Bareskrim Cokok Jaringan Sabu Sumut-NTB, Sita Narkoba Rp2,24 Miliar di Speaker dan Laptop

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Operasi Gabungan Bareskrim Ungkap Jaringan Narkoba Sumut-Lombok, Empat Pelaku Ditangkap. (Posnews/Ist)

Operasi Gabungan Bareskrim Ungkap Jaringan Narkoba Sumut-Lombok, Empat Pelaku Ditangkap. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri kembali membongkar jaringan narkoba antarprovinsi.

Melalui operasi gabungan lintas wilayah, aparat berhasil membongkar peredaran sabu yang menghubungkan Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam operasi yang berlangsung sejak awal Juni 2026 tersebut, petugas  menyita 1.245 gram sabu atau 1,2 kilogram lebih serta menangkap empat pelaku yang memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut, mulai dari kurir hingga bandar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, pengungkapan kasus ini juga diperkirakan menyelamatkan 6.225 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Sabu Disembunyikan di Speaker dan Laptop

Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Handik Zusen menjelaskan, kasus ini terungkap saat tim gabungan menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Saat memeriksa Bus Handoyo pada 7 Juni 2026 dini hari, petugas mencurigai sebuah speaker aktif yang dibawa tersangka Yulio Rifki alias Riski.

Setelah membongkar speaker tersebut, petugas menemukan dua paket sabu dengan berat bruto 412 gram.

Pengembangan kasus kemudian mengungkap modus yang lebih rapi. Saat memeriksa ulang barang bawaan tersangka, tim kembali menemukan satu paket sabu seberat 213 gram yang disembunyikan di dalam laptop.

Baca Juga :  BNPB Hentikan Pencarian Korban Bencana di Sumut dan Sumbar, Tim SAR Tetap Siaga

“Temuan ini menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih besar,” ujar Handik.

Operasi Berlanjut hingga Lombok

Setelah menangkap Yulio, tim gabungan langsung menjalankan metode controlled delivery untuk mengidentifikasi penerima barang di Lombok, NTB.

Hasilnya, polisi menangkap Hendry Prayogi di Lombok Tengah pada 12 Juni 2026. Dari hasil penyelidikan, Hendry diduga menjadi penerima sekaligus pengendali distribusi sabu di wilayah Lombok.

Namun pengungkapan belum berhenti di sana.

Berdasarkan pengakuan para tersangka, petugas kembali menelusuri Bus Handoyo yang sebelumnya digunakan sebagai sarana pengiriman.

Saat melakukan pemeriksaan ulang, tim menemukan tiga paket sabu tambahan dengan total berat bruto 620 gram yang disembunyikan di bawah kursi penumpang dan plafon kamar mandi bus.

Kejar Pemasok hingga Sumatera Utara

Pengembangan kasus kemudian mengarah ke Sumatera Utara. Tim berhasil menangkap Romatua Harahap alias Rei di Labuhanbatu pada 17 Juni 2026.

Dari tangan Romatua, penyidik menyita sabu, timbangan digital, sejumlah telepon genggam, serta uang tunai yang diduga terkait aktivitas peredaran narkotika.

Selanjutnya, hasil analisis digital dan pemeriksaan intensif mengarahkan penyidik kepada Yusnirwin alias Aek Tanjung yang diduga menjadi pemasok utama sabu.

Tim akhirnya menangkap Yusnirwin di Asahan, Sumatera Utara, pada 20 Juni 2026.

Dari hasil interogasi, Yusnirwin mengaku memperoleh pasokan narkotika dari seorang bandar bernama Amrin Siregar alias Tumbing.

Baca Juga :  Update Tragedi Ponpes Sidoarjo, Tiga Santri Tewas Tertimpa Reruntuhan Musala

Sayangnya, saat dilakukan pengejaran, Tumbing berhasil melarikan diri dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Terungkap Rantai Bisnis Haram Bernilai Miliaran Rupiah

Penyidik mengungkap jaringan ini memiliki pola distribusi yang terorganisasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, alur peredaran narkotika diduga berjalan dari Tumbing kepada Yusnirwin, kemudian diteruskan kepada Romatua Harahap sebelum disalurkan melalui para kurir menuju Lombok dan wilayah NTB.

Dalam pengakuannya, para tersangka menyebut transaksi narkotika yang mereka jalankan bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Bahkan, Romatua mengaku telah beberapa kali mengirim sabu ke Lombok sejak November 2025 dengan keuntungan mencapai ratusan juta rupiah.

Sementara itu, Yusnirwin mengaku telah menjalankan bisnis haram tersebut selama sekitar tujuh tahun dan sedikitnya delapan kali memasok sabu kepada Romatua.

Nilai Barang Bukti Capai Rp2,24 Miliar

Bareskrim Polri memperkirakan total nilai ekonomi sabu yang berhasil disita mencapai sekitar Rp2,241 miliar.

Selain itu, keberhasilan pengungkapan jaringan ini diperkirakan mampu menyelamatkan sekitar 6.225 orang dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

Saat ini seluruh tersangka telah diamankan di Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Penyidik juga terus memburu Amrin Siregar alias Tumbing serta mengembangkan penyelidikan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang masih beroperasi. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sabu, Ganja, dan 30 CD Porno Ditemukan di Sekolah Swasta Jakarta Selatan
Temuan 995 Senjata di Sekolah Jaksel, Polisi Diminta Buka Ruangan Mirip Bunker
Nasabah Dibacok Usai Ambil Uang di Bank, Rp30 Juta Dibawa Kabur
Polres Jakbar Musnahkan Narkoba Rp119 Miliar, Jaringan Internasional Digulung
Fakta Baru Mutilasi Depok, Polisi Dalami Dugaan Tersangka di Grup Komunitas Gay
Mutilasi Depok: Saepul Habisi Kunaefi, Potongan Kaki Dibuang ke Sungai
Pelaku Mutilasi di Depok Ditangkap, Korban Ditemukan Tanpa Kaki dalam Karung
Ketamin Disimpan di Sepatu dan Tas Toiletris, 3 Wanita Diduga WN Malaysia Diciduk

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:19 WIB

Sabu, Ganja, dan 30 CD Porno Ditemukan di Sekolah Swasta Jakarta Selatan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:05 WIB

Temuan 995 Senjata di Sekolah Jaksel, Polisi Diminta Buka Ruangan Mirip Bunker

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Nasabah Dibacok Usai Ambil Uang di Bank, Rp30 Juta Dibawa Kabur

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Polres Jakbar Musnahkan Narkoba Rp119 Miliar, Jaringan Internasional Digulung

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Fakta Baru Mutilasi Depok, Polisi Dalami Dugaan Tersangka di Grup Komunitas Gay

Berita Terbaru

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

DAERAH

Rebutan Warisan Berujung Maut di Tapanuli Selatan

Jumat, 7 Agu 2026 - 13:22 WIB

Polisi London menahan seorang wanita setelah ia melukai empat pria di kawasan Covent Garden. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang

Jumat, 7 Agu 2026 - 13:11 WIB

Pemerintah Prancis memberlakukan undang-undang baru yang melarang perusahaan melakukan panggilan telemarketing tanpa persetujuan awal konsumen. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen

Jumat, 7 Agu 2026 - 12:17 WIB

Senat AS mengonfirmasi Dr Erica Schwartz sebagai Direktur CDC di tengah krisis internal lembaga. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Jumat, 7 Agu 2026 - 11:02 WIB