Petani Sumsel Diserang Beruang Saat Semprot Kebun, Polisi Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petani Musi Rawas mengalami luka setelah diserang beruang liar saat bekerja di kebun di Sumatera Selatan. (Posnews/Ist)

Petani Musi Rawas mengalami luka setelah diserang beruang liar saat bekerja di kebun di Sumatera Selatan. (Posnews/Ist)

MUSI RAWAS, POSNEWS.CO.ID – Peristiwa mencekam terjadi di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.

Seorang petani bernama Yatana (55) mengalami luka serius setelah seekor beruang tiba-tiba menyerangnya saat bekerja di kebun, Rabu (24/6/2026) pagi.

Serangan satwa liar tersebut membuat korban mengalami luka robek di bagian pinggang dan paha akibat cakaran beruang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan bagi warga yang beraktivitas di kawasan perkebunan dan hutan agar meningkatkan kewaspadaan.

Beruang Tiba-Tiba Menyerang

Kapolsek Muara Kelingi Iptu M. Nur Hendra membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, beruang mendadak muncul lalu menyerang korban yang sedang berada di kebun.

“Benar, beruang tiba-tiba datang dan langsung menyerang korban saat berada di kebun,” ujar Hendra.

Baca Juga :  Epidemi Sunyi: Mengapa Generasi Z Menjadi Generasi Paling Kesepian?

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka robek akibat cakaran satwa liar.

Selanjutnya, anggota Polsek Muara Kelingi langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengecek kondisi korban.

Polisi juga melakukan penyelidikan untuk memastikan keberadaan beruang yang masih berpotensi membahayakan warga.

“Kami masih melakukan pengecekan lebih lanjut terkait keberadaan satwa liar yang menyerang korban,” katanya.

Berpapasan di Tengah Kebun

Kepala Dusun V Desa Air Beliti, Misno Atmoko, menjelaskan bahwa korban berangkat ke kebun untuk menyemprot lahan pertanian.

Namun, saat tiba di lokasi yang cukup jauh dari permukiman warga, korban berpapasan dengan seekor beruang.

Tanpa diduga, satwa liar tersebut langsung menyerang Yatana hingga mengalami luka cukup parah.

Baca Juga :  Kopda FH Ditahan Pomdam Jaya, 15 Tersangka Kasus Penculikan dan Pembunuhan KCP Bank BRI

“Korban berangkat ke kebun untuk menyemprot lahan. Jarak kebun memang cukup jauh dari permukiman. Saat berada di lokasi, korban bertemu beruang dan langsung diserang,” jelas Misno.

Konflik Satwa Liar Jadi Ancaman Serius

Sementara itu, konflik antara manusia dan satwa liar masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan yang berbatasan dengan kawasan hutan.

Aktivitas pembukaan lahan, berkurangnya habitat alami, serta meningkatnya pergerakan satwa liar kerap memicu pertemuan berbahaya dengan warga.

Karena itu, masyarakat yang bekerja di area perkebunan, hutan, maupun lahan terpencil diimbau tidak beraktivitas sendirian dan segera melapor kepada petugas jika menemukan keberadaan satwa liar di sekitar permukiman. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mantan Bos Taufik Hidayat Minta Hadiah Rp250 Juta Dedi Mulyadi Dikasi ke Korban
Dominasi Sawit Geser Saingan di Pasar Global
Pelemahan Harga Minyak Nabati Saingan Seret Turun Kontrak
Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50
Ekspor Satu Pintu CPO Siap Rebut Kendali Harga Global
Kurir Narkoba Terjepit Usai Tabrakan, Polisi Sita 112 Kg Ganja
Polemik Penetapan Tuan Rumah Muktamar NU 2026, Ini Penjelasan Alwan Saputra
Bangun Peradaban HAM dari Desa, Kementerian HAM Siapkan 200 Penggerak

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:50 WIB

Mantan Bos Taufik Hidayat Minta Hadiah Rp250 Juta Dedi Mulyadi Dikasi ke Korban

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:30 WIB

Dominasi Sawit Geser Saingan di Pasar Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:03 WIB

Pelemahan Harga Minyak Nabati Saingan Seret Turun Kontrak

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:57 WIB

Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:51 WIB

Ekspor Satu Pintu CPO Siap Rebut Kendali Harga Global

Berita Terbaru

Daya tahan pasar pangan. Meskipun harga minyak mentah dunia merosot, pasar minyak nabati global tetap menunjukkan stabilitas tinggi berkat kuatnya permintaan musiman. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Dominasi Sawit Geser Saingan di Pasar Global

Kamis, 25 Jun 2026 - 09:30 WIB

Pelemahan di bursa komoditas. Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) Malaysia kembali melemah mengikuti penurunan harga minyak kedelai global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pelemahan Harga Minyak Nabati Saingan Seret Turun Kontrak

Kamis, 25 Jun 2026 - 09:03 WIB

Langkah strategis ketahanan energi. Indonesia bersiap meluncurkan mandatori biodiesel B50 guna memangkas impor solar dan menghemat devisa negara. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50

Kamis, 25 Jun 2026 - 08:57 WIB

Revolusi tata niaga kelapa sawit. Paspi menilai kebijakan ekspor satu pintu Danantara Sumberdaya Indonesia berpotensi memindahkan kendali harga CPO global ke tanah air. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Ekspor Satu Pintu CPO Siap Rebut Kendali Harga Global

Kamis, 25 Jun 2026 - 07:51 WIB