Prabowo Tegas: Beda Partai Bukan Masalah, Ajak Rusuh Itu Pengkhianatan

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Jakarta.
(Posnews/Kemenkop)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Jakarta. (Posnews/Kemenkop)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan tegas saat menghadiri puncak Hari Koperasi Nasional di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, ia mengecam keras siapa pun yang mengajak masyarakat membakar fasilitas publik setelah kalah dalam kontestasi politik.

Prabowo: Beda Partai Itu Biasa

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prabowo menegaskan bahwa persaingan politik tidak boleh merusak persatuan bangsa. Ia menilai perbedaan partai dan pilihan politik merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat.

“Berbeda partai tidak ada masalah. Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik. Enggak ada masalah,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Bareskrim Bongkar TPPU Koko Erwin, Istri dan Anak Terseret - Aset Rp15,3 Miliar Disita

Sebut Penghasut Kerusuhan sebagai Pengkhianat

Meski menghormati perbedaan politik, Prabowo mengaku tidak bisa menerima tindakan yang menghasut massa untuk melakukan perusakan atau membakar fasilitas umum setelah hasil pemilu diumumkan.

Menurutnya, pemimpin harus memberi teladan dalam menghormati proses demokrasi, bukan justru memprovokasi tindakan yang merugikan masyarakat.

“Siapa yang menang, monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar, itu bangsa apa itu? Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat, saudara-saudara sekalian,” tegas Prabowo.

Ceritakan Pengalaman Empat Kali Kalah Pilpres

Prabowo kemudian mengungkap pengalamannya mengikuti pemilihan presiden. Ia mengatakan pernah mengalami kekalahan sebanyak empat kali, tetapi tidak pernah mengajak pendukungnya melakukan aksi anarkis.

Sebaliknya, ia memilih menghormati hasil pemilu dan menghadiri pelantikan presiden terpilih sebagai bentuk penghormatan terhadap konstitusi dan demokrasi.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Langit Berawan, Hujan Ringan Potensi di Sejumlah Wilayah

“Saya maju lima kali pemilihan, empat kali kalah. Enggak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo saja enggak. Saya datang, pelantikan rival saya, saya datang, saya hormat, saya kasih selamat,” ujarnya.

Demokrasi Harus Dijaga dengan Sportivitas

Prabowo mengibaratkan demokrasi seperti pertandingan olahraga. Menurutnya, setiap kompetisi pasti menghasilkan pemenang dan pihak yang kalah.

Karena itu, semua pihak harus menerima hasil secara dewasa dan menjunjung tinggi sportivitas.

Ia menegaskan bahwa perbedaan politik tidak boleh berubah menjadi permusuhan ataupun aksi kekerasan yang mengganggu ketertiban umum.

Pemerintah juga terus mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar menjaga persatuan, menghormati proses hukum, dan menyelesaikan setiap perbedaan melalui mekanisme demokrasi yang berlaku. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Ultimatum Koruptor: Kembalikan Uang Rakyat atau Hadapi Penegakan Hukum
KSAD Maruli Pimpin Kenaikan Pangkat 35 Brigjen TNI AD, Ini Daftar Lengkapnya
Sosok Tan Kian Disorot, Pengusaha Properti yang Kini Diperiksa sebagai Saksi
KPK Awasi 3 Kasus Korupsi Kortastipidkor Polri, Pengambilalihan Perkara Masih Dikaji
Panja DPR Awasi Kasus Korupsi Batu Bara – ASABRI, Don Ritto dan Febrie Adriansyah Tersangka
KPK Tahan Bupati Sukoharjo, Dugaan Uang Setoran OPD Mengalir ke Rumah Pribadi
Jaringan Narkoba Katingan Digulung, 9 Tersangka Ditangkap, 3 Buronan Diburu
Siapa Rudi Margono? Jaksa Senior yang Kini Pimpin Sementara Jampidsus

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:33 WIB

Prabowo Ultimatum Koruptor: Kembalikan Uang Rakyat atau Hadapi Penegakan Hukum

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:02 WIB

Prabowo Tegas: Beda Partai Bukan Masalah, Ajak Rusuh Itu Pengkhianatan

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:44 WIB

KSAD Maruli Pimpin Kenaikan Pangkat 35 Brigjen TNI AD, Ini Daftar Lengkapnya

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:09 WIB

Sosok Tan Kian Disorot, Pengusaha Properti yang Kini Diperiksa sebagai Saksi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:00 WIB

KPK Awasi 3 Kasus Korupsi Kortastipidkor Polri, Pengambilalihan Perkara Masih Dikaji

Berita Terbaru