Riko Uchida Terima Hukuman 27 Tahun Penjara

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keadilan bagi korban Hokkaido. Pengadilan Jepang menjatuhkan hukuman 27 tahun penjara kepada Riko Uchida atas pembunuhan keji siswi sekolah menengah atas. Dok: Istimewa.

Keadilan bagi korban Hokkaido. Pengadilan Jepang menjatuhkan hukuman 27 tahun penjara kepada Riko Uchida atas pembunuhan keji siswi sekolah menengah atas. Dok: Istimewa.

ASAHIKAWA, POSNEWS.CO.ID – Majelis hakim Pengadilan Distrik Asahikawa menjatuhkan hukuman penjara selama 27 tahun kepada seorang perempuan bernama Riko Uchida. Uchida yang kini berusia 23 tahun bersalah karena membunuh seorang siswi sekolah menengah atas.

Jaksa menjerat pelaku atas dakwaan pembunuhan, pelecehan seksual, serta penyekapan ilegal terhadap korban. Hakim Ketua Yuka Tanaka menyetujui tuntutan masa hukuman dari jaksa penuntut umum.

Kekejaman Berawal dari Foto Media Sosial

Kasus tragis ini bermula saat korban mengunggah foto Riko Uchida tanpa izin di media sosial. Unggahan itu memicu kemarahan Uchida hingga merancang rencana penculikan bersama rekannya Yuka Konishi. Kedua pelaku menyekap korban yang masih berusia 17 tahun di dalam mobil.

Penyekapan itu berlangsung antara malam hari tanggal 18 April hingga fajar 19 April tahun 2024. Selanjutnya, pelaku membawa korban menuju sebuah jembatan tinggi di wilayah Asahikawa.

Pelaku memaksa siswi itu melepas seluruh pakaiannya sebelum menaruh korban pada pagar jembatan. Uchida kemudian mendorong tubuh korban hingga jatuh ke aliran sungai yang sangat dingin. Korban akhirnya meninggal dunia karena tenggelam di dalam aliran sungai itu.

Bantahan Pelaku dan Putusan Rekan Komplotan

Dalam persidangan, Yuka Konishi memberikan kesaksian bahwa Uchida mendorong korban secara langsung. Sebaliknya, Uchida membantah tuduhan mendorong korban dari atas jembatan itu. Uchida mengeklaim hanya meneriaki korban agar segera melompat dan mati.

Namun, hakim menolak pembelaan pengacara dan menilai tindakan Uchida sebagai bentuk eksekusi pembunuhan. Hakim menilai perbuatan pelaku sangat kejam karena merusak harkat dan martabat korban.

Baca Juga :  Trump Batalkan Serangan Kedua: AS Janjikan $100 Miliar

Pengadilan sebelumnya menghukum Yuka Konishi selama 23 tahun penjara atas peran sertanya. Hukuman untuk perempuan berusia 21 tahun itu kini sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap.

Amukan Pengunjung di Ruang Sidang

Petugas menghentikan sidang sejenak akibat aksi nekat seorang pria dari kursi pengunjung. Pria itu melompati pagar pembatas dan mencoba menyerang majelis hakim di depan ruang sidang.

Petugas keamanan bergerak cepat untuk meringkus dan mengamankan pria pembuat keonaran itu. Sambil berteriak, pria itu menuntut hukuman mati bagi pelaku pembunuhan keji itu. Ia juga mempertanyakan keadilan sistem hukum pengadilan yang memberikan hukuman ringan bagi pelaku.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Australia Menyita Dua Koma Tujuh Ton Kokain
Popularitas Takaichi Merosot ke Tingkat Paling Rendah
Kakek di Lampung Utara Ngaku Lihat Genderuwo Sebelum Bacok Tetangga
Pendiri Wikipedia Tolak Kecerdasan Buatan Sunting Artikel
KPK Tahan Silmy Karim 40 Hari Lagi, Penyidikan Kasus Imigrasi Terus Bergulir
DPO Kasus Narkoba Ditangkap di Lombok, Bareskrim Kembangkan Jaringan Sabu Sumut-NTB
Bus Travel Wisata Religi Kecelakaan di Tol Batu Bara, 7 Orang Tewas – Belasan Luka-Luka
Bareskrim Cokok Jaringan Sabu Sumut-NTB, Sita Narkoba Rp2,24 Miliar di Speaker dan Laptop

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:30 WIB

Polisi Australia Menyita Dua Koma Tujuh Ton Kokain

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:12 WIB

Popularitas Takaichi Merosot ke Tingkat Paling Rendah

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:44 WIB

Kakek di Lampung Utara Ngaku Lihat Genderuwo Sebelum Bacok Tetangga

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:48 WIB

Pendiri Wikipedia Tolak Kecerdasan Buatan Sunting Artikel

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:37 WIB

KPK Tahan Silmy Karim 40 Hari Lagi, Penyidikan Kasus Imigrasi Terus Bergulir

Berita Terbaru

Penyitaan narkoba paling besar. Aparat keamanan Australia menggagalkan peredaran rekor 2,7 ton kokain senilai ratusan juta dolar yang berada dalam bungker bawah tanah Sydney. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Australia Menyita Dua Koma Tujuh Ton Kokain

Selasa, 23 Jun 2026 - 10:30 WIB

Ujian kepemimpinan di Tokyo. Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan kemerosotan popularitas kabinet PM Sanae Takaichi akibat kecemasan krisis energi dan inflasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Popularitas Takaichi Merosot ke Tingkat Paling Rendah

Selasa, 23 Jun 2026 - 10:12 WIB

Melawan bias informasi. CEO OpenAI dan beberapa pengembang AI memanfaatkan data Wikipedia secara masif saat Wikipedia menolak keras keterlibatan langsung robot penyunting. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Pendiri Wikipedia Tolak Kecerdasan Buatan Sunting Artikel

Selasa, 23 Jun 2026 - 08:48 WIB