Sosok Irjen Eko Hadi Santoso, Rekam Jejak dan Kiprah Bongkar Kasus Besar

Selasa, 1 September 2026 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Irjen Eko Hadi Santoso pada saat menyampaikan pengungkapan kasus narkoba kepada wartawan. (Posnews/Ist)

Irjen Eko Hadi Santoso pada saat menyampaikan pengungkapan kasus narkoba kepada wartawan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Nama Irjen Pol Eko Hadi Santoso semakin dikenal publik setelah sederet pengungkapan kasus narkoba besar di bawah Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Perjalanan kariernya tidak dibangun dalam semalam. Sebelum dipercaya memimpin pemberantasan narkoba di tingkat Mabes Polri, Eko dikenal sebagai perwira reserse yang memiliki pengalaman dalam penanganan tindak pidana terorisme.

Kini, kariernya kembali menanjak. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026, Eko mendapat kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) dan menempati jabatan Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat I Bareskrim Polri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, namanya tetap lekat dengan jabatan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri yang diembannya sejak April 2025.

Lulusan Akpol 1999

Eko Hadi merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara angkatan ke-4 tahun 1996. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian dan menjadi bagian dari lulusan Akpol 1999.

Setelah menjadi perwira Polri, Eko menjalani berbagai penugasan strategis.

Pengalaman tersebut membentuk karakter Eko sebagai perwira yang terbiasa bekerja di lapangan sekaligus menangani perkara dengan tingkat kerumitan tinggi.

Pada 2018, Eko dipercaya menjadi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok dengan pangkat AKBP.

Selanjutnya, pada Agustus 2020, ia menjabat Kabag Monitoring dan Evaluasi Robinopsnal Bareskrim Polri. Posisi tersebut membuatnya berkutat dengan pengawasan dan evaluasi operasional penyidikan.

Kariernya kemudian semakin meningkat. Pada 2022, Eko menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi dan bertugas sebagai Pengembang Teknologi Informasi Kepolisian Utama Tingkat II Divisi TIK Polri.

Dari Antiteror ke Perang Melawan Narkoba

Penunjukan Eko sebagai Dirtipidnarkoba pada April 2025 cukup menarik perhatian.

Sebab, rekam jejaknya selama ini lebih dikenal dalam bidang reserse dan pengungkapan tindak pidana terorisme.

Kapolri kemudian mempercayakannya menghadapi tantangan berbeda: membongkar jaringan narkotika dari hulu hingga hilir.

Saat pertama ditunjuk, Eko menyampaikan pesan sederhana tetapi tegas kepada wartawan.

Ia menekankan pentingnya integritas dan penegakan hukum yang lebih masif sembari meminta dukungan serta kerja sama para wartawan.

Baca Juga :  Polda Banten Siap Tindak Pengibar Bendera One Piece saat HUT RI ke-80

Sikap tersebut memperlihatkan gaya komunikasi yang tidak berjarak dengan media. Dalam berbagai pengungkapan perkara, Eko juga kerap menjadi sumber informasi langsung mengenai perkembangan penyidikan.

Bongkar Sindikat Narkoba Jelang DWP

Salah satu pengungkapan menonjol terjadi menjelang Djakarta Warehouse Project (DWP) 2025.

Dittipidnarkoba Bareskrim mengungkap enam sindikat peredaran narkoba yang diduga beroperasi menjelang gelaran DWP 2025. Polisi mengamankan 17 tersangka dalam perkara tersebut.

Eko saat itu menjelaskan pola transaksi yang digunakan jaringan, mulai dari sistem tempel, cash on delivery (COD), hingga transaksi melalui perbankan.

Kasus tersebut menunjukkan bahwa jaringan narkoba tidak lagi bekerja secara sederhana. Mereka memanfaatkan teknologi, sistem pembayaran, hingga pola distribusi yang semakin rapi.

Bongkar Pabrik Vape Etomidate di Jakarta

Pada Agustus 2026, Eko kembali menjadi sorotan setelah Bareskrim membongkar produksi vape yang diduga mengandung etomidate di sebuah kamar kos kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Pengungkapan bermula dari informasi masyarakat. Polisi kemudian menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam produksi tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian karena modus peredaran narkotika terus berkembang.

Zat yang berbahaya tidak hanya beredar dalam bentuk konvensional, tetapi juga menyusup melalui produk yang tampak seperti vape.

Kasus 1,3 Ton Ketamin

Tidak kalah besar, Bareskrim juga menangani perkara penyelundupan sekitar 1,3 ton ketamin di Kepulauan Riau.

Sebanyak delapan anak buah kapal (ABK) MV King Sun dibawa ke Jakarta untuk menjalani penyidikan lanjutan oleh Dittipidnarkoba Bareskrim.

Eko menyampaikan langsung perkembangan penanganan perkara tersebut kepada wartawan.

Kasus itu memperlihatkan bahwa jalur laut masih menjadi salah satu pintu yang dimanfaatkan jaringan internasional untuk memasukkan narkotika ke Indonesia.

Bongkar Jaringan Narkoba Planet Batam

Pada Agustus 2026, nama Eko kembali mencuat dalam pengungkapan jaringan narkoba di kawasan tempat hiburan malam Planet Batam.

Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan 32 orang yang berstatus tersangka dan saksi.

Pendalaman kemudian mengarah kepada Basri Lewaimang yang diduga berperan sebagai pengelola sekaligus bandar narkoba. Polisi kemudian menetapkan Basri sebagai DPO.

Penyidik juga menetapkan Yuwanky sebagai tersangka sekaligus DPO dalam pengembangan perkara tersebut. Eko menyebut penyidik turut menelusuri aset yang diduga berkaitan dengan jaringan narkotika.

Baca Juga :  Pesan Prabowo di HUT ke-81 TNI: Jangan Jauh dari Rakyat, Utamakan Prestasi!

Perkara Planet Batam menjadi salah satu pengungkapan besar karena penyidik tidak berhenti pada pengguna atau pengedar lapangan.

Polisi bergerak membongkar struktur jaringan dan menelusuri pihak yang diduga berada di balik distribusi narkotika.

Tangani Kasus Internal Polisi

Eko juga memimpin penanganan perkara narkotika yang menyeret anggota Polri.

Salah satunya kasus mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro. Dalam pengembangan perkara tersebut, Bareskrim mengungkap dugaan jaringan narkoba yang berkaitan dengan mantan pejabat kepolisian tersebut.

Langkah tersebut menjadi pesan bahwa pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada masyarakat sipil. Aparat yang diduga terlibat pun harus menghadapi proses hukum.

Komunikasi dengan Wartawan

Di tengah karakter pekerjaan yang keras, Eko menunjukkan gaya komunikasi yang relatif terbuka kepada media.

Ketika ditunjuk sebagai Dirtipidnarkoba, ia secara terbuka meminta doa dan kerja sama wartawan untuk mendorong penegakan hukum.

Sikap itu penting karena kerja kepolisian dan pers memiliki irisan yang kuat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Wartawan membutuhkan informasi yang akurat, sedangkan kepolisian membutuhkan ruang komunikasi publik yang bertanggung jawab.

Karena itu, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Jenderal Bintang Dua dengan Tantangan Baru

Kenaikan pangkat menjadi Irjen Pol menjadi babak baru perjalanan Eko Hadi Santoso.

Mutasi terbaru menempatkannya sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat I Bareskrim Polri. Telegram tersebut tidak menjelaskan alasan khusus di balik perubahan jabatan tersebut.

Karena itu, mutasi tersebut tidak tepat jika langsung dikaitkan dengan satu kasus tertentu. Perjalanan Eko memperlihatkan bahwa seorang perwira tidak hanya dituntut mengejar target pengungkapan.

Lebih dari itu, ia harus mampu menjaga integritas, membangun komunikasi, dan memastikan proses hukum berjalan profesional.

Dari pengalaman menangani terorisme, teknologi informasi, hingga jaringan narkoba, Eko kini memasuki fase baru sebagai jenderal bintang dua.

Bagi masyarakat, tantangannya jelas: membuat hukum semakin tajam terhadap bandar dan jaringan besar, tetapi tetap profesional, transparan, dan menghormati hak setiap orang.

Sebab, perang melawan narkoba bukan sekadar mengejar tersangka. Di balik setiap jaringan yang dibongkar, ada keluarga yang diselamatkan, anak muda yang dilindungi, dan masa depan generasi yang dipertaruhkan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dana Bencana Rp148 Miliar Jadi Perkara KPK, Uang – Emas Rp5,47 Miliar Disita
MBG Prasmanan Diuji Coba, Siswa Bisa Tambah Makan – BGN Bidik 5.000 Dapur
Kopdes Merah Putih Bakal Jual Obat, Pemerintah Bidik hingga 10 Ribu Gerai
Nusron Wahid Dua Kali Tak Hadiri Panggilan KPK, Penyidik Kaji Jemput Paksa
OTT Bupati Klaten Seret Kepala BPK Jateng, KPK Sita Uang Rp1,9 Miliar di Ember
Enam Orang Terjebak Api di Bromo, 4 Meninggal dan 2 Luka Bakar Serius
KPK OTT Bupati Klaten, ASN dan Pihak Swasta Ikut Diamankan
Prabowo Lantik Maruli dan Tandyo, Ini Jabatan Baru Dua Jenderal TNI

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:48 WIB

MBG Prasmanan Diuji Coba, Siswa Bisa Tambah Makan – BGN Bidik 5.000 Dapur

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Kopdes Merah Putih Bakal Jual Obat, Pemerintah Bidik hingga 10 Ribu Gerai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Nusron Wahid Dua Kali Tak Hadiri Panggilan KPK, Penyidik Kaji Jemput Paksa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:58 WIB

OTT Bupati Klaten Seret Kepala BPK Jateng, KPK Sita Uang Rp1,9 Miliar di Ember

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:54 WIB

Enam Orang Terjebak Api di Bromo, 4 Meninggal dan 2 Luka Bakar Serius

Berita Terbaru

Konser UNDERTALE: The Determination Symphony sukses digelar di Jakarta pada 11 Oktober 2026. Pertunjukan ini menghadirkan 25 musisi dan visual game. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Konser Orkestra UNDERTALE The Determination Symphony

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:00 WIB

Microsoft merilis Xbox Nano Controller seharga US$49,99. Perangkat ini berbobot 99 gram, dibekali Bluetooth, dan siap meluncur November 2026. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Microsoft Meluncurkan Xbox Nano Controller Mungil

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:00 WIB

NVIDIA resmi merilis update DLSS 5 Oktober 2026. Pembaruan ini menghemat konsumsi VRAM 20% dan mempercepat pemrosesan hingga dua kali lipat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

NVIDIA Meluncurkan Pembaharuan DLSS 5, Pangkas VRAM

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:00 WIB

Razer resmi meluncurkan 3 headset gaming edisi khusus Pokemon edisi Charizard, Lucario, dan Sylveon untuk merayakan ulang tahun ke-30. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Razer Merilis Tiga Headset Spesial Ulang Tahun Ke-30 Pokemon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:37 WIB