Rekor Serangan Pekerja Kemanusiaan Capai Puncak Tertinggi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 PBB mengecam lonjakan serangan terhadap relawan kemanusiaan global yang dipicu oleh eskalasi konflik dan penggunaan drone bersenjata. Dok: Istimewa.

PBB mengecam lonjakan serangan terhadap relawan kemanusiaan global yang dipicu oleh eskalasi konflik dan penggunaan drone bersenjata. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, JENEWA — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat rekor serangan tertinggi terhadap pekerja kemanusiaan. Penggunaan drone bersenjata turut meningkatkan potensi ancaman bahaya di kawasan konflik. Akibatnya, PBB mengecam keras tren kekerasan yang kian memprihatinkan ini.

Data Aid Worker Security Database mencatat 907 pekerja bantuan menjadi korban serangan. Angka tersebut mencakup korban tewas, luka-luka, maupun penculikan sepanjang tahun lalu. Selanjutnya, jumlah insiden ini melampaui rekor 833 korban pada tahun sebelumnya.

Dari total insiden tersebut, 350 pekerja kemanusiaan tewas saat menjalankan tugas. Jumlah kematian ini mengalami penurunan tipis dari angka 387 korban. Namun, tingkat risiko bahaya bagi para relawan tetap berada pada level kritis.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras lonjakan aksi kekerasan tersebut. Selain itu, ia mendesak seluruh pihak mematuhi hukum perang internasional. Ia juga menuntut penegakan hukum tegas terhadap para pelaku penyerangan relawan.

PBB mengibarkan bendera setengah tiang di markas New York dan Jenewa. Penghormatan ini menandai peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia bagi para korban gugur. Sementara itu, Kepala Bantuan PBB Tom Fletcher menyoroti ancaman dari drone bersenjata.

Serangan drone menghantam wilayah Goma di Republik Demokratik Kongo pada Maret lalu. Insiden mematikan tersebut menewaskan tiga orang termasuk seorang pekerja bantuan Prancis. Konvoi bantuan di Sudan serta Ukraina juga berulang kali menghadapi gempuran serupa.

Baca Juga :  AS Sanksi Jaringan Tentara Bayaran Kolombia yang Bantu Genosida Sudan

Kawasan Gaza menjadi lokasi paling mematikan bagi pekerja kemanusiaan sepanjang 2025. Sebanyak 186 relawan kemanusiaan tewas di wilayah pertempuran tersebut. Selanjutnya, wilayah konflik Sudan menempati posisi kedua paling berbahaya bagi misi kemanusiaan.

Perwakilan Oxfam Bushra Khalidi mendesak penguatan sistem perlindungan bagi relawan kemanusiaan. Ia menilai gelombang serangan tersebut telah mengancam keberlangsungan aksi kemanusiaan global. Oleh karena itu, PBB terus mendorong penyelidikan independen atas kematian para relawan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ABC dan Disney Menggugat FCC Terkait Ancaman Pencabutan
Kapal Perang AS USS Benfold Mati Listrik Empat Hari
Trump Klaim Selat Hormuz Wilayah Baru AS
Petani Jepang Ubah Jadwal Kerja Jadi Malam Hari
Jepang Bakal Uji Coba Rudal Hipersonik di Wilayah Australia
Futures Sawit Malaysia Naik, Ikuti Kinerja Bursa Dalian
Kebakaran Hutan Landa Belgia dan Yunani, Dua Tewas
Trump Perintahkan Pentagon Kurangi Latihan Militer

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:02 WIB

ABC dan Disney Menggugat FCC Terkait Ancaman Pencabutan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:30 WIB

Kapal Perang AS USS Benfold Mati Listrik Empat Hari

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Trump Klaim Selat Hormuz Wilayah Baru AS

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:30 WIB

Rekor Serangan Pekerja Kemanusiaan Capai Puncak Tertinggi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Petani Jepang Ubah Jadwal Kerja Jadi Malam Hari

Berita Terbaru

Jaringan televisi ABC dan induk perusahaannya, Disney, resmi menggugat Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS ke pengadilan federal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

ABC dan Disney Menggugat FCC Terkait Ancaman Pencabutan

Kamis, 20 Agu 2026 - 09:02 WIB

Kapal perusak Angkatan Laut AS USS Benfold mengalami mati listrik selama empat hari di Samudra Pasifik hingga harus ditarik ke Teluk Subic, Filipina. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kapal Perang AS USS Benfold Mati Listrik Empat Hari

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:30 WIB