UNEA-7 Nairobi: Dunia Sepakati 11 Resolusi Penyelamatan Planet, Dari AI Hijau hingga Gletser

Sabtu, 13 Desember 2025 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PBB ambil langkah tegas di Nairobi! 11 resolusi baru diadopsi untuk lawan krisis iklim. Simak poin penting soal perlindungan karang, AI berkelanjutan, dan manajemen limbah. Dok: Istimewa.

PBB ambil langkah tegas di Nairobi! 11 resolusi baru diadopsi untuk lawan krisis iklim. Simak poin penting soal perlindungan karang, AI berkelanjutan, dan manajemen limbah. Dok: Istimewa.

NAIROBI – Komitmen global untuk menyelamatkan bumi kembali diperkuat di tanah Afrika. Sidang Majelis Lingkungan Hidup PBB ke-7 (UNEA-7) resmi berakhir di Nairobi, Kenya, pada Kamis (11/12/2025).

Ribuan delegasi pulang dengan membawa oleh-oleh berharga. Tercatat, negara-negara anggota berhasil mengadopsi serangkaian resolusi progresif. Tujuannya jelas, mereka ingin memajukan solusi nyata demi planet yang lebih tangguh.

Pertemuan ini mengusung tema besar “Memajukan solusi berkelanjutan untuk planet yang tangguh”. Hasilnya, majelis menyetujui 11 resolusi, tiga keputusan, dan satu deklarasi menteri.

Fokus utama mereka menyasar “tiga krisis planet” (triple planetary crisis) yang kini mencekik bumi. Krisis tersebut meliputi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi yang tak terkendali.

AI Hijau dan Perlindungan Gletser

Sekitar 6.000 delegasi dari pemerintah, organisasi internasional, hingga sektor swasta memadati ruang sidang. Mereka sepakat untuk meningkatkan aksi di berbagai sektor vital.

Resolusi yang diadopsi mencakup perlindungan terumbu karang yang kian memutih. Selain itu, manajemen mineral dan logam yang bertanggung jawab menjadi sorotan utama.

Baca Juga :  Prabowo Larang Titipan dan Suap di Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Seleksi Harus Bersih

Menariknya, isu teknologi modern juga masuk dalam agenda. PBB mendorong penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang berkelanjutan untuk memantau kondisi lingkungan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak ketinggalan, isu spesifik seperti perlindungan gletser, penanganan kebakaran hutan lintas negara, dan tata kelola limbah kimia juga mendapat porsi besar dalam kesepakatan tersebut.

Langkah Konkret Implementasi di Lapangan

Resolusi di atas kertas tentu tidak akan berarti tanpa aksi nyata. Berdasarkan hasil sidang, berikut adalah langkah-langkah implementasi yang bisa segera diterapkan oleh negara anggota:

  1. Integrasi AI untuk Deteksi Dini: Pemerintah dapat menggunakan teknologi AI untuk membangun sistem peringatan dini. Contohnya, memprediksi jalur kebakaran hutan atau mendeteksi ledakan alga berbahaya (algal blooms) di perairan sebelum merusak ekosistem ikan.
  2. Reformasi Tambang dan Limbah: Negara berkembang pemilik sumber daya mineral wajib memperketat regulasi. Mereka harus menerapkan standar “pertambangan hijau” dan ekonomi sirkular untuk logam, sehingga limbah tambang tidak lagi mencemari sungai.
  3. Zona Konservasi Karang: Negara kepulauan perlu segera memetakan ulang zona perlindungan laut. Lantas, mereka harus menegakkan hukum yang tegas untuk melindungi terumbu karang dari aktivitas destruktif seperti penangkapan ikan dengan bom.
  4. Kerja Sama Lintas Batas: Untuk isu kebakaran hutan, negara tetangga harus membuat protokol respons cepat bersama. Dengan begitu, bantuan pemadaman udara bisa masuk tanpa hambatan birokrasi saat bencana terjadi.
Baca Juga :  Kera Menuntut di Pengadilan? Perjuangan Radikal

Kepemimpinan Baru Menuju 2027

Sidang juga mengesahkan Deklarasi Menteri yang kuat. Dokumen ini menekankan prinsip keadilan dan inklusivitas dalam pengambilan keputusan lingkungan.

Selain itu, UNEA menyetujui strategi jangka menengah Program Lingkungan PBB (UNEP) untuk empat tahun ke depan.

Pada sesi penutupan, tongkat estafet kepemimpinan berpindah tangan. Matthew Samuda, Menteri Air, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Jamaika, terpilih sebagai Presiden UNEA-8.

Nantinya, Sidang UNEA-8 dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 10 Desember 2027. Dunia kini menanti apakah resolusi Nairobi ini akan benar-benar menjadi aksi nyata atau sekadar dokumen arsip PBB.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov
Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir
Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan
LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar
Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi
Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:43 WIB

6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:31 WIB

Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:33 WIB

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Berita Terbaru