GAZA, POSNEWS.CO.ID – Otoritas kesehatan di Gaza melaporkan lonjakan korban jiwa yang memprihatinkan pasca-kesepakatan gencatan senjata Oktober lalu.
Sebab, serangan militer Israel telah menewaskan sedikitnya 1.005 warga Palestina di wilayah tersebut.
Sementara itu, militer Israel terus meluncurkan serangan udara hampir setiap hari di sepanjang perbatasan. Rangkaian serangan pesawat tanpa awak terbaru menyasar beberapa kota dan kamp pengungsian di Gaza Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gempuran Artileri di Khan Younis
Selain itu, serangan artileri di Khan Younis kembali merenggut dua korban jiwa pada hari Rabu kemarin. Petugas medis di Rumah Sakit Nasser melaporkan enam warga lainnya menderita luka-luka akibat ledakan tersebut.
Saksi mata menjelaskan bahwa proyektil militer menghantam kerumunan warga di dekat pantai kamp Muwasi. Padahal, wilayah pesisir tersebut menjadi tempat penampungan bagi ratusan ribu pengungsi Palestina yang kehilangan rumah.
Pihak militer Israel mengakui aksi penyerangan tersebut namun mengeklaim target operasi merupakan seorang anggota milisi. Meskipun begitu, kedua belah pihak tetap saling menuduh melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan damai sementara.
Perluasan Wilayah Kekuasaan Militer
Komando militer juga terus memperluas wilayah kekuasaan mereka di dalam jalur Gaza secara agresif. Akibatnya, data resmi menunjukkan total korban jiwa sejak awal perang kini telah melampaui 73.000 orang.
Pihak kementerian kesehatan mengonfirmasi jumlah tersebut mencakup kelompok warga sipil dan juga kombatan perang. Sebelumnya, konflik bersenjata ini meletus setelah milisi Hamas menyerang wilayah selatan Israel pada Oktober 2023.
Serangan mendadak tersebut menewaskan 1.200 warga sipil serta menyandera 251 orang lainnya secara paksa. Pada akhirnya, dunia internasional terus mendesak penghentian kekerasan demi menyelamatkan jutaan nyawa warga sipil.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












