sekitar pukul sebelas siang. Kobaran api langsung melahap seluruh badan pesawat setelah menghantam tanah dengan posisi menukik tajam.

Akibatnya, pilot beserta sebelas penumpang yang bersiap melakukan terjun payung tewas seketika di lokasi kejadian. Beberapa anggota keluarga korban bahkan menyaksikan langsung peristiwa mengerikan tersebut dari area bandara.

Saksi Mata dan Dugaan Kegagalan Mesin

Manajer Butler Memorial Airport Dennis Jacobs memberikan penjelasan awal mengenai kronologi jatuhnya pesawat tersebut. Menurutnya, pilot sempat berupaya mengarahkan pesawat menuju jalan raya setelah mesin kehilangan tenaga secara mendadak.

Namun, pesawat tersebut mengalami kehilangan daya angkat sebelum berhasil mencapai area pendaratan darurat. Selanjutnya, hidung pesawat menghantam tanah terlebih dahulu hingga memicu kebakaran besar.

Petugas pemadam kebakaran segera menjinakkan api beberapa menit setelah menerima laporan darurat dari saksi mata. Selain itu, tim penyelamat juga memastikan tidak ada satu pun korban yang sempat melompat keluar.

Kritik Terhadap Standar Keamanan Penerbangan

Pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan model Pacific Aerospace 750XL buatan tahun dua ribu sepuluh. Meskipun begitu, pakar keselamatan penerbangan sipil Jeff Guzzetti menyoroti lemahnya aturan pengawasan bagi operator olahraga udara.

Baca Juga :  Gangguan Operasional KRL di Stasiun Bekasi Picu Keterlambatan dan Penumpukan Parah

Menurutnya, badan penerbangan federal menerapkan standar keselamatan yang terlalu longgar bagi penyedia jasa terjun payung. Sebab, pemerintah menyamakan regulasi operasional mereka dengan aturan bagi pemilik pesawat pribadi biasa.

Kebijakan ini tentu sangat berbeda jauh dengan pengawasan ketat bagi maskapai penerbangan komersial. Oleh sebab itu, NTSB sering kali mendesak perbaikan aturan pengawasan guna mencegah kejadian serupa. Tim penyelidik federal kini menutup area bandara dan jalan raya sekitarnya untuk kepentingan olah tempat kejadian.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 17:59 WIB

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Berita Terbaru