POSNEWS.CO.ID, RIYADH – Koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi yang disokong Iran saling melancarkan serangan udara balasan pada hari Minggu. Eskalasi pertempuran hebat ini mengganggu stabilitas hidup warga ibu kota Riyadh serta kawasan Yaman.
Pengelola gedung pencakar langit ikonik Kingdom Centre di Riyadh mewajibkan seluruh karyawan kantor bekerja secara jarak jauh. Kebijakan darurat tersebut menyusul peringatan keamanan atas dua pencegahan drone tempur Houthi di sekitar ibu kota.
Membedah Dampak Penutupan Bandara Dan Kerugian Militer Kedua Belah Pihak
Pemerintah Arab Saudi memperpanjang pembelajaran daring untuk sekolah di kawasan Riyadh serta menutup sementara Bandara Internasional King Khalid. Langkah ini menyusul serangan fatal pekan lalu yang menewaskan sedikitnya 13 orang di area bandara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, helikopter militer koalisi jatuh di kawasan Najran dekat perbatasan Yaman hingga menewaskan dua pilot. Pihak Houthi mengklaim berhasil menembak jatuh helikopter Apache tersebut, sedangkan koalisi menyalahkan gangguan teknis mesin. Sebaliknya, serangan udara koalisi di Saada Yaman menewaskan sembilan orang dan melukai 16 warga.
Mengulas Dukungan Militer Mesir Serta Bantuan Diplomatik Internasional
Parlemen Mesir menggelar sidang darurat untuk membahas permohonan Presiden Abdel Fattah al-Sisi terkait opsi pengiriman bantuan militer. Presiden Sisi menegaskan kesiapan penuh Mesir untuk melindungi kedaulatan wilayah Arab Saudi dari ancaman Houthi.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Iran Mehrdad Akhlaghi mengancam bakal menimbulkan kerusakan besar bagi Amerika Serikat dan sekutunya. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot meluncur ke Riyadh menjelang kunjungan resmi Presiden Emmanuel Macron.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












