Rusia Tantang Rencana Gaza AS di PBB, Putin Langsung Telepon Netanyahu

Minggu, 16 November 2025 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Presiden Rusia Vladimir Putin menelepon PM Israel Benjamin Netanyahu, Sabtu (15/11). Panggilan ini terjadi hanya dua hari setelah Rusia mengajukan draf resolusi tandingan di PBB untuk menantang rencana perdamaian Gaza versi AS. Dok: Anadolu Ajansi.

Ilustrasi, Presiden Rusia Vladimir Putin menelepon PM Israel Benjamin Netanyahu, Sabtu (15/11). Panggilan ini terjadi hanya dua hari setelah Rusia mengajukan draf resolusi tandingan di PBB untuk menantang rencana perdamaian Gaza versi AS. Dok: Anadolu Ajansi.

MOSKOW, POSNEWS.CO.ID –Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan pembicaraan via telepon pada Sabtu (15/11/2025) malam. Meskipun Israel menyebut panggilan itu sebagai bagian dari “serangkaian pembicaraan regional,” namun waktu panggilan ini sangat krusial.

Panggilan ini terjadi hanya dua hari setelah Rusia secara resmi menantang rencana perdamaian Gaza yang Amerika Serikat (AS) ajukan di Dewan Keamanan PBB.

Perang Proposal: AS vs Rusia di PBB

Saat ini, Washington dan Moskow sedang terlibat dalam pertarungan diplomatik sengit mengenai masa depan Gaza pasca-gencatan senjata.

  1. Proposal AS (Trump): Di satu sisi, proposal Gedung Putih (bagian dari rencana 20 poin Donald Trump) menginginkan pembentukan “pasukan stabilisasi internasional” di Gaza. Pasukan ini akan memiliki kemerdekaan luas dari PBB. Lebih penting lagi, rencana ini memberi Israel wewenang untuk tetap mengontrol perimeter keamanan di sekitar Gaza tanpa batas waktu yang jelas.
  2. Proposal Tandingan Rusia: Di sisi lain, Rusia menolak keras ide tersebut. Pada Kamis (13/11), Moskow mengajukan draf resolusi tandingan. Proposal Rusia menuntut agar pasukan stabilisasi internasional harus berada di bawah otoritas langsung PBB. Selain itu, Rusia menentang segala “perubahan demografis atau teritorial” di Gaza dan kembali mendesak implementasi solusi dua negara (two-state solution).
Baca Juga :  BNN Ungkap Lonjakan 1.400 Jenis Narkotika Baru di Sidang CND Wina - Waspada Narkotika Sintetis

Isi Pembicaraan Putin dan Netanyahu

Di tengah pertarungan PBB inilah, Putin mengambil inisiatif menelepon Netanyahu.

Menurut pernyataan Kremlin, kedua pemimpin “bertukar pandangan secara detail” mengenai implementasi gencatan senjata Gaza. Mereka juga membahas isu sensitif lainnya, termasuk program nuklir Iran dan upaya untuk menstabilkan Suriah—dua isu di mana Rusia memegang pengaruh besar.

Kantor PM Israel (PMO) mengonfirmasi panggilan telepon tersebut. Mereka menyebut ini adalah panggilan terbaru dalam “serangkaian percakapan terkini” mengenai isu-isu regional, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Apa yang Akan Terjadi?

Panggilan Putin ke Netanyahu bukanlah basa-basi. Ini adalah langkah geopolitik yang diperhitungkan secara cermat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara realistis, apa yang kemungkinan besar akan terjadi adalah:

  1. Kebuntuan (Stalemate) di PBB: Hampir pasti akan terjadi deadlock di Dewan Keamanan PBB. Amerika Serikat akan menggunakan hak veto untuk memblokir draf resolusi Rusia. Sebaliknya, Rusia (dan kemungkinan besar China) akan mem-veto proposal AS. Akibatnya, tidak akan ada mandat PBB yang jelas untuk pasukan internasional mana pun.
  2. Israel Bermain di Dua Kaki: Netanyahu sedang berada dalam posisi terjepit. Di satu sisi, ia sangat membutuhkan dukungan AS (Trump). Namun di sisi lain, ia tidak bisa memusuhi Putin secara terbuka. Israel membutuhkan “lampu hijau” diam-diam dari Rusia untuk beroperasi di langit Suriah guna menyerang target-target pro-Iran.
  3. Putin Mengulur Waktu dan Menantang AS: Tujuan panggilan ini adalah strategi Rusia untuk memastikan bahwa rencana AS tidak berjalan mulus. Dengan berbicara langsung kepada Netanyahu, Putin menunjukkan bahwa ada kekuatan besar lain di kawasan itu. Ia mengingatkan Israel bahwa mereka memiliki kepentingan di Suriah dan Iran yang hanya bisa Rusia kelola.
  4. Ramalan Akhir: Maka, jangan berharap ada terobosan besar dalam waktu dekat. Panggilan ini kemungkinan besar adalah upaya Rusia untuk memperlambat momentum AS dan memaksa Israel agar tidak terlalu condong pada rencana Trump, sambil menunggu konsesi diplomatik di Suriah atau Iran.
Baca Juga :  Retorika vs Realita: Membedah Dualisme Pesan Washington dalam Perang Iran

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik
Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih
Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut
KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
Trump Tegaskan Tak Butuh Bantuan China Akhiri Perang Iran
ART di Bekasi Curi Emas Majikan 50 Gram, Uangnya Diduga untuk ‘Pengganda Uang Gaib’
Mendag Pastikan Harga Sembako Stabil, MinyaKita di Jawa-Sumatra Sesuai HET Rp15.700 per Liter

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:20 WIB

Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:08 WIB

KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:51 WIB

BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus

Berita Terbaru

Guncangan otoritas kesehatan. Kepala FDA Marty Makary mengundurkan diri setelah setahun menjabat, meninggalkan lembaga tersebut dalam ketidakpastian di tengah perselisihan mengenai kebijakan rokok elektrik dan tinjauan obat-obatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

Para senator Republik menuntut rincian lebih dalam atas usulan anggaran $1 miliar dari Secret Service, termasuk dana $220 juta guna mengamankan ruang dansa baru Presiden Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB