JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Perjuangan guru di wilayah pesisir Indonesia menyimpan kisah inspiratif.
Jauh sebelum menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG), banyak guru mengajar dengan honor yang sangat minim, bahkan hanya Rp80 ribu hingga Rp150 ribu per bulan. Meski demikian, mereka tetap setia mendidik generasi bangsa.
Kini, penyaluran TPG yang langsung masuk ke rekening setiap bulan memberi kepastian penghasilan sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru sehingga mereka dapat lebih fokus mengajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Guru Informatika SMP Swasta Maritim Mola, Tino, merasakan langsung manfaat kebijakan tersebut.
Saat mulai mengajar pada akhir 2021, ia hanya menerima insentif dana BOS sekitar Rp400 ribu per bulan yang dibayarkan setiap tiga bulan.
Setelah menerima TPG, Tino mengaku lebih tenang menjalankan tugas sebagai pendidik.
Ia memanfaatkan tunjangan itu untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menunjang proses belajar, termasuk membeli kuota internet dan media pembelajaran.
“TPG sangat membantu kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung pembelajaran,” ujar Tino, seperti dikutip dari keterangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, penyaluran TPG setiap bulan membuat guru tidak lagi khawatir soal kebutuhan dasar sehingga dapat lebih fokus mendampingi siswa.
Selain meningkatkan kesejahteraan, Tino berharap pemerintah terus menggelar pelatihan agar kompetensi guru dan kualitas pendidikan di daerah pesisir seperti Mola Bahari semakin meningkat.
Honor Naik dari Rp150 Ribu hingga Terima TPG
Kisah serupa dialami Guru Geografi SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi, Gita Novalista. Saat pertama mengajar, ia hanya menerima honor sekitar Rp150 ribu per bulan.
Setelah bertahun-tahun mengabdi, honornya naik menjadi Rp500 ribu sebelum akhirnya memperoleh TPG pada awal 2025.
“TPG sangat membantu dan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengajar,” kata Gita.
Sementara itu, guru lainnya, Waode, mengenang masa ketika dirinya hanya menerima honor sekitar Rp80 ribu per bulan.
Keterbatasan tersebut membuat banyak guru memilih berhenti, sementara guru yang bertahan harus saling menggantikan mengajar agar proses belajar tetap berjalan.
Kini, setelah menerima TPG sejak awal 2025, Waode mengaku perjuangan panjang para guru akhirnya mendapat penghargaan yang layak.
“Alhamdulillah, TPG sangat membantu. Ini menjadi hak guru yang sudah bertahun-tahun mengabdi,” ujarnya.
Kemendikdasmen: TPG Bentuk Penghargaan bagi Guru
Sekretaris Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Temu Ismail, menegaskan Tunjangan Profesi Guru (TPG) menjadi bentuk penghargaan pemerintah atas profesionalisme guru ASN maupun non-ASN.
Ia juga mengajak guru, termasuk di daerah terpencil dan kepulauan, terus meningkatkan mutu pendidikan demi mencetak SDM Indonesia yang unggul.
Hingga Juni 2026, pemerintah telah menyalurkan TPG kepada 2.796 guru di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan nilai Rp33,6 miliar.
Khusus Kabupaten Wakatobi, sebanyak 821 guru telah menerima TPG senilai Rp9,8 miliar. **
Editor : Hadwan












