Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan buntu di Doha. Delegasi Amerika Serikat dan Iran mengakhiri perundingan tidak langsung tanpa menghasilkan kemajuan perdamaian yang nyata. Dok: REUTERS/Stringer

Jalan buntu di Doha. Delegasi Amerika Serikat dan Iran mengakhiri perundingan tidak langsung tanpa menghasilkan kemajuan perdamaian yang nyata. Dok: REUTERS/Stringer

JENEWA, POSNEWS.CO.ID – Wakil Presiden AS JD Vance memimpin langsung delegasi Washington menuju meja perundingan di Swiss. Sementara itu, Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf mengepalai rombongan diplomatik dari pihak Tehran.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga hadir untuk mengawal jalannya proses mediasi perdamaian ini. Sebelumnya, Donald Trump dan Masoud Pezeshkian menyepakati draf damai sementara pada Rabu pekan lalu.

Sengketa Keamanan Selat Hormuz

Garda Revolusi Iran (IRGC) sempat memicu kekhawatiran global dengan menyatakan penutupan Selat Hormuz. Mereka memprotes agresi militer Israel di Lebanon yang melanggar komitmen gencatan senjata awal.

Meskipun demikian, militer Amerika Serikat memastikan jalur pelayaran minyak dunia itu tetap aman. Komando Sentral AS mengonfirmasi puluhan kapal dagang terus melintasi selat tanpa adanya hambatan fisik.

Gencatan Senjata Lebanon yang Rapuh

Situasi di Lebanon selatan juga tetap membara di tengah bergulirnya perundingan diplomatik ini. Otoritas kesehatan melaporkan serangan udara militer Israel menewaskan 20 warga sipil pada Sabtu kemarin.

Baca Juga :  Manchester City Libas Fulham 3-0: Haaland Kembali Cetak Gol

Israel bersikeras mempertahankan pasukan darat mereka pada wilayah Lebanon yang kini mereka kuasai. Sebaliknya, kelompok milisi Hezbollah membalas dengan meluncurkan puluhan tembakan roket ke posisi Israel.

Sentimen Kekecewaan Publik Israel

Ketidakpastian perang ini memicu kekecewaan mendalam dari mayoritas masyarakat di dalam negeri Israel. Jajak pendapat paling baru menunjukkan 92 persen warga menilai Iran memperoleh keuntungan lebih besar.

Hanya sekitar 8 persen responden yang menganggap Israel memenangkan pertempuran regional itu. Masyarakat juga meragukan klaim pencapaian militer dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu saat ini.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:11 WIB

Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang

Berita Terbaru

Gedung Bapenda DKI Jakarta di Gambir terbakar dan memicu penerapan WFH bergilir bagi ASN.
(Posnews/Dinas Gulkarmat DKI Jakarta)

JABODETABEK

Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Ribuan ASN Jalani WFH Bergilir

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:09 WIB

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Capcom Menguji Monster Hunter Wilds di Nintendo Switch 2

Sabtu, 8 Agu 2026 - 12:19 WIB