Trump Optimis Deal Tercapai, Putin Siap Perang Sampai Akhir

Senin, 1 Desember 2025 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Volodymyr Zelenskyy mengecam kesepakatan diesel AS-Rusia di KTT Uni Eropa Brussel dan menyebut diplomasi Putin sekadar parodi perdamaian. Dok: Istimewa.

Volodymyr Zelenskyy mengecam kesepakatan diesel AS-Rusia di KTT Uni Eropa Brussel dan menyebut diplomasi Putin sekadar parodi perdamaian. Dok: Istimewa.

MIAMI, POSNEWS.CO.ID – – Mata dunia tertuju pada Florida, Amerika Serikat. Delegasi tinggi AS dan Ukraina menggelar putaran baru negosiasi strategis pada Minggu (30/11/2025). Mereka berpacu dengan waktu untuk mematangkan kerangka kerja guna mengakhiri konflik Rusia-Ukraina.

Pertemuan yang berlangsung di dekat Miami ini mempertemukan tokoh-tokoh kunci. Kubu AS dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner. Sementara itu, Ukraina mengutus Sekretaris Dewan Keamanan Nasional, Rustem Umerov.

Kedua belah pihak menyebut pembicaraan tersebut “sangat produktif”. Namun, mereka mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang belum tuntas. Isu-isu krusial masih menggantung tanpa solusi pasti.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Optimisme Trump vs “Masalah Kecil”

Presiden Donald Trump menyebarkan aura positif dari atas pesawat Air Force One. “Ada peluang bagus kita bisa membuat kesepakatan,” ujarnya percaya diri.

Baca Juga :  Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia

Akan tetapi, Trump juga memberikan catatan kaki. Ia menyinggung adanya “beberapa masalah kecil yang sulit” yang dihadapi Ukraina. Sayangnya, ia tidak merinci lebih jauh apa masalah tersebut.

Umerov menyambut baik dukungan tuan rumah. Menurutnya, AS sangat suportif dalam membahas hal-hal yang penting bagi rakyat Ukraina.

Faktanya, pertemuan ini adalah tindak lanjut dari revisi proposal damai 28 poin yang sempat bocor. Dokumen awal menuai kritik karena terlalu menguntungkan Rusia. Lantas, draf tersebut mengalami perombakan total di Jenewa pekan lalu.

Putin: Perang Sampai Ukraina Terakhir

Di belahan dunia lain, Kremlin menunjukkan sikap yang jauh lebih dingin. Presiden Rusia Vladimir Putin justru memperkeras retorikanya. Ia menyatakan Moskow siap “secara prinsip” untuk bertempur hingga orang Ukraina terakhir.

Putin mengulangi tuntutan teritorialnya yang tidak bisa ditawar. “Jika pasukan Ukraina meninggalkan wilayah yang diduduki, maka aksi militer akan berhenti,” tegas Putin.

Baca Juga :  Bareskrim Kejar Jaringan Impor Sianida Ilegal, Diduga Berasal dari China dan Korea

Sebaliknya, jika Kyiv menolak mundur, Putin mengancam akan mencapainya dengan kekuatan senjata. Oleh karena itu, analis menilai Kremlin semakin skeptis untuk menerima persyaratan damai, terutama setelah AS melunakkan isi proposal demi mengakomodasi Ukraina.

Zelenskyy Terjepit Skandal Korupsi

Tekanan terhadap Kyiv tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam negeri. Pasalnya, pemerintahan Presiden Volodymyr Zelenskyy sedang menghadapi badai politik terbesar sejak perang dimulai.

Skandal korupsi besar-besaran terungkap dan menyeret sejumlah pejabat senior serta sekutu bisnis Zelenskyy. Akibatnya, posisi sang presiden melemah drastis secara politik.

Di saat bersamaan, pasukan Rusia terus merangsek maju di berbagai front pertempuran. Maka, Washington sengaja menekan Kyiv untuk segera menyepakati damai sebelum situasi lapangan semakin memburuk.

Diplomat menilai kondisi gencatan senjata cepat masih sulit terwujud. Jurang perbedaan mengenai wilayah, keanggotaan NATO, dan rekonstruksi pasca-perang masih menganga lebar antara kedua pihak yang bertikai.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX
Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan
Rusia Bebaskan Guru Asal AS Stephen Hubbard
Macron Kecam Narasi Pemimpin Asing Atas Kerusuhan Prancis
Tahun Kedua Kepemimpinan Takaichi Hadapi Tantangan Internal
Serangan Rudal Balistik Houthi Menewaskan Puluhan Prajurit
Donald Trump Manfaatkan Kerusuhan Prancis Demi Senat
Parlemen Australia Helen Haines Kehilangan Kaki Mobil

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Rusia Bebaskan Guru Asal AS Stephen Hubbard

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Macron Kecam Narasi Pemimpin Asing Atas Kerusuhan Prancis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:16 WIB

Tahun Kedua Kepemimpinan Takaichi Hadapi Tantangan Internal

Berita Terbaru

Attack Shark resmi merilis mouse gaming R5 Turbo dari bahan carbon fiber berbobot 43 gram dengan sensor PixArt 60.000 DPI dan polling rate 8.000 Hz. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Attack Shark Rilis Mouse Gaming Carbon Fiber R5 Turbo

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:58 WIB

Nintendo meluncurkan revisi Switch 2 di Eropa dengan baterai mudah lepas. Simak pembongkaran komponen layar LCD, motherboard, dan RAM. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Nintendo Rilis Switch 2 di Eropa dengan Baterai Mudah Lepas

Jumat, 23 Okt 2026 - 14:56 WIB