POSNEWS.CO.ID, TOKYO — Pemerintah Jepang memperluas penggunaan tanah hasil dekontaminasi bencana nuklir Fukushima Daiichi ke luar wilayah Tokyo. Kementerian Lingkungan Hidup Jepang berencana memanfaatkan tanah tersebut di kantor cabang pemerintah pusat di Prefektur Miyagi dan Saitama. Oleh karena itu, langkah ini menjadi tahap awal perluasan program daur ulang limbah ke berbagai daerah.
Sebelumnya, pemerintah telah memanfaatkan tanah dekontaminasi di 12 titik lokasi di kota Tokyo. Lokasi tersebut mencakup area kantor Perdana Menteri dan kawasan perkantoran pemerintah di Kasumigaseki. Sementara itu, penggunaan di Kota Sendai dan Kota Saitama menjadi proyek daur ulang pertama di luar ibu kota.
Pemerintah menargetkan dapat mendaur ulang sekitar 75 persen tanah berkadar radiasi rendah untuk proyek publik. Hingga akhir Juli, fasilitas penyimpanan sementara di Fukushima menampung sekitar 14,46 juta meter kubik tanah dan limbah. Berdasarkan undang-undang, seluruh limbah tersebut wajib dipindahkan dari Prefektur Fukushima sebelum Maret 2045.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Sendai Kazuko Kori menyatakan dukungannya terhadap rencana penggunaan tanah untuk penanaman vegetasi tersebut. Di sisi lain, Gubernur Saitama Motohiro Ono mendesak pemerintah untuk menyajikan hasil pengujian radiasi secara terbuka kepada warga. Oleh sebab itu, transparansi informasi menjadi kunci utama dalam meraih kepercayaan publik di daerah.
Menteri Lingkungan Hidup Hirotaka Ishihara menegaskan komitmennya untuk mengedukasi masyarakat mengenai keamanan tanah tersebut. Pihaknya berencana memulai proses pemilihan lokasi pembuangan akhir pada kurun 2030 hingga 2035. Dengan demikian, perluasan penggunaan tanah dekontaminasi ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana Fukushima.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














