Trump Tabrak Aturan PBB: AS Siap Lelang Laut

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah berani sekaligus kontroversial dari Washington. Pemerintah Amerika Serikat bersiap melelang wilayah laut luas di Samoa Amerika untuk proyek tambang laut dalam. Dok: Istimewa.

Langkah berani sekaligus kontroversial dari Washington. Pemerintah Amerika Serikat bersiap melelang wilayah laut luas di Samoa Amerika untuk proyek tambang laut dalam. Dok: Istimewa.

PAGO PAGO, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat bersiap melelang perairan Samoa Amerika.

Langkah kontroversial ini bertujuan untuk penambangan laut dalam.

Keputusan sepihak tersebut memicu kecaman keras berbagai negara dunia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ambisi Eksploitasi Tambang Pemerintahan Trump

Pemerintah mengumumkan rencana lelang wilayah laut tersebut hari Jumat.

Lelang raksasa ini mencakup wilayah seluas 33 juta hektare.

Presiden Donald Trump terus mempercepat izin tambang laut dalam.

Langkah Trump mengabaikan protes dari para aktivis lingkungan global.

Kebijakan ini juga menabrak aturan Otoritas Dasar Laut PBB.

Sebelumnya, pemerintah AS selalu menghormati keputusan lembaga internasional tersebut.

Baca Juga :  Polisi Inggris Dalami Skandal Jabatan Andrew Mountbatten-Windsor

Penolakan Global dan Kekhawatiran Dampak Ekologis

Lebih dari 43 negara menuntut moratorium tambang bawah laut.

Para ilmuwan mengkhawatirkan kerusakan ekosistem laut yang rapuh.

Aktivitas tambang menghasilkan kebisingan dan badai debu bawah air.

Namun, Amerika Serikat tetap mengincar tembaga serta seng.

Industri membutuhkan komoditas tersebut untuk baterai kendaraan listrik.

“China mendominasi pasokan mineral kritis dunia saat ini,” ujar Matt Giacona.

Giacona menjabat sebagai pimpinan Administrasi Mineral Kelautan AS.

Ia menilai dominasi China membahayakan sektor pertahanan Amerika.

Kemarahan Penduduk Lokal Samoa Amerika

Kelompok masyarakat Samoa Amerika melayangkan protes keras ke Washington.

Juru bicara komunitas Seumalu Elora Raymond menyuarakan kekecewaan warga.

Ia menuduh pemerintah mengabaikan suara penduduk asli Samoa Amerika.

“Kami menolak kehancuran lingkungan demi keuntungan korporasi semata,” tegas Raymond.

Baca Juga :  Kapal Selam AS Tenggelamkan Frigat Iran di Perairan Sri Lanka

Pemerintah lokal Samoa Amerika melarang tambang di laut mereka.

Pengacara Earthjustice J.V. Langkilde mengecam keras kebijakan egois Trump.

Langkilde menilai Trump menjadikan Samoa Amerika kelinci percobaan industri.

Kedalaman Ekstrem dan Risiko Area Lindung

Biro Kelautan AS merilis laporan analisis dampak lingkungan wilayah lelang.

Area tambang memiliki kedalaman hingga 6.000 meter di bawah laut.

Lokasi proyek bertetangga dekat dengan Suaka Margasatwa Rose Atoll.

Biro Kelautan AS menawarkan opsi lima lisensi komersial awal.

Penerima lisensi wajib melakukan survei bio-fisika terlebih dahulu.

Biro Kelautan AS mengakui minimnya data keanekaragaman hayati laut dalam.

Amerika Serikat belum meratifikasi Konvensi Hukum Laut PBB.

Oleh karena itu, lembaga NOAA memegang kendali penuh perizinan.

Sistem baru memperbolehkan perusahaan mengajukan izin eksplorasi secara kilat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmi Pimpin Partai Buruh Inggris Menuju Downing Street
Skandal Video: Filipina Protes Keras Media Pemerintah China
Serangan Israel Hantam Prosesi Pemakaman di Gaza
Tantang Dominasi AS: Xi Jinping Pimpin Koalisi AI
Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Pemerintah Trump Ancam Cabut Dana Pemilu
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Pidato Kontroversial Trump Tuduh China dan Picu Boikot Media

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:00 WIB

Trump Tabrak Aturan PBB: AS Siap Lelang Laut

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:34 WIB

Resmi Pimpin Partai Buruh Inggris Menuju Downing Street

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:30 WIB

Skandal Video: Filipina Protes Keras Media Pemerintah China

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:30 WIB

Serangan Israel Hantam Prosesi Pemakaman di Gaza

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:30 WIB

Tantang Dominasi AS: Xi Jinping Pimpin Koalisi AI

Berita Terbaru