JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 kembali membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan menemukan dan mengevakuasi korban dari dalam bangkai kapal yang tenggelam di perairan Laut Jawa, Kamis (24/9/2026).
Hingga pukul 15.00 WIB, Basarnas mencatat 150 korban telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 108 orang selamat dan 42 orang meninggal dunia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, berdasarkan manifes kapal yang mencatat 243 orang, masih ada 93 korban yang belum ditemukan.
Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii mengatakan tim SAR terus memaksimalkan pencarian, terutama melalui penyelaman ke dalam badan kapal.
“Hari ini alhamdulillah, kita sudah bisa mengevakuasi 150 korban. Di mana dari 150 korban ini, 108 selamat, kemudian 42 dalam kondisi meninggal dunia. Sehingga kalau kita mengacu kepada manifes, masih ada 93 orang dalam pencarian,” kata Syafii seusai rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis.
Penyelam Masuk ke Bangkai Kapal
Pencarian kali ini tidak mudah. Tim penyelam harus menghadapi kondisi bawah laut serta struktur kapal yang terbalik dan memiliki banyak ruangan.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI AL, dan unsur SAR lainnya berhasil mengevakuasi korban dari dalam badan kapal.
Laporan terbaru menyebut 14 korban meninggal ditemukan dari bangkai KM Virgo Transport 8 pada Kamis.
Setelah dievakuasi, korban dibawa ke KN SAR Pacitan. Selanjutnya, korban diterbangkan menuju Lanud Sjamsudin Noor menggunakan helikopter Basarnas dan unsur TNI AL untuk menjalani proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dari pencarian karena Basarnas menduga masih ada korban yang berada di dalam kapal.
93 Orang Masih Dalam Pencarian
Syafii mengatakan tim SAR belum berhenti mencari. Kondisi cuaca dan arus laut menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keamanan penyelaman.
“Mudah-mudahan kondisi cuaca, khususnya arus laut bagus, sehingga teman-teman penyelam dari Basarnas bisa melaksanakan pencarian dan evakuasi. Karena kami meyakini di dalam kapal masih banyak korban. Mohon doanya,” ujar Syafii.
Basarnas belum dapat memastikan posisi seluruh korban yang masih hilang.
Namun, karakteristik KM Virgo Transport 8 membuat kemungkinan korban masih berada di bagian dalam kapal cukup besar.
Kapal Panjang 119 Meter, Banyak Sekat
Syafii menjelaskan KM Virgo Transport 8 merupakan kapal penumpang dengan panjang sekitar 119 meter, lebar 21 meter, dan tinggi lebih dari 17 meter.
Ukuran tersebut membuat kapal memiliki banyak ruangan dan sekat. Karena itu, sebagian korban berpotensi masih berada di kamar atau ruang tertentu yang sulit dijangkau penyelam.
“Karakteristik kapal ini adalah kapal penumpang dengan panjang 119 meter, lebar 21 meter, dan tinggi lebih dari 17 meter. Struktur ruangan dan kamar-kamar di dalam kapal memungkinkan adanya korban yang masih terjebak di dalam sekat-sekat tertentu,” kata Syafii.
Kondisi itu sekaligus menjelaskan mengapa proses evakuasi membutuhkan waktu. Tim tidak hanya mencari dari permukaan, tetapi juga harus memasuki bagian-bagian kapal yang memiliki akses terbatas.
Pencarian Bergantung Kondisi Laut
Karena itu, keselamatan penyelam tetap menjadi perhatian utama. Arus laut yang kuat, jarak pandang terbatas, dan struktur bangkai kapal dapat meningkatkan risiko selama operasi.
Basarnas bersama seluruh unsur SAR terus memanfaatkan waktu dan kondisi laut yang memungkinkan untuk memperluas pencarian.
Data korban juga dapat berubah seiring berlangsungnya operasi. Setiap korban yang ditemukan harus dievakuasi, dibawa ke titik penanganan, kemudian menjalani proses identifikasi.
Di tengah situasi tersebut, keluarga korban masih menunggu kabar. Sementara tim SAR terus bekerja di laut untuk memastikan setiap korban yang masih berada di lokasi dapat ditemukan dan dievakuasi.
Operasi pencarian KM Virgo Transport 8 masih berlangsung. Basarnas meminta dukungan doa agar kondisi cuaca dan arus laut mendukung penyelaman sehingga pencarian 93 korban yang masih hilang dapat terus dilakukan secara maksimal. **
Editor : Hadwan













