Polri Gelar Apel Kesiapan MotoGP Mandalika 2025 di Lombok Tengah

Rabu, 1 Oktober 2025 - 21:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brigjen Pol Suhendri pimpin Apel Kesiapan MotoGP Mandalika di Polres Lombok Tengah. Dok: Polri

Brigjen Pol Suhendri pimpin Apel Kesiapan MotoGP Mandalika di Polres Lombok Tengah. Dok: Polri

LOMBOK, POSNEWS.CO.ID – Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol Suhendri, memimpin Apel Pengecekan Alat Material Khusus (Almatsus) Satpamobvit Polres Lombok Tengah, Rabu (1/10/2025).

Apel di Mako Polres Lombok Tengah ini menegaskan komitmen Polri mempercepat reformasi kultural sekaligus memastikan kesiapan pengamanan MotoGP Mandalika.

Dalam arahannya, Brigjen Suhendri menekankan pentingnya perubahan mendasar pasca-kerusuhan yang sempat menyasar markas Polri di sejumlah daerah.

Ia mengingatkan, evaluasi harus jadi pelajaran untuk membuang kultur arogan dan militeristik.

Baca Juga :  Polri Perketat Pengawasan Narkoba Jelang Nataru 2026, Sasar Tempat Hiburan dan Objek Wisata

“Polri sudah banyak berubah. Yang ditunggu masyarakat adalah perubahan kultural agar benar-benar sipil. Mari kita ubah kultur kita agar pelayanan lebih baik dan masyarakat puas,” tegas Suhendri.

Ia juga mengingatkan, warga yang datang ke kantor polisi selalu dalam kondisi sulit. Karena itu, personel wajib memberi pelayanan terbaik, bukan mempersulit.

Selain reformasi kultural, apel juga fokus pada pengamanan event internasional. Suhendri yakin Polres Lombok Tengah sudah siap menjaga jalannya MotoGP Mandalika.

Ia menambahkan, sektor pariwisata juga wajib dijaga. Tujuannya agar wisatawan merasa aman, puas, dan terdorong berinvestasi demi mendongkrak ekonomi Lombok Tengah.

Kegiatan ditutup dengan pengecekan perlengkapan Almatsus. Semua dipastikan siap mendukung tugas operasional dan pengamanan.

Hadir dalam apel, Kasubdit Pam Wisata KBP Noerwiyanto, Kasi Pam Wiswan AKBP Reza Morandy Tarigan, Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto, pejabat utama Polres Lombok Tengah, serta personel Satpamobvit dan Samapta. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit
Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:40 WIB

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Berita Terbaru

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB