JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kementerian Perindustrian memperluas kerja sama manufaktur dengan Belarus untuk memperkuat daya saing industri nasional. Langkah taktis ini bertujuan menarik investasi baru dan memperkokoh rantai pasok kedua negara tetangga.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan Belarus merupakan mitra strategis di kawasan Eurasia. Sebab, Belarus memiliki keunggulan kuat pada industri alat berat dan mesin pertanian.
“Kerja sama ini harus menghasilkan kolaborasi konkret yang menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Agus Gumiwang hari Rabu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan Bilateral di Sela-Sela BRICS Forum
Direktur Jenderal KPAII Tri Supondy membahas rencana ini dengan Menteri Industri Belarus Andrei Kuznetsov di Tiongkok. Pertemuan bilateral tersebut berlangsung di sela-sela BRICS Forum di Xiamen pada akhir Mei lalu.
Diskusi ini menindaklanjuti pertemuan awal antara Agus Gumiwang dan Wakil Perdana Menteri Viktor Karankevich tahun lalu. Sejak saat itu, kedua negara aktif mengeksplorasi peluang kerja sama praktis di sektor investasi.
Kedua negara kini menjajaki peluang pendirian pabrik perakitan kendaraan Belarus di Indonesia. Rencana ini akan melibatkan kolaborasi erat bersama para pelaku industri lokal secara profesional.
Tri Supondy menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperluas akses pasar produk unggulan Indonesia.
Lonjakan Nilai Dagang dan Komoditas Utama
Nilai perdagangan non-migas kedua negara sukses mencapai 221,3 juta dolar AS pada tahun 2025. Ekspor Indonesia ke Belarus juga melonjak tajam sebesar 82,57 persen daripada tahun sebelumnya.
Indonesia gencar mengeksplorasi pasar Belarus melalui ekspor komponen elektronik, produk sawit, tekstil, kopi, dan olahan hasil perikanan. Sebaliknya, Belarus memasok pupuk, traktor, bahan kimia, serta mesin pertanian ke Indonesia.
Sektor investasi Belarus di Indonesia juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 15,6 persen. Oleh karena itu, kedua pemerintah mempercepat finalisasi nota kesepahaman kerja sama industri.
Prioritas Kerja Sama dan Tarif Preferensial
MoU ini mencakup sektor prioritas seperti otomotif, kendaraan listrik, dan alat kesehatan. Pemerintah menjadwalkan penandatanganan kesepakatan saat kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia mendatang.
Pertemuan ini juga membahas perkembangan implementasi perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Eurasia. Kesepakatan dagang tersebut memberikan tarif preferensial untuk lebih dari 90 persen produk perdagangan kedua pihak.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












