BNPB Ungkap Data Terbaru Gempa NTT: 91 Meninggal, 1.286 Luka

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas mengevakuasi warga terdampak gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur. (Posnews/BNPB)

Petugas mengevakuasi warga terdampak gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur. (Posnews/BNPB)

NTT, POSNEWS.CO.ID – Duka akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 91 orang meninggal dunia, naik empat korban dibandingkan data sebelumnya.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers, Minggu (23/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œJumlah korban meninggal sebanyak 91 jiwa atau bertambah empat jiwa dari hari sebelumnya,” kata Berton.

Manggarai Jadi Wilayah dengan Korban Terbanyak

BNPB mencatat korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten. Manggarai menjadi daerah dengan jumlah korban tertinggi, yakni 32 jiwa, disusul Manggarai Timur sebanyak 31 jiwa.

Berikut sebaran korban meninggal:

  • Manggarai: 32 jiwa
  • Manggarai Timur: 31 jiwa
  • Nagekeo: 14 jiwa
  • Sikka: 6 jiwa
  • Ngada: 5 jiwa
  • Ende: 2 jiwa
  • Manggarai Barat: 1 jiwa
Baca Juga :  Jakarta Bersalawat di Monas Sabtu Malam, Doa Bersama Maulid Nabi

Dari total tersebut, 40 korban merupakan laki-laki dan 48 perempuan. Sementara tiga korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Jika dilihat berdasarkan usia, korban meninggal terdiri atas 39 lansia, empat batita, satu balita, 12 anak dan remaja, serta 35 orang dewasa.

Bukan Hanya Korban Jiwa, 1.286 Orang Terluka

Bencana ini juga menyebabkan 1.286 orang mengalami luka-luka. Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, kemudian disusul Manggarai Barat.

BNPB mencatat 51 persen korban meninggal akibat dampak langsung gempa, terutama tertimpa material bangunan.

Sementara 49 persen lainnya meninggal akibat dampak tidak langsung bencana.

Data tersebut kembali mengingatkan bahwa risiko bencana tidak berhenti ketika tanah berhenti berguncang.

Bangunan yang rusak, akses kesehatan terbatas, hingga kondisi pengungsian dapat menjadi ancaman lanjutan bagi keselamatan warga.

Pengungsi Melonjak, Tembus 161.084 Orang

Kondisi pengungsian juga semakin berat. BNPB mencatat jumlah warga yang mengungsi kini mencapai 161.084 jiwa.

Tiga daerah menampung pengungsi terbanyak:

  • Manggarai: 46.519 jiwa
  • Nagekeo: 34.256 jiwa
  • Manggarai Timur: 31.372 jiwa
Baca Juga :  Semarang Dikepung Banjir, 38 Ribu Warga Terjebak dan Jalan Nasional Lumpuh Total

Lonjakan tersebut membuat kebutuhan terhadap makanan, air bersih, obat-obatan, layanan kesehatan, tempat tinggal sementara, serta perlindungan kelompok rentan semakin mendesak.

Bantuan Harus Bergerak Cepat

Besarnya jumlah korban dan pengungsi membutuhkan respons yang tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran.

Distribusi bantuan harus mampu menjangkau wilayah yang sulit diakses agar tidak ada penyintas yang merasa ditinggalkan.

Karena itu, pemerintah, relawan, tenaga medis, serta masyarakat perlu terus memperkuat koordinasi di lapangan.

Setiap bantuan memiliki arti penting bagi warga yang sedang berjuang melewati masa paling sulit setelah bencana.

Gempa M7,7 NTT bukan sekadar statistik. Di balik 91 korban meninggal dan 161 ribu lebih pengungsi, ada keluarga yang kehilangan orang tercinta, rumah, mata pencaharian, dan rasa aman.

Kini, tugas bersama bukan hanya menyelamatkan korban, tetapi juga memastikan para penyintas mampu kembali berdiri dan menata kehidupan mereka. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla
Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi
Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas
Kampus Bukan Pasar: KPK Bongkar Dugaan Transaksi Rp650 Juta di Unsoed
Terios Diduga Rusak Usai Servis, Pemilik Minta Bengkel Resmi Daihatsu Bertanggung Jawab
Modus Narkoba Makin Licin! BNN Dorong Vape Dilarang Total di Indonesia
Rektor Unsoed Diciduk KPK, 14 Orang Diboyong Dugaan Korupsi Mahasiswa Baru
Alarm Laut Indonesia! 601 Operasi SAR, 239 Orang Meninggal

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:39 WIB

BNPB Ungkap Data Terbaru Gempa NTT: 91 Meninggal, 1.286 Luka

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:18 WIB

Kampus Bukan Pasar: KPK Bongkar Dugaan Transaksi Rp650 Juta di Unsoed

Berita Terbaru

Serangan drone Rusia menewaskan 15 orang di pusat perbelanjaan Kryvyi Rih, kampung halaman Zelenskyy, yang berjanji memberikan respons tegas. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Drone Rusia Hantam Pusat Perbelanjaan Ukraina

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:10 WIB

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni. (Posnews/Bareskrim)

HUKRIM

Karhutla Menggila, Polri Tetapkan 72 Tersangka di 9 Polda

Minggu, 23 Agu 2026 - 19:58 WIB

Petugas mengevakuasi warga terdampak gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur. (Posnews/BNPB)

NASIONAL

BNPB Ungkap Data Terbaru Gempa NTT: 91 Meninggal, 1.286 Luka

Minggu, 23 Agu 2026 - 19:39 WIB

Amerika Serikat memberlakukan tarif 50 persen atas produk Kanada senilai $20 miliar, memicu balasan langsung dari Ottawa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Berlakukan Tarif 50% ke Kanada, Ottawa Langsung Balas

Minggu, 23 Agu 2026 - 19:00 WIB

Tabrakan maut di jalan raya A66, Inggris timur laut, menewaskan tujuh orang termasuk dua petugas polisi setelah aksi kejar-kejaran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tabrakan Maut di Inggris Utara Tewaskan Tujuh Orang

Minggu, 23 Agu 2026 - 18:30 WIB