POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Presiden AS Donald Trump membantah negosiasi dengan Iran. Ia mengklaim Selat Hormuz sebagai wilayah baru AS.
Trump menyampaikan pembantahan tersebut lewat platform Truth Social. Selanjutnya, ia menegaskan armada laut AS tetap mempertahankan blokade.
Selain itu, Trump mengunggah peta Selat Hormuz. Peta tersebut melabeli jalur energi vital itu sebagai wilayah AS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Klaim ini membantah pernyataan utusan khusus Jared Kushner. Sebelumnya, Kushner mengklaim dialog kedua negara berjalan positif.
Sementara itu, militer Uni Emirat Arab memprotes serangan Iran. Iran meluncurkan dua rudal balistik ke wilayah laut UEA.
Pemerintah Iran menolak membuka kembali Selat Hormuz. Negosiator Mohammad Bagher Ghalibaf menuntut penghapusan sanksi minyak.
Ia juga meminta AS membayar ganti rugi perang. Oleh karena itu, krisis energi global ini terus meluas.
Langkah Trump mengklaim wilayah asing bukan hal baru. Sebelumnya, ia mengancam mencaplok Kanada, Greenland, dan Gaza.
Akibatnya, lonjakan harga energi terus membebankan konsumen Amerika. Situasi ini mengancam posisi politik Trump menjelang pemilu sela.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














