Sidang Vonis Nadiem Makarim Digelar Hari Ini, Hakim Putus Kasus Chromebook

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim. (Posnews/Ist)

Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, dijadwalkan menjalani sidang pembacaan vonis dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook pada Selasa (30/6/2026).

Putusan majelis hakim akan menjadi penentu akhir setelah rangkaian persidangan yang berlangsung selama beberapa bulan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya menuntut Nadiem dengan pidana 18 tahun penjara serta denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain pidana pokok, jaksa juga menuntut Nadiem membayar uang pengganti Rp5,6 triliun. Apabila tidak dibayarkan, ia dituntut menjalani pidana tambahan selama 9 tahun penjara sesuai ketentuan yang didakwakan.

Jaksa menilai perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp2,1 triliun dalam proyek pengadaan laptop Chromebook.

Nadiem Yakin Layak Dibebaskan

Dalam nota pembelaannya, Nadiem menolak seluruh dakwaan dan tuntutan jaksa. Ia menegaskan fakta-fakta yang terungkap di persidangan tidak membuktikan unsur tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan.

Baca Juga :  Tragis! Istri Muda Habisi Nyawa Suami Saat Waktu Buka Puasa di Tangerang

“Kalau kita melihat semua fakta persidangan, satu saja dari keempat unsur dalam Tipikor tidak terbukti, terdakwa wajib dibebaskan,” tegas Nadiem saat membacakan pleidoi pada 9 Juni 2026.

Menurut Nadiem, pembuktian di persidangan justru memperlihatkan proses pengadaan berjalan sesuai aturan dan tidak ada unsur persekongkolan sebagaimana didalilkan penuntut umum.

Tim Kuasa Hukum Klaim Patahkan Dakwaan Jaksa

Kuasa hukum Nadiem, Zaid Mushafi, menyatakan tim pembela telah menghadirkan berbagai saksi untuk membantah dakwaan jaksa, termasuk perwakilan Google.

Menurut Zaid, tuduhan adanya permufakatan jahat dengan Google tidak terbukti setelah pihaknya menghadirkan saksi dari perusahaan tersebut di persidangan.

Selain itu, tim pembela juga menghadirkan guru dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka menyampaikan bahwa laptop Chromebook tetap bermanfaat dalam proses belajar mengajar dan masih dapat digunakan meski tanpa koneksi internet untuk sejumlah fungsi pembelajaran.

Bantah Dugaan Aliran Dana

Zaid juga membantah tudingan adanya aliran dana Rp809 miliar kepada Nadiem. Ia menjelaskan dana tersebut merupakan transaksi korporasi berupa pembelian saham internal, bukan penerimaan uang hasil proyek.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Meningkat, BNPB Lanjutkan Modifikasi Cuaca hingga 3 Februari

Ia turut menepis tuduhan peningkatan kekayaan Nadiem sebesar Rp4,8 triliun.

Menurutnya, angka tersebut berasal dari kenaikan nilai saham setelah perusahaan melakukan penawaran saham perdana (IPO), sementara kepemilikan saham telah dimiliki sejak 2015.

“Google juga tidak menjual Chromebook secara langsung, sehingga tuduhan adanya hubungan investasi dengan proyek pengadaan tidak berdasar,” ujar Zaid, Senin (29/6/2026).

Majelis Hakim Bacakan Putusan Hari Ini

Sidang putusan yang digelar hari ini menjadi tahapan krusial dalam perkara tersebut. Majelis hakim akan menilai seluruh alat bukti, keterangan saksi, ahli, tuntutan jaksa, serta pleidoi terdakwa sebelum menjatuhkan putusan.

Sesuai asas praduga tak bersalah, status hukum Nadiem baru memperoleh kepastian setelah majelis hakim membacakan amar putusan di persidangan terbuka.

Apa pun putusannya, vonis ini menjadi sorotan publik karena berkaitan dengan proyek digitalisasi pendidikan bernilai triliunan rupiah. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempuran Militer Pakistan: Pasukan Keamanan Tembak 29 Milisi
Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti 4-3
Menteri HAM Pigai Tolak Restorative Justice untuk Kasus Penyekapan YTR di Bandung
Rusia Hadapi Krisis Energi Pasca-Serangan Drone
Polisi Libatkan Ahli Forensik Usut Kelayakan Truk Penyebab Kecelakaan di Bekasi
Brasil Tekuk Jepang 2-1 pada Babak 32 Besar Piala Dunia
Korban Meninggal Gempa Venezuela Hingga 1.450 Jiwa
Denda $99 Juta Menanti: Australia Perketat Aturan Batas Umur

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:49 WIB

Gempuran Militer Pakistan: Pasukan Keamanan Tembak 29 Milisi

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:10 WIB

Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti 4-3

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:05 WIB

Menteri HAM Pigai Tolak Restorative Justice untuk Kasus Penyekapan YTR di Bandung

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:46 WIB

Sidang Vonis Nadiem Makarim Digelar Hari Ini, Hakim Putus Kasus Chromebook

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:37 WIB

Rusia Hadapi Krisis Energi Pasca-Serangan Drone

Berita Terbaru

Operasi pembalasan di perbatasan. Pasukan keamanan Pakistan meluncurkan operasi darat dan serangan udara taktis guna melumpuhkan 29 milisi bersenjata. Dok: (AP Photo)

INTERNASIONAL

Gempuran Militer Pakistan: Pasukan Keamanan Tembak 29 Milisi

Selasa, 30 Jun 2026 - 10:49 WIB

Kejutan terbesar di Piala Dunia 2026. Kiper Paraguay Orlando Gill tampil heroik dan menyingkirkan raksasa Jerman lewat drama adu penalti yang menegangkan. Dok: (AP Photo/Petr David Josek)

INTERNASIONAL

Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti 4-3

Selasa, 30 Jun 2026 - 09:10 WIB

Lompatan perang asimetris. Gempuran drone Ukraina membakar kilang minyak utama Rusia pada wilayah selatan saat Vladimir Putin mengakui negaranya menghadapi masa sulit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Rusia Hadapi Krisis Energi Pasca-Serangan Drone

Selasa, 30 Jun 2026 - 08:37 WIB