Bahaya Tersembunyi Hubungan Parasosial dengan Idola

Selasa, 4 November 2025 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Merasa

Ilustrasi, Merasa "kenal dekat" dengan idola K-Pop atau streamer? Anda mungkin terjebak Hubungan Parasosial, sebuah ilusi kedekatan satu arah yang berbahaya. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Pernahkah Anda merasa ikut sedih saat streamer game favorit Anda sedang liburan dan tidak live? Atau merasa kesal dan marah saat anggota idol group idola Anda dikabarkan punya pacar?

Jika Anda merasa “kenal dekat” dengan figur publik yang bahkan tidak tahu Anda ada, Anda tidak sendirian. Anda sedang mengalami fenomena psikologis yang semakin umum di era digital: Hubungan Parasosial.

Hubungan Ilusi Satu Arah

Hubungan Parasosial adalah sebuah hubungan psikologis yang bersifat satu arah. Ini terjadi ketika seorang penggemar menginvestasikan waktu, energi, dan emosi yang sangat besar terhadap seorang figur publik (idola K-Pop, streamer, YouTuber, atau aktor).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masalahnya? Sang idola, sebagai objek dari emosi tersebut, sama sekali tidak tahu bahwa penggemar spesifik itu ada. Ini adalah ilusi kedekatan; sang penggemar merasa memiliki koneksi personal, sementara sang idola hanya memproyeksikan persona publiknya ke ribuan orang.

Baca Juga :  China dan Eropa Desak Jalur Diplomasi Akhiri Krisis Selat Hormuz

Desain Media yang Manipulatif

Fenomena ini tidak terjadi secara kebetulan; platform media modern sengaja merancangnya. Pengembang sengaja membuat fitur-fitur interaktif untuk mengaburkan batas antara interaksi nyata dan ilusi.

Saat seorang streamer di TikTok Live atau Twitch menyapa username Anda secara langsung (“Terima kasih donasinya, Budi!”), otak Anda melepaskan dopamin. Anda merasa bahwa streamer itu melihat dan mengakui Anda secara personal. Sesi Q&A di Instagram Stories, update “kegiatan sehari-hari”, dan sapaan langsung ke kamera, semuanya adalah mekanisme yang developer rancang untuk menciptakan dan memperkuat ilusi “interaksi” dan “kedekatan personal” ini.

Saat Ilusi Menggantikan Realitas

Meskipun mengagumi idola adalah hal yang wajar, hubungan parasosial bisa menjadi berbahaya ketika sudah melewati batas.

Pertama, ilusi ini bisa menggantikan hubungan di dunia nyata. Seseorang mungkin merasa lebih nyaman “berinteraksi” dengan streamer-nya daripada bergaul dengan teman sungguhan, karena hubungan parasosial terasa lebih aman dan terkendali.

Baca Juga :  Quarter-Life Crisis: Mengapa Usia 25 Terasa Seperti Jalan Buntu?

Kedua, ini membuka celah eksploitasi finansial. Rasa “dekat” ini akan lebih mudah mendorong penggemar untuk memberi donasi berlebihan, gifting mahal, atau membeli merchandise apa pun, dengan harapan mendapat pengakuan lebih dari sang idola.

Terakhir, bahaya terbesarnya adalah kekecewaan ekstrem. Ketika realitas tidak sesuai ekspektasi—misalnya sang idola tersandung skandal, menunjukkan sifat asli yang berbeda, atau mengumumkan pernikahan—penggemar bisa merasakan patah hati yang nyata, depresi, atau kemarahan yang destruktif karena ilusi yang mereka pegang hancur.

Antara Kagum dan Terjerat

Pada akhirnya, hubungan parasosial adalah spektrum. Mengagumi karya seseorang dan mendapat inspirasi adalah hal yang sehat. Namun, ketika kekaguman itu berubah menjadi perasaan memiliki dan ekspektasi emosional satu arah, ia telah menjadi ilusi yang tidak sehat.

Batasnya tipis: di mana kita berhenti mengagumi karya seseorang, dan mulai masuk dalam ilusi hubungan dengan persona yang mereka ciptakan?

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kaki Diborgol dan Dirantai, 3 Pemuda di Senen Diduga Disekap Selama Tiga Pekan
Jakarta Bangun Akses Bawah Tanah ke MRT, Hotel-Hotel Ikonik Terintegrasi
Pohon Tumbang Timpa Dua Mobil, Sudin Tamhut Jakarta Utara Sisir Pohon Berisiko
Teriak Minta Tolong, Pemuda Luka Bacok di Bekasi Diduga Jadi Korban Begal
Air Laut Menghitam di Tarumajaya, Nelayan Terpaksa Jadi Buruh dan Pemulung
Mengapa Kasus YTR Belum Disebut Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan
Cuaca Jabodetabek 28 Juni 2026: Bogor dan Depok Berpotensi Hujan, Jakarta Berawan
54 Tim Ramaikan Turnamen Mobile Legends Hari Bhayangkara ke-80 di Jakarta Utara

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:00 WIB

Kaki Diborgol dan Dirantai, 3 Pemuda di Senen Diduga Disekap Selama Tiga Pekan

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:30 WIB

Jakarta Bangun Akses Bawah Tanah ke MRT, Hotel-Hotel Ikonik Terintegrasi

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:17 WIB

Pohon Tumbang Timpa Dua Mobil, Sudin Tamhut Jakarta Utara Sisir Pohon Berisiko

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:24 WIB

Teriak Minta Tolong, Pemuda Luka Bacok di Bekasi Diduga Jadi Korban Begal

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:15 WIB

Air Laut Menghitam di Tarumajaya, Nelayan Terpaksa Jadi Buruh dan Pemulung

Berita Terbaru