PROBOLINGGO, POSNEWS.CO.ID β Kebakaran hutan dan lahan yang terus meluas di kawasan Gunung Bromo memaksa Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup total seluruh akses wisata mulai Sabtu malam, 8 Agustus 2026.
Penutupan dilakukan demi keselamatan wisatawan sekaligus memberi ruang bagi tim gabungan untuk mempercepat proses pemadaman.
Balai Besar TNBTS memberlakukan penutupan mulai Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan tersebut mencakup seluruh pintu masuk kawasan wisata, yakni Cemorolawang, Wonokitri, Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha memastikan wisatawan yang telah membeli tiket secara daring tidak akan kehilangan haknya.
βBagi pengunjung yang sudah melakukan pembelian tiket masuk melalui aplikasi booking online untuk kunjungan selama masa penutupan, kami memberikan kesempatan untuk penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian dana (refund),β ujar Rudijanta, Minggu (9/8/2026).
Selanjutnya, pengunjung dapat mengajukan refund maupun reschedule dengan mengisi formulir yang disediakan pengelola.
Petugas admin portal pemesanan akan mengirimkan tautan dan petunjuk pengisian formulir secara langsung kepada setiap pemesan.
Api Menjalar ke Savana dan Mengarah ke Bukit B-29
Sementara itu, kebakaran di kawasan TNBTS terus meluas akibat angin kencang yang mempercepat pergerakan api.
Kobaran mulai menjalar ke sebagian kawasan padang savana Bromo dan bergerak menuju Bukit B-29 di wilayah Kabupaten Lumajang.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko bagi petugas gabungan yang masih melakukan pemadaman di lapangan. Tim terus berupaya menahan laju api agar tidak meluas ke area yang lebih sensitif.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan angin yang sempat mereda memberi kesempatan bagi tim untuk kembali melakukan penyekatan api.
βSaat angin agak mereda, tim bergerak maju ke arah Jemplang melalui jalur lama dan berhasil memutus api agar tidak menyeberangi jalur tersebut,β kata Oemar.
Menurut Oemar, penutupan total Gunung Bromo berlaku dari empat wilayah akses utama, yakni Kabupaten Lumajang, Malang, Pasuruan, dan Probolinggo.
Balai Besar TNBTS menegaskan bahwa penutupan dilakukan murni demi keamanan pengunjung dan untuk mendukung operasi pemadaman yang masih berlangsung.
Hingga Minggu (9/8/2026), petugas gabungan terus melakukan upaya pemadaman serta pemantauan intensif terhadap pergerakan api di kawasan Bromo.
Masyarakat dan wisatawan diimbau menunda perjalanan ke Gunung Bromo hingga TNBTS dan BPBD menyatakan kawasan kembali aman. **
Editor : Hadwan












