JAKARTA, POSNEWS.CO.ID —Publik mengenal Kenny Deo dengan in-game name “Xepher”. Ia adalah salah satu figur paling fenomenal dalam sejarah esports Indonesia. Ia berhasil mencatatkan namanya di dua disiplin game MOBA terbesar. Ia menjadi pemain legendaris di panggung dunia Dota 2. Kini, ia menjadi pelatih jenius yang mengarsiteki kebangkitan tim Mobile Legends.
Ini adalah perjalanan kariernya. Kita akan menelusuri jalannya dari pekikan ikonik “Mama, aku di TI!” hingga menjadi otak di balik lolosnya Alter Ego ke M7 World Championship.
“Mama, aku di TI!”
Karier profesional Xepher dimulai pada tahun 2014 di scene Dota 2. Ia mengawali perjalanannya dengan tim-tim lokal seperti nxl> dan Rex Regum Qeon (RRQ). Bakatnya yang menonjol kemudian membawanya berpetualang ke berbagai tim internasional. Ia tercatat bergabung dengan TNC Tigers, Geek Fam, BOOM Esports, dan Leviatan.
Puncak kariernya sebagai pemain terjadi saat ia bergabung dengan tim raksasa Korea, T1. Bersama T1, Xepher berhasil memecahkan mimpi banyak pemain Indonesia. Ia lolos dan bertanding di The International (TI) 2021. Ini adalah kejuaraan dunia Dota 2 paling bergengsi.
Momennya di TI tidak hanya menampilkan performa gemilang. Ia juga mencetuskan sebuah frasa ikonik. Saat wawancara di panggung utama, ia meneriakkan, “Mama, aku di TI!”. Kalimat sederhana itu langsung menjadi simbol pencapaian dan kebanggaan. Frasa ini menginspirasi ribuan “anak warnet” di seluruh Indonesia.
Transisi Mengejutkan ke Balik Layar
Setelah karier panjang sebagai pemain Dota 2, Xepher tidak berhenti. Ia mengambil tantangan baru yang mengejutkan banyak pihak. Ia beralih ke game MOBA mobile, Mobile Legends: Bang Bang. Ia juga beralih peran dari pemain menjadi Pelatih.
Xepher resmi bergabung dengan Alter Ego Esports (AE) sebagai pelatih kepala. Banyak orang meragukan transisi ini. Namun, Xepher siap membuktikan pemahaman strategi dan mentalitas juaranya. Ia ingin menunjukkan bahwa kemampuannya itu universal dan tidak terbatas pada satu game saja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Arsitek Kebangkitan Alter Ego
Sebagai pelatih, Xepher langsung menunjukkan dampaknya. Ia menjadi sosok penting di balik kebangkitan Alter Ego di MPL ID Season 16.
Meski banyak pihak meragukannya di awal musim, Xepher meracik strategi dan drafting cerdas. Racikan ini membawa Alter Ego tampil beringas di babak playoff. Ia berhasil menyatukan sinergi tim yang beranggotakan Hijumee, Arfy, Yazuke, Nino, dan Alek. Ia sukses membungkam semua keraguan.
Di bawah kepemimpinannya, Alter Ego berhasil:
- Menembus Grand Final MPL ID Season 16, meski akhirnya harus mengakui keunggulan ONIC Esports.
- Mengamankan tiket ke M7 World Championship. Ini adalah pencapaian bersejarah yang mengembalikan Alter Ego ke panggung dunia setelah beberapa musim absen.
Masa depannya setelah M7 mungkin masih “abu-abu”. Meski begitu, Xepher telah berkomitmen untuk memimpin Alter Ego di panggung dunia tersebut. Ia membuktikan metamorfosisnya dari pemain elite menjadi arsitek strategi elite.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
















