SEMARANG, POSNEWS.CO.ID – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 6 Semarang terus bertambah. Dinkes Kota Semarang mencatat 707 orang mengalami gejala, terdiri dari 693 siswa dan 14 guru.
Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil pendataan sementara yang terus diperbarui seiring proses penelusuran di lapangan.
“Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 707 orang mengalami gejala, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru,” ujar Hakam, Jumat (31/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagian Besar Korban Ditangani di Sekolah
Dinkes bergerak cepat dengan memberikan penanganan medis kepada para korban.
Sebanyak 698 orang mendapat perawatan langsung di lingkungan sekolah, sedangkan 9 orang dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk menjalani observasi lebih lanjut.
Korban yang dirujuk mendapat penanganan di Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu.
Hakam menegaskan seluruh korban terus dipantau agar kondisinya tetap stabil dan memperoleh penanganan sesuai prosedur medis.
Sampel Makanan Diuji di Laboratorium
Selanjutnya, Dinkes Kota Semarang langsung menyelidiki penyebab insiden tersebut.
Tim kesehatan telah mengambil sampel makanan MBG yang dikonsumsi para siswa dan guru untuk diperiksa di laboratorium.
Dinkes berkoordinasi dengan SMKN 6 Semarang, SPPG Semarang Timur/Karangturi, Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri, dan instansi terkait untuk mempercepat penelusuran epidemiologi.
Distribusi MBG Dihentikan Sementara
Distribusi makanan dari penyelenggara SPPG dihentikan sementara hingga penyelidikan epidemiologi dan uji laboratorium selesai.
Pemkot Semarang akan mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan keamanan pangan.
Kasus dugaan keracunan MBG di SMKN 6 Semarang menjadi perhatian serius karena melibatkan ratusan siswa dan belasan guru.**
Editor : Hadwan













