POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Kapal perang USS Benfold mengalami kerusakan mesin fatal di Samudra Pasifik. Kerusakan generator tersebut memadamkan seluruh aliran listrik kapal selama empat hari.
Juru bicara Angkatan Laut AS Matthew Comer membenarkan insiden teknis tersebut. Akibatnya, sekitar 300 prajurit hidup tanpa air minum dan makanan hangat.
Selain itu, toilet dan pendingin udara kapal mati total. Media USNI News pertama kali mempublikasikan peristiwa memprihatinkan ini.
Sementara itu, kapal perang USS Robert Smalls mengirim bantuan makanan. Selanjutnya, kapal tunda menarik USS Benfold ke Teluk Subic, Filipina.
Kapal perang tersebut tiba di Subic pada 28 Juli. Pihak militer kemudian menyediakan fasilitas penginapan di darat bagi seluruh prajurit.
Setelah perbaikan, USS Benfold kembali berlayar pada 8 Agustus. Namun, insiden ini memicu kritik keras dari Kongres AS.
Para politisi Demokrat menuntut penyelidikan menyeluruh atas krisis logistik militer. Sebelumnya, kapal induk USS Abraham Lincoln juga mengalami kelangkaan pasokan.
Oleh karena itu, Pentagon kini menghadapi tekanan besar terkait kesejahteraan prajurit. Di sisi lain, armada USS George Washington bergerak menuju Timur Tengah.
Langkah ini membuat kawasan Pasifik kehilangan kehadiran kapal induk AS. Pemerintah AS tetap memantau pergerakan militer Tiongkok di kawasan tersebut.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia















