POSNEWS.CO.ID, TOKYO – Pemerintah Jepang menegaskan komitmen untuk terus mendukung Mahkamah Pidana Internasional (ICC) secara konsisten.
Jepang memegang keyakinan teguh bahwa penegakan hukum internasional memiliki peranan sangat penting.
Sekretaris Kabinet Minori Kihara menyampaikan keprihatinan mendalam atas sanksi Amerika Serikat terhadap lembaga tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Kihara menilai sanksi AS bertentangan dengan posisi resmi pemerintah Jepang.
Bahkan, Perdana Menteri Sanae Takaichi telah menyampaikan pandangan serupa tak lama setelah Washington meluncurkan sanksi.
Namun, Tokyo memilih tidak menyampaikan kritik secara terbuka kepada sekutu utamanya tersebut.
Langkah ini mencerminkan upaya diplomasi yang sangat hati-hati demi menjaga hubungan bilateral.
Oleh karena itu, Jepang tetap menempatkan supremasi hukum sebagai pilar utama komunitas internasional.
Komunikasi Diplomatik dan Latar Belakang Sanksi
Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi telah menyampaikan sikap Jepang kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Selanjutnya, kedua pejabat sepakat untuk terus menjalin komunikasi intensif mengenai isu krusial ini.
Di sisi lain, Amerika Serikat berupaya membongkar ICC yang mereka tuduh sebagai lembaga ilegal.
Sebab, komite Nobel menyerahkan Penghargaan Perdamaian Nobel kepada mantan hakim ICC Navanethem Pillay.
Sebelumnya, AS juga menjatuhkan sanksi kepada Presiden ICC Tomoko Akane dan pengacara senior Abdoulaye Seye.
Maka dari itu, Biro Majelis Negara-Negara Pihak ICC mendesak pencabutan sanksi sepihak secara mendesak.
Mereka menganggap penggunaan tindakan koersif tersebut sebagai langkah yang sangat mengecewakan.
Akhirnya, biro meminta komunitas internasional tetap berdiri teguh membela independensi mahkamah tersebut.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













