JENEWA, POSNEWS.CO.ID – Wakil Presiden AS JD Vance memimpin langsung delegasi Washington menuju meja perundingan di Swiss. Sementara itu, Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf mengepalai rombongan diplomatik dari pihak Tehran.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga hadir untuk mengawal jalannya proses mediasi perdamaian ini. Sebelumnya, Donald Trump dan Masoud Pezeshkian menyepakati draf damai sementara pada Rabu pekan lalu.
Sengketa Keamanan Selat Hormuz
Garda Revolusi Iran (IRGC) sempat memicu kekhawatiran global dengan menyatakan penutupan Selat Hormuz. Mereka memprotes agresi militer Israel di Lebanon yang melanggar komitmen gencatan senjata awal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun demikian, militer Amerika Serikat memastikan jalur pelayaran minyak dunia itu tetap aman. Komando Sentral AS mengonfirmasi puluhan kapal dagang terus melintasi selat tanpa adanya hambatan fisik.
Gencatan Senjata Lebanon yang Rapuh
Situasi di Lebanon selatan juga tetap membara di tengah bergulirnya perundingan diplomatik ini. Otoritas kesehatan melaporkan serangan udara militer Israel menewaskan 20 warga sipil pada Sabtu kemarin.
Israel bersikeras mempertahankan pasukan darat mereka pada wilayah Lebanon yang kini mereka kuasai. Sebaliknya, kelompok milisi Hezbollah membalas dengan meluncurkan puluhan tembakan roket ke posisi Israel.
Sentimen Kekecewaan Publik Israel
Ketidakpastian perang ini memicu kekecewaan mendalam dari mayoritas masyarakat di dalam negeri Israel. Jajak pendapat paling baru menunjukkan 92 persen warga menilai Iran memperoleh keuntungan lebih besar.
Hanya sekitar 8 persen responden yang menganggap Israel memenangkan pertempuran regional itu. Masyarakat juga meragukan klaim pencapaian militer dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu saat ini.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












