Datang Membawa Bantuan, Ahmad Zaki Pergi untuk Selamanya di Tanah Flores

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan evakuasi relawan Ahmad Zaki yang meninggal saat menjalankan misi kemanusiaan untuk korban gempa NTT. (Posnews/Basarnas)

Tim SAR gabungan evakuasi relawan Ahmad Zaki yang meninggal saat menjalankan misi kemanusiaan untuk korban gempa NTT. (Posnews/Basarnas)

MANGGARAI TIMUR, POSNEWS.CO.ID – Misi kemanusiaan untuk membantu penyintas gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) berubah menjadi kabar duka.

Ahmad Zaki Ali (42), relawan asal Jakarta sekaligus pendiri Yayasan Gerak Bareng, meninggal dunia saat mendistribusikan bantuan logistik di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Zaki meninggal pada Jumat (21/8/2026) ketika rombongannya bergerak dari Reo menuju Lamba Leda Utara untuk mengantarkan bantuan bagi warga terdampak gempa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi terbaru menyebut ia diduga mengalami gangguan jantung setelah kondisi tubuhnya menurun akibat kelelahan.

Tubuh Melemah Saat Membawa Bantuan

Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, menjelaskan Zaki sempat menyampaikan kondisi tubuhnya yang tidak fit ketika perjalanan berlangsung.

Saat itu, Zaki meminta rekannya menghentikan kendaraan pengangkut logistik. Ia kemudian berusaha melepas jaket dan helm karena merasa kondisinya semakin tidak baik.

Baca Juga :  Sabu 30 Kilogram Gagal Diselundupkan di Dumai, Kurir Nyaris Tabrak Polisi

Rekan-rekannya segera memberikan pertolongan. Namun, kondisi Zaki terus menurun hingga akhirnya tidak sadarkan diri.

Tim kemudian membawa Zaki ke Puskesmas Dampek. Sayangnya, petugas medis menyatakan relawan tersebut telah meninggal dunia ketika tiba di fasilitas kesehatan.

Jenazah Dievakuasi Menggunakan Helikopter

Setelah mendapat penanganan awal, proses pemulangan jenazah dilakukan oleh tim SAR gabungan. Basarnas mengevakuasi jenazah Zaki dari lokasi bencana menggunakan helikopter Dauphin pada Sabtu (22/8/2026).

Kepergian Zaki meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sesama relawan, dan masyarakat yang menerima bantuan.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya relawan tersebut.

Gugur di Tengah Misi Membantu Korban Gempa

Zaki datang ke Flores bukan untuk mencari keuntungan. Ia berada di tengah wilayah bencana untuk membantu warga yang masih menghadapi dampak gempa bumi M7,7 yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026.

Gempa tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerusakan besar di sejumlah wilayah Flores.

Penanganan darurat hingga kini masih membutuhkan distribusi logistik, pelayanan kesehatan, serta dukungan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Baca Juga :  Rumah Warga di Kauman Ponorogo Meledak, Satu Tewas dan Korban Luka Dirawat di RS

BNPB juga terus memperkuat pengiriman bantuan ke daerah terdampak.

Bahkan, hingga 22 Agustus, BNPB mencatat distribusi bantuan dari Pos Pendukung Logistik Nasional telah mencapai 954 ton sejak 15 Agustus.

Pengiriman dilakukan melalui berbagai jalur untuk menjangkau wilayah yang menghadapi kendala geografis.

Dedikasi yang Patut Menjadi Pelajaran

Kisah Ahmad Zaki menjadi pengingat bahwa kerja kemanusiaan membutuhkan keberanian sekaligus kesiapan fisik.

Relawan berada di lapangan dalam kondisi yang tidak selalu mudah, terlebih ketika harus menempuh perjalanan jauh menuju wilayah terdampak bencana.

Karena itu, kesehatan dan keselamatan relawan harus menjadi bagian penting dalam setiap operasi kemanusiaan.

Istirahat yang cukup, pemeriksaan kondisi tubuh, pembagian beban kerja, serta koordinasi dengan tim medis perlu diperhatikan agar misi membantu korban tidak justru menimbulkan korban baru.

Kepergian Zaki menjadi duka. Namun, dedikasinya menyampaikan pesan kuat: kemanusiaan tidak mengenal jarak.

Ia datang membawa bantuan untuk warga yang sedang berjuang bangkit. Kini, namanya menjadi bagian dari cerita perjuangan kemanusiaan di tengah bencana Flores. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapal Diduga Matikan AIS Selama 3 Hari, 1,16 Ton Ketamin Disita di Sumut
Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta
Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi
Subsidi Gas Diduga Diselewengkan, Bareskrim Bongkar Gudang LPG di Sidoarjo
Tubuh Penuh Luka Tusuk, Muhammad Imran Tewas di Parit Kebun Sawit
Belum Sebulan Menikah, Perempuan 18 Tahun di Takalar Kritis Diduga Ditikam Suami
Petaka Pasar Malam Lombok Utara, SPG 20 Tahun Tewas Terjatuh dari Kora-Kora
Perjalanan Keluarga di Magelang Berakhir Maut, Ayah Ibu dan Anak Tewas

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:06 WIB

Subsidi Gas Diduga Diselewengkan, Bareskrim Bongkar Gudang LPG di Sidoarjo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Tubuh Penuh Luka Tusuk, Muhammad Imran Tewas di Parit Kebun Sawit

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Belum Sebulan Menikah, Perempuan 18 Tahun di Takalar Kritis Diduga Ditikam Suami

Berita Terbaru

Attack Shark resmi merilis mouse gaming R5 Turbo dari bahan carbon fiber berbobot 43 gram dengan sensor PixArt 60.000 DPI dan polling rate 8.000 Hz. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Attack Shark Rilis Mouse Gaming Carbon Fiber R5 Turbo

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:58 WIB

Nintendo meluncurkan revisi Switch 2 di Eropa dengan baterai mudah lepas. Simak pembongkaran komponen layar LCD, motherboard, dan RAM. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Nintendo Rilis Switch 2 di Eropa dengan Baterai Mudah Lepas

Jumat, 23 Okt 2026 - 14:56 WIB

Square Enix mengonfirmasi Hard Mode pada Final Fantasy VII Revelation langsung terbuka sejak awal permainan dengan mekanisme baru. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Pengembang Final Fantasy VII Pastikan Hard Mode Terbuka

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:42 WIB