Budi Santoso Tegaskan Komitmen Indonesia Perkuat Sistem Perdagangan BRICS

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Budi Santoso menghadiri BRICS Trade Ministers’ Meeting di Jaipur, India. (Posnews/Kemendag)

Menteri Perdagangan Budi Santoso menghadiri BRICS Trade Ministers’ Meeting di Jaipur, India. (Posnews/Kemendag)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral yang adil, terbuka, transparan, inklusif, dan berbasis aturan.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, Indonesia mendorong negara-negara BRICS memperluas kerja sama konkret yang mampu menjaga stabilitas perdagangan internasional sekaligus mempercepat pertumbuhan negara berkembang.

Budi Santoso menyampaikan komitmen tersebut setelah menghadiri BRICS Trade Ministers’ Meeting (TMM) pada 6–7 Agustus 2026 di Jaipur, India, yang berlangsung di bawah Presidensi India 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indonesia menegaskan pentingnya menjaga sistem perdagangan multilateral berbasis aturan melalui WTO yang kuat, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan global. Pada saat yang sama, BRICS perlu terus menghadirkan kerja sama nyata yang memberi manfaat langsung bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang,” ujar Budi Santoso.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Selasa 24 Februari 2026, BMKG Prediksi Hujan Ringan Dominan

Indonesia Dorong Kerja Sama Nyata BRICS

Menurut Budi Santoso, para menteri perdagangan BRICS menyepakati sebagian besar substansi pembahasan meski belum menghasilkan pernyataan bersama (joint statement).

Pertemuan tersebut memfokuskan pembahasan pada empat agenda utama.

Pertama, BRICS memperkuat sistem perdagangan multilateral dengan WTO sebagai pilar utama, termasuk memperjuangkan perlakuan khusus bagi negara berkembang dan pemulihan sistem penyelesaian sengketa dua tingkat.

Kedua, BRICS memperluas internasionalisasi UMKM melalui peningkatan akses pembiayaan perdagangan, termasuk pengembangan mekanisme invoice discounting.

Ketiga, BRICS memperkuat rantai nilai global melalui digitalisasi perdagangan, konektivitas, kawasan ekonomi khusus, dan penguatan industri.

Keempat, BRICS mendorong perdagangan jasa digital lintas batas dan memperkuat ekonomi digital negara berkembang.

Budi Santoso menegaskan Indonesia mendukung kemudahan pembiayaan UMKM, penguatan rantai nilai, dan percepatan transformasi digital.

India: BRICS Makin Solid Hadapi Ketidakpastian Global

Piyush Goyal menyebut BRICS mencatat kemajuan dalam kerja sama perdagangan dan ekonomi selama Keketuaan India.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jabodetabek 6–7 Desember 2025: Hujan Merata, Tidak Ada Potensi Ekstrem

Menurutnya, persahabatan, dialog, kemitraan, dan diplomasi menjadi fondasi utama BRICS dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Ia berharap kerja sama yang telah dibangun dapat berlanjut ketika Tiongkok memegang Presidensi BRICS pada 2027.

Piyush mengatakan Tiongkok akan melanjutkan Keketuaan BRICS pada 2027 untuk memperkuat kerja sama dan kemakmuran anggota.

Indonesia Sambut Strategy for BRICS Economic Partnership 2030

Selain itu, para Menteri Perdagangan BRICS mempertegas komitmen mereka untuk menyelesaikan Strategy for BRICS Economic Partnership 2030.

Strategi tersebut menjadi acuan utama pengembangan program dan kerja sama ekonomi BRICS hingga 2030.

Budi Santoso menilai strategi tersebut penting agar BRICS lebih responsif terhadap dinamika perdagangan global dan memperkuat kerja sama yang inklusif.

“Indonesia menyambut baik penyelesaian Strategy for BRICS Economic Partnership 2030. Strategi ini diharapkan memperluas peluang perdagangan, investasi, dan pembangunan inklusif bagi negara anggota BRICS.**

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendag Budi Santoso Dorong Sistem Perdagangan Berbasis Aturan untuk UMKM
Indonesia dan Mesir Percepat Perundingan Dagang PTA dan FTA
Sanur Fashion Week 2026 Jadi Panggung Wastra Indonesia
Wamendag Lepas Ekspor 3,5 Ton Salak Bali ke Tiongkok, Nilainya Rp232 Juta
Camilan Asal Tangerang Tembus Arab Saudi, Ekspor Perdana Bernilai Rp288 Juta
IFW 2026 Jadi Panggung Wastra Indonesia Mendunia
Mendag Budi Santoso Ungkap Kunci Masa Depan Kakao Indonesia
Komisi VI DPR Setujui 4 Perjanjian Dagang, Mendag Bidik Pasar Ekspor Baru

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Budi Santoso Tegaskan Komitmen Indonesia Perkuat Sistem Perdagangan BRICS

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Mendag Budi Santoso Dorong Sistem Perdagangan Berbasis Aturan untuk UMKM

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:10 WIB

Indonesia dan Mesir Percepat Perundingan Dagang PTA dan FTA

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Sanur Fashion Week 2026 Jadi Panggung Wastra Indonesia

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Wamendag Lepas Ekspor 3,5 Ton Salak Bali ke Tiongkok, Nilainya Rp232 Juta

Berita Terbaru

Kesepakatan lisensi baru membuka jalan bagi remake Commodore Amiga berbasis FPGA. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kesepakatan Lisensi Baru Buka Jalan bagi Remake Commodore

Minggu, 9 Agu 2026 - 12:00 WIB

Steam Frame dikabarkan bakal mengusung harga di atas USD 1.000. Kenaikan harga chip Qualcomm disebut menjadi penyebab utama lonjakan biaya ini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Steam Frame Dikabarkan Bakal Berharga di Atas USD 1.000

Minggu, 9 Agu 2026 - 11:00 WIB