Hercules Terekam di Lokasi Demo, GRIB Jaya Bongkar Duduk Perkara

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hercules Rosario Marshal berada di lokasi pascademonstrasi yang viral di media sosial. (Posnews/Ist)

Hercules Rosario Marshal berada di lokasi pascademonstrasi yang viral di media sosial. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Video Ketua Umum GRIB Jaya Hercules Rosario Marshal berada di lokasi pascademonstrasi pada Kamis (27/8/2026) viral di media sosial.

Rekaman itu kemudian memunculkan beragam tafsir soal dugaan keterlibatannya dalam kerusuhan.

DPP GRIB Jaya langsung memberikan klarifikasi. Organisasi tersebut membantah Hercules datang untuk memprovokasi massa atau terlibat bentrokan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwakilan Divisi Hukum DPP GRIB Jaya, Wilson Colling, mengatakan kehadiran Hercules bertujuan memantau situasi dan mendorong kondisi tetap aman.

GRIB Jaya Tegaskan Tak Ada Instruksi Demo

Wilson menyebut DPP GRIB Jaya tidak pernah memerintahkan anggotanya mengikuti demonstrasi maupun melakukan kegiatan yang berkaitan dengan aksi tersebut.

Baca Juga :  Police Goes to School di Bekasi, Polres Metro Didatangi 300 Siswa untuk Cegah Kenakalan Remaja

Menurutnya, instruksi itu sudah disampaikan kepada anggota melalui saluran internal organisasi.

Karena itu, ia meminta publik tidak langsung menyamakan kehadiran individu dengan keterlibatan organisasi.

Terlebih, kesimpulan mengenai dugaan tindak pidana harus berdasarkan fakta dan bukti yang sah.

Seruan Pulang Justru Diklaim Redam Situasi

Dalam video yang beredar, Hercules terlihat menyerukan agar massa pulang.

GRIB Jaya menilai ucapan tersebut harus dilihat berdasarkan konteks lengkap. Waktu, lokasi, situasi, serta tujuan pernyataan menjadi bagian penting dalam memahami sebuah rekaman.

Menurut Wilson, seruan pulang dapat dimaknai sebagai ajakan kepada massa untuk meninggalkan lokasi secara tertib guna mencegah gesekan.

Dengan demikian, potongan video tidak cukup untuk membuktikan seseorang terlibat dalam kerusuhan.

Satu Video Tidak Otomatis Jadi Bukti Pidana

Wilson mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menjadikan video viral sebagai dasar untuk menjatuhkan tuduhan.

Ia menilai penyelidikan harus melihat kronologi, rekaman utuh, saksi, alat bukti lain, serta tindakan konkret orang yang bersangkutan.

Baca Juga :  Tim Jaguar Bongkar Aksi Curanmor di GDC, Motor Diduga Hasil Curian dari Cileungsi

β€œVideo adalah bagian dari informasi yang harus diverifikasi, bukan vonis,” kata Wilson.

Prinsip tersebut penting dalam era media sosial. Rekaman singkat bisa menyebar dalam hitungan menit, tetapi memahami konteksnya membutuhkan pemeriksaan yang lebih menyeluruh.

Hak Demo Harus Dihormati, Kekerasan Tetap Ditolak

GRIB Jaya menegaskan hak masyarakat menyampaikan aspirasi harus dihormati. Namun, kekerasan, vandalisme, perusakan fasilitas umum, dan tindakan anarkis tidak dapat dibenarkan.

Wilson mengajak masyarakat membedakan tiga hal: hak menyampaikan aspirasi, imbauan menjaga ketertiban, dan tindakan kriminal.

Di sisi lain, jika ditemukan dugaan tindak pidana, aparat penegak hukum tetap memiliki kewenangan melakukan penyelidikan dan penyidikan sesuai aturan.

Pesan pentingnya, masyarakat perlu kritis tetapi tetap adil. Jangan biarkan potongan video berubah menjadi vonis sebelum fakta dan proses hukum berbicara. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Suyudi Gencarkan Operasi Narkoba Nasional, Ratusan Orang Diamankan
Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, Prabowo Siapkan 200 Titik Bor Air
KPK Telusuri Dana Non-Budgeter Rp200 Miliar dari Pengadaan Iklan Bank BJB
Calon Mitra MBG Waspada, Ada Modus Penipuan Berkedok Percepatan Dapur SPPG
63.789 Pekerja Laporkan Kena PHK hingga September 2026, Ini Provinsi Tertinggi
Mengenal Brigjen Aries Syahbudin, Rekam Jejaknya di Korlantas Polri
Mutasi Polri Oktober 2026, Kakorlantas dan Sejumlah Kapolda Berganti
Kapolda Metro Buka Pintu Kritik, Kini Publik Menunggu Ketegasan Kasus Firli Bahuri

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Kapolri Suyudi Gencarkan Operasi Narkoba Nasional, Ratusan Orang Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, Prabowo Siapkan 200 Titik Bor Air

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:16 WIB

KPK Telusuri Dana Non-Budgeter Rp200 Miliar dari Pengadaan Iklan Bank BJB

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Calon Mitra MBG Waspada, Ada Modus Penipuan Berkedok Percepatan Dapur SPPG

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:55 WIB

63.789 Pekerja Laporkan Kena PHK hingga September 2026, Ini Provinsi Tertinggi

Berita Terbaru

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengkritik serangan berkelanjutan Rusia ke fasilitas energi Ukraina meskipun Donald Trump mengklaim adanya gencatan senjata. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:44 WIB

Kelompok Houthi mengancam akan menyerang kepentingan AS jika Presiden Donald Trump memutuskan bergabung dengan koalisi militer Arab Saudi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Okt 2026 - 17:49 WIB