Ekspor Satu Pintu CPO Siap Rebut Kendali Harga Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Revolusi tata niaga kelapa sawit. Paspi menilai kebijakan ekspor satu pintu Danantara Sumberdaya Indonesia berpotensi memindahkan kendali harga CPO global ke tanah air. Dok: Istimewa.

Revolusi tata niaga kelapa sawit. Paspi menilai kebijakan ekspor satu pintu Danantara Sumberdaya Indonesia berpotensi memindahkan kendali harga CPO global ke tanah air. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Indonesia bersiap mereformasi tata kelola ekspor kelapa sawit secara radikal.

Pemerintah menerapkan kebijakan ekspor satu pintu melalui badan baru PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Langkah berani ini memicu optimisme tinggi bagi para pelaku industri kelapa sawit nasional.

Direktur Eksekutif Paspi Tungkot Sipayung menyampaikan pandangan itu di Jakarta pada hari Rabu kemarin. Menurutnya, regulasi baru ini membuka peluang emas bagi Indonesia untuk mengendalikan harga CPO global.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama ini, pasar Rotterdam di Belanda mengendalikan harga acuan minyak sawit dunia. Sementara itu, bursa Malaysia menjadi kiblat harga bagi para produsen sawit hulu.

Indonesia sebenarnya memegang status sebagai produsen kelapa sawit paling besar di dunia. Namun, sistem perdagangan sawit kita masih kalah bersaing dari Malaysia dan Uni Eropa.

Baca Juga :  Akankah Album Arirang Bawa BTS Raih Piala Grammy?

Uni Eropa bahkan mendulang devisa hingga 35 miliar dolar AS setiap tahun dari perdagangan sawit. Padahal, Uni Eropa sama sekali tidak memiliki satu pun pohon kelapa sawit.

Sebaliknya, Indonesia hanya meraih devisa minim meskipun memiliki 16,8 juta hektare lahan sawit. Tungkot menilai kegagalan itu muncul karena ekspor mandiri perusahaan swasta berjalan tanpa koordinasi satu pintu.

Oleh karena itu, penyatuan pintu ekspor di bawah Danantara akan memperkuat posisi tawar negara. Skema ini juga akan memaksa aliran devisa ekspor masuk sepenuhnya ke dalam negeri.

Baca Juga :  Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Kekhawatiran Kapitalisme Negara dan Monopoli Pasar

Namun, kebijakan revolusioner ini juga memicu kritik dan kekhawatiran dari pengamat ekonomi nasional.

Direktur Center for Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mempertanyakan eksistensi pasar bebas masa depan. Ia menilai peran aktif DSI dapat merusak mekanisme penentuan harga secara alami.

Nailul mencemaskan dominasi berlebihan pemerintah dalam mengontrol arus ekspor komoditas ini. Sebab, kontrol mutlak itu berpotensi melahirkan praktik kapitalisme negara yang kaku.

Kebijakan ini juga berisiko meminggirkan peran penting perusahaan swasta dalam rantai pasok. Pada akhirnya, para pelaku pasar menanti formula kompromi paling baik demi menjaga stabilitas industri.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penurunan Harga Minyak Bumi Gagal Goyang Stabilitas Pasar
PN Jakarta Timur: Sidang Perdana dr. Tifa Pekan Depan, Roy Suryo Menunggu
Mantan Bos Taufik Hidayat Minta Hadiah Rp250 Juta Dedi Mulyadi Dikasi ke Korban
Dominasi Sawit Geser Saingan di Pasar Global
Pelemahan Harga Minyak Nabati Saingan Seret Turun Kontrak
Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50
Kurir Narkoba Terjepit Usai Tabrakan, Polisi Sita 112 Kg Ganja
Polemik Penetapan Tuan Rumah Muktamar NU 2026, Ini Penjelasan Alwan Saputra

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:30 WIB

Penurunan Harga Minyak Bumi Gagal Goyang Stabilitas Pasar

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:10 WIB

PN Jakarta Timur: Sidang Perdana dr. Tifa Pekan Depan, Roy Suryo Menunggu

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:50 WIB

Mantan Bos Taufik Hidayat Minta Hadiah Rp250 Juta Dedi Mulyadi Dikasi ke Korban

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:30 WIB

Dominasi Sawit Geser Saingan di Pasar Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:03 WIB

Pelemahan Harga Minyak Nabati Saingan Seret Turun Kontrak

Berita Terbaru

Daya tahan pasar pangan. Meskipun harga minyak mentah dunia merosot, pasar minyak nabati global tetap menunjukkan stabilitas tinggi berkat kuatnya permintaan musiman. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penurunan Harga Minyak Bumi Gagal Goyang Stabilitas Pasar

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:30 WIB

Daya tahan pasar pangan. Meskipun harga minyak mentah dunia merosot, pasar minyak nabati global tetap menunjukkan stabilitas tinggi berkat kuatnya permintaan musiman. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Dominasi Sawit Geser Saingan di Pasar Global

Kamis, 25 Jun 2026 - 09:30 WIB

Pelemahan di bursa komoditas. Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) Malaysia kembali melemah mengikuti penurunan harga minyak kedelai global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pelemahan Harga Minyak Nabati Saingan Seret Turun Kontrak

Kamis, 25 Jun 2026 - 09:03 WIB