DPO Kasus Narkoba Ditangkap di Lombok, Bareskrim Kembangkan Jaringan Sabu Sumut-NTB

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mengamankan DPO kasus narkoba Djimi Khaerul Fathan di Lombok Tengah dalam pengembangan jaringan peredaran sabu lintas Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Barat. (Posnews/Ist)

Petugas Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mengamankan DPO kasus narkoba Djimi Khaerul Fathan di Lombok Tengah dalam pengembangan jaringan peredaran sabu lintas Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Barat. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menangkap buronan kasus narkotika, Djimi Khaerul Fathan, yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polresta Deli Serdang, Sumatera Utara.

Petugas menangkap Djimi pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 18.20 WIB di sebuah rumah di wilayah Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penangkapan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kasus jaringan peredaran narkotika yang sebelumnya diungkap di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan pengungkapan ini merupakan hasil kerja intensif tim yang terus menelusuri jaringan peredaran narkoba lintas daerah.

Berawal dari Pengungkapan Sabu di Bakauheni

Kasus ini bermula ketika tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menggelar operasi di Pelabuhan Bakauheni pada 7 Juni 2026.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan Yulio Rifki bersama barang bukti sabu seberat 620 gram bruto. Saat menjalani pemeriksaan, Yulio mengaku mengenal Djimi Khaerul Fathan.

Informasi itu kemudian menjadi petunjuk awal bagi penyidik untuk melakukan pengembangan lebih lanjut.

Baca Juga :  Suami Mengamuk, Istri Ditusuk Pisau Dapur di Marunda

Selanjutnya, tim menjalankan metode controlled delivery atau penyerahan terkendali menuju wilayah Lombok guna menelusuri jaringan yang diduga terkait dengan peredaran narkotika tersebut.

Setelah melakukan pemantauan selama beberapa hari, petugas akhirnya berhasil menemukan dan menangkap Djimi di Lombok Tengah.

Pernah Terlibat Pengiriman Sabu ke Lombok

Dalam pemeriksaan awal, Djimi tidak mengakui barang bukti sabu yang ditemukan dari kasus Yulio Rifki merupakan miliknya. Ia juga membantah tudingan telah memerintahkan Yulio mengambil narkotika tersebut.

Meski demikian, Djimi mengakui mengenal Yulio Rifki dan Hendry Prayogi yang sebelumnya telah diamankan petugas.

Selain itu, Djimi mengakui pernah terlibat dalam jaringan pengiriman narkotika dari Sumatera Utara ke Lombok bersama sejumlah orang lainnya.

Menurut pengakuannya, ia pernah menjemput sabu seberat 800 gram di wilayah Deli Serdang bersama seseorang berinisial Hendra.

Keduanya kemudian membawa narkotika tersebut ke Lombok dengan modus menyembunyikan sabu di dalam sepatu yang dikenakan saat perjalanan.

Modus tersebut sempat berhasil mengelabui pemeriksaan hingga narkotika diduga diedarkan di wilayah Sumbawa.

Lolos Saat Rekannya Ditangkap

Djimi juga mengungkapkan bahwa pada pengiriman berikutnya ia kembali berangkat ke Deli Serdang bersama Hendra dan seorang rekannya berinisial Dimi.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Diguyur Hujan - Waspada Petir dan Angin Kencang

Namun, dalam operasi yang dilakukan aparat, Hendra dan Dimi ditangkap oleh Satresnarkoba Polresta Deli Serdang dan diproses hukum. Sementara itu, Djimi berhasil melarikan diri dan kembali ke Lombok.

Sejak saat itu, penyidik memasukkan namanya ke dalam daftar pencarian orang (DPO) hingga akhirnya berhasil ditangkap pada pertengahan Juni 2026.

Penyidik Terus Kembangkan Jaringan

Meski telah menangkap Djimi, penyidik masih terus mendalami keterkaitannya dengan perkara yang melibatkan Yulio Rifki.

Bareskrim Polri menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan alat bukti yang secara langsung menghubungkan Djimi dengan barang bukti sabu yang diamankan dari Yulio Rifki.

Karena itu, penyidik akan terus melakukan pemeriksaan mendalam, analisis komunikasi, serta pengembangan jaringan untuk mengungkap peran masing-masing pihak dalam kasus tersebut.

Saat ini Djimi telah diamankan di Dittipidnarkoba Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada Satresnarkoba Polresta Deli Serdang sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Pengungkapan ini kembali menunjukkan komitmen aparat dalam memberantas jaringan narkotika lintas daerah yang terus berupaya merusak masa depan generasi bangsa.

Di sisi lain, keberhasilan penangkapan DPO juga menjadi bukti bahwa tidak ada tempat aman bagi pelaku kejahatan narkoba untuk bersembunyi.

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Australia Menyita Dua Koma Tujuh Ton Kokain
Popularitas Takaichi Merosot ke Tingkat Paling Rendah
Kakek di Lampung Utara Ngaku Lihat Genderuwo Sebelum Bacok Tetangga
Pendiri Wikipedia Tolak Kecerdasan Buatan Sunting Artikel
KPK Tahan Silmy Karim 40 Hari Lagi, Penyidikan Kasus Imigrasi Terus Bergulir
Riko Uchida Terima Hukuman 27 Tahun Penjara
Bus Travel Wisata Religi Kecelakaan di Tol Batu Bara, 7 Orang Tewas – Belasan Luka-Luka
Bareskrim Cokok Jaringan Sabu Sumut-NTB, Sita Narkoba Rp2,24 Miliar di Speaker dan Laptop

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:30 WIB

Polisi Australia Menyita Dua Koma Tujuh Ton Kokain

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:12 WIB

Popularitas Takaichi Merosot ke Tingkat Paling Rendah

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:44 WIB

Kakek di Lampung Utara Ngaku Lihat Genderuwo Sebelum Bacok Tetangga

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:48 WIB

Pendiri Wikipedia Tolak Kecerdasan Buatan Sunting Artikel

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:37 WIB

KPK Tahan Silmy Karim 40 Hari Lagi, Penyidikan Kasus Imigrasi Terus Bergulir

Berita Terbaru

Penyitaan narkoba paling besar. Aparat keamanan Australia menggagalkan peredaran rekor 2,7 ton kokain senilai ratusan juta dolar yang berada dalam bungker bawah tanah Sydney. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Australia Menyita Dua Koma Tujuh Ton Kokain

Selasa, 23 Jun 2026 - 10:30 WIB

Ujian kepemimpinan di Tokyo. Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan kemerosotan popularitas kabinet PM Sanae Takaichi akibat kecemasan krisis energi dan inflasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Popularitas Takaichi Merosot ke Tingkat Paling Rendah

Selasa, 23 Jun 2026 - 10:12 WIB

Melawan bias informasi. CEO OpenAI dan beberapa pengembang AI memanfaatkan data Wikipedia secara masif saat Wikipedia menolak keras keterlibatan langsung robot penyunting. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Pendiri Wikipedia Tolak Kecerdasan Buatan Sunting Artikel

Selasa, 23 Jun 2026 - 08:48 WIB