Magang Nasional 2026 Hadir Lagi, Peserta Berpeluang Direkrut Jadi Karyawan Tetap

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Program Magang Nasional Batch 4 mengikuti pelatihan dan persiapan kerja sebelum ditempatkan di perusahaan mitra pada Juli 2026. (Posnews/Ist)

Peserta Program Magang Nasional Batch 4 mengikuti pelatihan dan persiapan kerja sebelum ditempatkan di perusahaan mitra pada Juli 2026. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kabar baik bagi para lulusan baru perguruan tinggi. Pemerintah kembali membuka Program Magang Nasional (PMN) Batch 4 mulai Juli 2026 dengan target menjangkau 150.000 peserta hingga akhir tahun.

Program ini menjadi peluang emas bagi fresh graduate untuk mendapatkan pengalaman kerja, meningkatkan kompetensi, sekaligus membuka jalan menuju karier profesional di berbagai sektor industri.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, mengatakan pemerintah menargetkan sekitar 50.000 peserta pada gelombang pertama yang dimulai Juli 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œProgram Magang Nasional Batch 4 dilaksanakan bertahap mulai Juli 2026. Gelombang pertama menargetkan sekitar 50.000 peserta, kemudian dilanjutkan gelombang kedua dan ketiga hingga mencapai total 150.000 peserta,” ujar Kurnia, Kamis (25/6/2026).

Ribuan Mitra Siap Tampung Peserta

Program ini mendapat dukungan besar dari dunia usaha dan instansi pemerintah. Sebanyak 8.056 mitra penyelenggara telah bergabung, terdiri dari 5.168 perusahaan swasta dan 2.888 satuan kerja kementerian maupun lembaga pemerintah.

Baca Juga :  Bajing Loncat Nekat di Siang Bolong, Polisi Bekuk 3 Pencuri Besi di Koja

Selain itu, terdapat 874 entitas BUMN yang ikut membuka peluang magang bagi peserta.

Berdasarkan data pemerintah, sektor perbankan BUMN menjadi penyedia program magang terbesar dengan 1.033 posisi.

Selanjutnya, sektor rumah sakit swasta menyediakan 191 posisi, konsultasi manajemen 168 posisi, perdagangan makanan dan minuman 167 posisi, serta sektor properti dan pengelolaan aset 151 posisi.

Daftar Mudah Lewat MagangHub

Kurnia menjelaskan perusahaan dan instansi mitra terlebih dahulu membuka kebutuhan posisi magang.

Setelah itu, peserta dapat memilih maksimal dua posisi sesuai minat dan kompetensinya melalui platform MagangHub.

Peserta mendaftar secara online melalui portal maganghub.kemnaker.go.id. Selanjutnya, perusahaan akan melakukan seleksi dan mengumumkan hasilnya melalui sistem yang sama.

Peserta yang lolos wajib menandatangani Perjanjian Pemagangan dan menjalani program selama enam bulan.

Dapat Uang Saku hingga Peluang Jadi Karyawan Tetap

Menariknya, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja. Selama mengikuti program, peserta juga menerima uang saku setara UMP/UMK, perlindungan jaminan sosial, serta sertifikat resmi pemagangan.

Baca Juga :  Satgas Haji 2026 Dibentuk, Polri Sikat Haji Ilegal, Kerugian Tembus Rp92 Miliar

Bahkan, banyak peserta berpeluang langsung direkrut menjadi karyawan tetap setelah menyelesaikan masa magang.

Selain itu, peserta wajib mengisi laporan harian melalui sistem monitoring dan evaluasi yang divalidasi mentor masing-masing.

Setelah program selesai, peserta berhak memperoleh Sertifikat Pemagangan dan mengikuti sertifikasi kompetensi melalui platform SertifHub.

Syarat Program Magang Nasional Batch 4

Pemerintah menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon peserta, yaitu:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki NIK.
  • Lulusan diploma, sarjana, atau pendidikan profesi dengan masa kelulusan maksimal satu tahun sejak ijazah diterbitkan.
  • Pemegang sertifikat profesi dapat mendaftar hingga dua tahun setelah lulus.
  • Berasal dari perguruan tinggi yang terdaftar di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Program Magang Nasional Batch 4 menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat kesiapan kerja generasi muda Indonesia.

Karena itu, para lulusan baru diharapkan memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas pengalaman, meningkatkan keterampilan, serta memperbesar peluang menembus dunia kerja yang semakin kompetitif.

Dengan ribuan perusahaan dan instansi yang terlibat, program ini bukan sekadar magang, melainkan jembatan menuju masa depan karier yang lebih cerah. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bayi Baru Lahir Kini Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital Lewat SatuSehat-SIAK
Viral Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, MUI: Lecehkan Kesucian Al-Quran
Gus Yaqut Jalani Sidang Perdana Dugaan Korupsi Kuota Haji di PN Jakarta Pusat
Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Dalami Aliran Uang ke Lisa Mariana
Brankas Besar Diduga Berisi Ekstasi di Klub Malam HH Club Planet Batam
Bareskrim Segel HH Club Planet 3.0 Batam, 32 Orang Diamankan – Diduga Sarang Narkoba
MUI Larang Peserta Karnaval 17 Agustus Pakai Busana Lawan Jenis
BNN Ungkap Bahaya Ketamin dalam Vape, Modus Baru Jaringan Narkoba Internasional

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Bayi Baru Lahir Kini Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital Lewat SatuSehat-SIAK

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:06 WIB

Viral Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, MUI: Lecehkan Kesucian Al-Quran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Gus Yaqut Jalani Sidang Perdana Dugaan Korupsi Kuota Haji di PN Jakarta Pusat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:24 WIB

Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Dalami Aliran Uang ke Lisa Mariana

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Brankas Besar Diduga Berisi Ekstasi di Klub Malam HH Club Planet Batam

Berita Terbaru

INTERNASIONAL

Kesepakatan Oman soal Selat Hormuz Memasuki Tahap Akhir

Selasa, 11 Agu 2026 - 14:00 WIB

Eropa Barat mengalami periode Juni-Juli terpanas yang pernah tercatat akibat perubahan iklim, memicu gelombang panas, kekeringan, dan kebakaran hutan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Eropa Barat Catat Juni-Juli Terpanas Sepanjang Sejarah

Selasa, 11 Agu 2026 - 13:48 WIB

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menolak peta jalan 15 poin usulan Donald Trump untuk Gaza. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Netanyahu Tolak Rencana Damai Gaza Terbaru dari Trump

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:00 WIB