Kesepakatan Minyak Venezuela-AS Picu Perdebatan

Sabtu, 5 September 2026 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kesepakatan minyak Venezuela-AS beri AS kendali seperlima cadangan minyak Venezuela, picu perdebatan soal kedaulatan sumber daya. Dok: Istimewa.

Kesepakatan minyak Venezuela-AS beri AS kendali seperlima cadangan minyak Venezuela, picu perdebatan soal kedaulatan sumber daya. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, CARACAS — Presiden Delcy Rodríguez menyetujui kesepakatan yang memberikan Amerika Serikat kendali atas sekitar seperlima cadangan minyak Venezuela pekan lalu. Cadangan ini merupakan yang terbesar di dunia.

Banyak warga Venezuela memandang kesepakatan ini sebagai bentuk penyerahan kedaulatan. Sejumlah pihak bahkan menilai penguasaan minyak Venezuela menjadi tujuan utama sejak AS menangkap mantan Presiden Nicolás Maduro awal tahun ini.

“Ini bukan sekadar mengkhawatirkan, ini memalukan,” ujar arsitek Caracas, Lisandro Castro. Ia menyebut warga Venezuela merasakan kekhawatiran kolektif yang nyata atas situasi ini.

Selama lebih dari 100 tahun, identitas warga Venezuela terbentuk dari keyakinan bahwa minyak adalah milik rakyat. Namun, harga minyak yang jatuh pada 1980-an dan krisis ekonomi berkepanjangan sejak era Maduro justru memperburuk kondisi negara ini.

Meski pasar kini tercukupi stok barang, inflasi tinggi membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Pekerja sektor publik rata-rata hanya menerima gaji sekitar $160 per bulan.

Berdasarkan kesepakatan ini, AS membentuk usaha patungan dengan North American Blue Energy Partners. RodrĂ­guez memberikan hak 100 tahun atas 17 ladang minyak dengan cadangan terbukti 65 miliar barel.

Baca Juga :  Rumput Langka Inggris Kembali dari Kepunahan Berkat Dedikasi Philip Smith

Menteri Energi AS Chris Wright menegaskan misi Trump di Venezuela bertujuan membawa perdamaian dan kemakmuran. Sementara itu, RodrĂ­guez membela kesepakatan ini dan menyatakan ingin menjadikan Venezuela sebagai kekuatan energi besar.

Meski demikian, warga Cabimas tetap skeptis atas manfaat kesepakatan ini. “Di satu sisi, kita merasa salah satu cadangan minyak terbesar telah diserahkan,” ujar pekerja minyak Erwin Ayala.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia
Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX
Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan
Rusia Bebaskan Guru Asal AS Stephen Hubbard
Macron Kecam Narasi Pemimpin Asing Atas Kerusuhan Prancis
Tahun Kedua Kepemimpinan Takaichi Hadapi Tantangan Internal
Serangan Rudal Balistik Houthi Menewaskan Puluhan Prajurit
Donald Trump Manfaatkan Kerusuhan Prancis Demi Senat

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Rusia Bebaskan Guru Asal AS Stephen Hubbard

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Macron Kecam Narasi Pemimpin Asing Atas Kerusuhan Prancis

Berita Terbaru

Intelijen AS mengungkap kampanye disinformasi Rusia berbasis AI yang menyasar kandidat Partai Demokrat menjelang pemilu sela AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:17 WIB

IQUNIX meluncurkan keyboard gaming EV63 EDG Edition dengan switch magnetik Hall Effect, polling rate 8.000 Hz, dan Rapid Trigger 0,01 mm. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

IQUNIX Luncurkan Keyboard Gaming EV63 EDG Edition

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:01 WIB

Pemerintah Jepang mematikan sementara situs web kementerian dan bisnis utama akibat kerentanan bahasa PHP yang terdeteksi AI. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

PHP Memaksa Penutupan Darurat Layanan Web Jepang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 04:23 WIB