178 Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo Saat Semeru Meletus, Evakuasi Dimulai Hari Ini

Kamis, 20 November 2025 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pendaki bertahan di kawasan Ranu Kumbolo menunggu evakuasi setelah erupsi Gunung Semeru. (Dok: Wisata Gunung Indonesia)

Pendaki bertahan di kawasan Ranu Kumbolo menunggu evakuasi setelah erupsi Gunung Semeru. (Dok: Wisata Gunung Indonesia)

LUMAJANG, POSNEWS.CO.ID – Antisipasi dampak Gunung Semeru meletus terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur kepada masyarakat di area tersebut.

Sebanyak 178 pendaki Gunung Semeru dilaporkan terjebak di kawasan Ranu Kumbolo saat erupsi menerjang gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seluruh pendaki dijadwalkan dievakuasi hari ini, Kamis (20/11/2025). BPBD Jawa Timur memastikan seluruh pendaki selamat karena berada di sisi utara Semeru, jauh dari zona bukaan kawah yang menjadi jalur luncuran material panas.

Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyatakan para pendaki sudah bertahan di Ranu Kumbolo sejak kemarin.

Mereka dalam kondisi baik. Pagi ini kami bantu proses penurunan,” tegas Gatot.

Rincian 178 Pendaki Terjebak

  • 137 pendaki
  • 15 porter
  • 7 anggota PPGST
  • 6 tim Kemenparekraf
  • 2 saver
  • 1 petugas lapangan
Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Mengganas, 278 Keluarga Terdampak, Rumah Rusak dan Warga Krisis Air

Status Semeru Level II, Warga Diminta Jauhi Zona Berbahaya

Pemerintah masih menetapkan Gunung Semeru pada Level II (Waspada). Karena itu, warga dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 8 km, serta menjauhi radius 2,5 km dari kawah.

Potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar masih tinggi, terutama pada jalur:

  • Besuk Kobokan
  • Besuk Bang
  • Besuk Kembar
  • Besuk Sat

Sementara itu, 765 warga memilih mengungsi ke delapan titik aman di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo. Mereka terdiri dari kelompok dewasa, anak-anak, balita, lansia, ibu hamil hingga bayi.

Petugas gabungan masih melakukan pendataan lanjutan terkait kemungkinan adanya korban luka maupun korban jiwa.

Baca Juga :  Update Tragedi KKN UIN: 5 Korban Tewas, Tim SAR Sisir Sungai, Polres Kendal Beri Trauma Healing

Material Lava Panas Jadi Tontonan Warga, Petugas Beri Peringatan Keras

Erupsi Semeru juga memunculkan tumpukan lava panas di jalur aliran lahar Sungai Leprak, tepat di bawah Jembatan Besuk Kobokan. Bukannya menjauhi bahaya, puluhan warga justru berbondong-bondong menonton material panas itu.

Material lava memenuhi hampir seluruh jalur aliran lahar. Bau belerang menyengat hingga jarak puluhan meter. Namun, warga tetap nekat mendekat demi melihat dampak letusan.

Petugas yang berjaga terus memberikan imbauan keras agar warga tidak masuk terlalu dekat karena lava masih sangat panas, labil, dan berpotensi longsor.

Jembatan Besuk Kobokan yang sempat ditutup kini sudah dibuka kembali, tetapi pengendara diimbau ekstra hati-hati karena kondisi jalur masih licin dan dipenuhi debu vulkanik. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Detik-detik Karyawati Toko Dikejar dan Dipukul, Dua OTK Diburu Polisi
Sopir Lajuran Aris Sanda Tewas, Jenazah Dibawa Pulang ke Tanah Toraja
Duka Kehilangan Suami, Sinta Bilolo Dievakuasi TNI dari Mbua ke Wamena
Berkedok Bantuan Modal, Wanita Ini Diduga Sasar Lansia di Cileungsi
Mulut Disumpal Kain, Wanita 22 Tahun Tewas di Kebun Roraya, Polisi Tangkap J
Aris Sanda Ditemukan Tewas, Mobilnya Terbakar di Jalur Wamena-Mbua
Sopir Aris Sanda Disandera, Dipaksa Dukung Papua Merdeka lalu Ditembak
Usai Santap Hidangan Tahlilan, Puluhan Warga Muntah dan Diare, 1 Tewas

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 07:29 WIB

Detik-detik Karyawati Toko Dikejar dan Dipukul, Dua OTK Diburu Polisi

Jumat, 18 September 2026 - 06:12 WIB

Sopir Lajuran Aris Sanda Tewas, Jenazah Dibawa Pulang ke Tanah Toraja

Jumat, 18 September 2026 - 05:43 WIB

Duka Kehilangan Suami, Sinta Bilolo Dievakuasi TNI dari Mbua ke Wamena

Kamis, 17 September 2026 - 19:21 WIB

Berkedok Bantuan Modal, Wanita Ini Diduga Sasar Lansia di Cileungsi

Kamis, 17 September 2026 - 08:14 WIB

Mulut Disumpal Kain, Wanita 22 Tahun Tewas di Kebun Roraya, Polisi Tangkap J

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB