Rebutan Warisan Berujung Maut di Tapanuli Selatan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

TAPANULI SELATAN, POSNEWS.CO.ID — Sengketa harta warisan berujung tragedi berdarah di Desa Pinagar, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.

Seorang petani berinisial SS (58) tewas setelah ditikam adik kandungnya sendiri, GS (53), pada Rabu (5/8/2026) malam.

Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan IPTU B.D. Sitorus mengatakan peristiwa bermula ketika korban dan pelaku terlibat pertengkaran yang berkembang menjadi perkelahian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam insiden itu, GS diduga menikam kakaknya hingga korban roboh dan meninggal di lokasi.

Baca Juga :  BNPB Pastikan Seluruh Korban Tertimbun di Ponpes Al Khoziny Ditemukan

“Petugas menemukan seorang laki-laki tergeletak dalam kondisi meninggal dunia dan diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan adik kandungnya sendiri,” kata Sitorus, Jumat (7/8/2026).

Setelah menerima laporan warga, polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti. Hasil penyelidikan mengarah kepada GS sebagai pelaku utama.

Tak lama berselang, polisi menangkap GS di sebuah pondok milik warga di Desa Pinagar.

Pelaku kemudian diamankan ke Mapolres Tapanuli Selatan untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Penyidik mengungkap bahwa perebutan harta warisan menjadi pemicu utama penikaman tersebut.

Baca Juga :  Viral di Kendari, Napi Korupsi Keluar Rutan untuk Ngopi, Ini Sanksinya

“Motif penganiayaan berkaitan dengan persoalan perebutan harta warisan,” ujar Sitorus.

Polisi masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk asal senjata tajam yang digunakan pelaku.

Jenazah korban telah dievakuasi untuk proses pemeriksaan, sementara GS ditahan dan dijerat pasal pembunuhan atau penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia sesuai ketentuan KUHP yang berlaku.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa konflik keluarga akibat sengketa warisan dapat berubah menjadi tindak pidana yang berujung hilangnya nyawa. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Gerebek Five Stars Bali, 53 Orang Diamankan dalam Kasus Narkoba
Mayat di Bagasi Mobil Grobogan Terungkap, Korban Bos Konter HP Ambarawa
Majalengka Perkuat Benteng Antinarkoba, Pemkab dan BNN Bergerak Lindungi Generasi Muda
Hendak Azan, Marbut Masjid di Purwakarta Diduga Dihabisi dengan Senjata Tajam
Bocah Tewas Diduga Diterkam Buaya di Jambi Saat Bersiap Berangkat Sekolah
Pasutri di Bandung Diduga Jambret HP Anak di Bawah Umur, Dibekuk Warga Saat Kabur
Nenek 69 Tahun Tewas di Tangan Oknum Polisi, Motif Rp50 Juta Terungkap
Siswa SMP di Pemalang Tewas Diduga Korban Bullying, Polisi Periksa 11 Saksi

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Bareskrim Gerebek Five Stars Bali, 53 Orang Diamankan dalam Kasus Narkoba

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Rebutan Warisan Berujung Maut di Tapanuli Selatan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:27 WIB

Mayat di Bagasi Mobil Grobogan Terungkap, Korban Bos Konter HP Ambarawa

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Majalengka Perkuat Benteng Antinarkoba, Pemkab dan BNN Bergerak Lindungi Generasi Muda

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Hendak Azan, Marbut Masjid di Purwakarta Diduga Dihabisi dengan Senjata Tajam

Berita Terbaru

Tri Waluyo menerima audiensi Koalisi Santri Kota di DPRD DKI Jakarta. (Posnews/MR)

JABODETABEK

PKB DKI Dorong Perda Pesantren untuk 107 Pesantren Jakarta

Jumat, 7 Agu 2026 - 14:43 WIB

Wamendag Dyah Roro Esti membuka Sanur Fashion Week 2026 di Denpasar, Bali. (Posnews/Kemendag)

EKBIS

Sanur Fashion Week 2026 Jadi Panggung Wastra Indonesia

Jumat, 7 Agu 2026 - 14:32 WIB

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

DAERAH

Rebutan Warisan Berujung Maut di Tapanuli Selatan

Jumat, 7 Agu 2026 - 13:22 WIB