Malaysia Resmi Tingkatkan Mandatori Biodiesel Sawit

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Solusi hijau di tengah krisis energi. Pemerintah Malaysia menaikkan kadar campuran kelapa sawit menjadi B15 guna menghemat stok bahan bakar solar nasional. Dok: Istimewa.

Solusi hijau di tengah krisis energi. Pemerintah Malaysia menaikkan kadar campuran kelapa sawit menjadi B15 guna menghemat stok bahan bakar solar nasional. Dok: Istimewa.

KUALA LUMPUR, POSNEWS.CO.ID – Di bawah langit mendung, sebuah truk tangki berkapasitas 35.000 liter mengantre di Terminal Distribusi Lembah Klang. Petugas menyalurkan solar dan metil ester asam lemak sawit melalui dua selang terpisah ke dalam tangki. Pemerintah Malaysia kini resmi meningkatkan kadar minyak sawit dalam bahan bakar diesel dari B10 menjadi B15. Langkah taktis ini bertujuan untuk menghemat cadangan solar nasional di tengah krisis energi Selat Hormuz.

Dampak Sumbatan Selat Hormuz bagi Stok Energi

Perang Iran sebelumnya sempat melumpuhkan jalur pelayaran minyak mentah global yang sangat vital tersebut. Meskipun Amerika Serikat dan Iran menyepakati draf damai, pemulihan antrean kapal membutuhkan waktu beberapa pekan. Kementerian Ekonomi memperingatkan bahwa cadangan solar dalam negeri hanya akan bertahan hingga bulan Juli mendatang. Oleh karena itu, penambahan campuran minyak sawit menjadi solusi darurat untuk memperpanjang daya tahan stok energi.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Potensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang

Malaysia sangat bergantung pada impor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat. Produksi minyak domestik saat ini hanya mampu mencakup setengah dari total konsumsi harian. Konsumsi bahan bakar solar tersebut mencapai rata-rata 700.000 barel per hari. BPS Malaysia mencatat penurunan impor minyak mentah sebesar sepertiga pada kuartal pertama tahun ini. Dengan demikian, kebijakan B15 siap memotong konsumsi solar murni hingga sekitar 5 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alokasi Kuota dan Perluasan Distribusi Nasional

Menteri Perkebunan dan Komoditas Noraini Ahmad mengelola alokasi minyak sawit untuk pasar domestik tersebut. Kebijakan B15 ini akan menyerap sekitar 800.000 ton minyak sawit mentah setiap tahunnya. Jumlah tersebut meningkat sebesar 300.000 ton dari kuota kebijakan pencampuran bahan bakar sebelumnya. Meskipun demikian, Noraini menjamin kebijakan baru ini tidak mengganggu kuota ekspor tahunan Malaysia. Saat ini, Malaysia mengekspor sekitar 16 juta ton minyak sawit ke pasar internasional setiap tahun.

Baca Juga :  Strategi Tanpa Arah: Membedah Kekacauan Politik di Balik Serangan Militer AS ke Iran

Semua stasiun pengisian bahan bakar umum mulai menyediakan solar B12 dan B15 secara bertahap. Beberapa wilayah seperti Sarawak, Labuan, dan Langkawi bahkan sudah menerapkan bahan bakar B20 lebih cepat. Sebanyak 452 pabrik kelapa sawit dan 19 pabrik biodiesel menyokong kelancaran rantai pasok nasional ini. Selanjutnya, perusahaan menyalurkan bahan bakar ramah lingkungan tersebut ke 4.400 stasiun pengisian di seluruh negeri.

Peningkatan Kapasitas Pabrik dan Target B30

Menteri Ekonomi Akmal Nasir mengumumkan kenaikan tingkat utilisasi kapasitas pencampuran biodiesel menjadi 69 persen. Asosiasi Biodiesel Malaysia menyambut positif insentif dana pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur pencampuran secara berkala. Langkah bertahap ini sejalan dengan target pencapaian B30 pada tahun 2030 mendatang. Pada akhirnya, diversifikasi bahan bakar nabati ini akan memperkuat ketahanan energi nasional menghadapi fluktuasi harga minyak.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga
Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18 Mulai Beredar Luas
Ukraina Siap Perluas Penggunaan Drone AI Otonom
Indonesia dan Belarus Percepat Kerja Sama Industri
Ancaman El Niño 2026: Cuaca Kering Ekstrem Siap Memangkas
Danantara: DSI Batal Jadi Eksportir Tunggal Komoditas
Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan
Tecno POVA 8 Resmi Meluncur dengan Alive Matrix Display

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:06 WIB

90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:22 WIB

Ukraina Siap Perluas Penggunaan Drone AI Otonom

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:39 WIB

Malaysia Resmi Tingkatkan Mandatori Biodiesel Sawit

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:44 WIB

Indonesia dan Belarus Percepat Kerja Sama Industri

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:30 WIB

Ancaman El Niño 2026: Cuaca Kering Ekstrem Siap Memangkas

Berita Terbaru

Jaminan keadilan harga petani hulu. Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan memperketat pengawasan harga TBS guna melindungi kesejahteraan petani swadaya. Dok: Istimewa.

NASIONAL

90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga

Jumat, 19 Jun 2026 - 14:06 WIB