Popularitas Takaichi Merosot ke Tingkat Paling Rendah

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komitmen kuat Tokyo. Jepang melanjutkan sanksi keras terhadap Rusia dan mempererat kerja sama taktis rekonstruksi bersama Ukraina. Dok: Istimewa.

Komitmen kuat Tokyo. Jepang melanjutkan sanksi keras terhadap Rusia dan mempererat kerja sama taktis rekonstruksi bersama Ukraina. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Tingkat kepuasan publik terhadap kabinet Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi merosot hingga angka 55,8 persen. Jajak pendapat paling baru Kyodo News menunjukkan penurunan popularitas ke tingkat paling rendah sejak ia menjabat Oktober tahun lalu. Ketidakpastian ekonomi akibat dampak perang energi di Timur Tengah memicu kekhawatiran besar masyarakat saat ini.

Sikap Publik Atas Selat Hormuz dan Energi

Masyarakat menyikapi dingin rencana pengiriman Pasukan Bela Diri Jepang menuju wilayah perairan Selat Hormuz. Sebanyak 54,7 persen responden menilai pemerintah tidak perlu mengirimkan militer ke jalur pelayaran itu. Sebaliknya, sekitar 36,6 persen warga mendukung langkah pengiriman armada militer untuk mengamankan kapal dagang.

Sikap masyarakat ini menguat setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati draf perdamaian sementara. Konstitusi pasifis Jepang juga membatasi aktivitas militer luar negeri untuk melakukan operasi pembersihan ranjau laut. Tingkat kepuasan kabinet merosot sebanyak 5,5 persen sejak survei pertengahan Mei lalu. Sebelumnya, mayoritas warga mencemaskan potensi kemacetan pasokan bahan baku plastik akibat penutupan jalur laut.

Sengketa Pajak dan Penyesuaian Sistem Kasir

Masyarakat juga mendesak penurunan pajak konsumsi makanan untuk meringankan beban ekonomi keluarga sehari-hari. Sekitar 43,9 persen responden memilih opsi pemotongan pajak makanan menjadi hanya 1 persen secepatnya. Namun, sebanyak 22,6 persen warga tetap menginginkan penghapusan total pajak sesuai janji kampanye koalisi.

Pemerintah mengajukan rencana pajak 1 persen mulai April 2027 demi menghindari kekacauan sistem kasir toko. Sementara itu, sekitar 29 persen responden menolak segala bentuk rencana pemotongan pajak itu.

Skandal Kampanye Hitam Video Rekayasa

Sanae Takaichi kini menghadapi tekanan politik yang sangat berat dalam sidang parlemen. Oposisi gencar mencecar Takaichi atas tuduhan penyebaran video rekayasa untuk menjatuhkan lawan politiknya. Hasil survei membuktikan bahwa 49,7 persen warga tidak memercayai penjelasan dari perdana menteri. Hanya sekitar 38,9 persen responden yang menganggap klarifikasi Takaichi sudah cukup jelas.

Baca Juga :  Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Polarisasi Debat Suksesi Kekaisaran

Masyarakat Jepang juga menunjukkan pembelahan opini yang sangat sengit mengenai aturan suksesi kekaisaran. Sebanyak 45,4 persen responden menolak rencana penunjukan anggota keluarga baru dari cabang bangsawan kuno. Sebaliknya, sekitar 44 persen warga mendukung gagasan pengisian kekosongan takhta menggunakan keturunan bangsawan.

Namun, mayoritas mutlak sebesar 72,3 persen mendukung hak putri kekaisaran untuk mempertahankan status bangsawan. Mereka ingin putri tetap berada dalam keluarga kekaisaran meskipun menikah dengan warga biasa. Hanya 19,5 persen responden menentang usulan hak putri itu.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Charles Spencer Rilis Buku Swan Song dan Ungkap Tuduhan Baru
Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma
Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik
Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman
CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump
AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan
Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:58 WIB

Charles Spencer Rilis Buku Swan Song dan Ungkap Tuduhan Baru

Rabu, 23 September 2026 - 12:43 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 September 2026 - 11:37 WIB

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 September 2026 - 10:33 WIB

CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump

Rabu, 23 September 2026 - 09:00 WIB

AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan

Berita Terbaru

Charles Spencer merilis buku memoar baru tentang Putri Diana dan membongkar tuduhan terhadap Raja Charles III. Simak tanggapan resmi Istana Buckingham. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Charles Spencer Rilis Buku Swan Song dan Ungkap Tuduhan Baru

Rabu, 23 Sep 2026 - 15:58 WIB