Takaichi Ulurkan Tangan ke China: Cari Dialog Stabil di Tengah Badai Sengketa Taiwan

Kamis, 18 Desember 2025 - 05:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PM Sanae Takaichi membantah revisi UU Rumah Kekaisaran menghalangi suksesi perempuan, menegaskan tujuannya menjaga jumlah anggota. Dok: Istimewa.

PM Sanae Takaichi membantah revisi UU Rumah Kekaisaran menghalangi suksesi perempuan, menegaskan tujuannya menjaga jumlah anggota. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mencoba meredakan suhu panas diplomatik di Asia Timur. Ia menegaskan keinginan Jepang untuk membangun hubungan yang konstruktif dan stabil dengan China.

Pernyataan ini ia sampaikan dalam konferensi pers pasca-sidang parlemen luar biasa, Rabu (17/12/2025). Takaichi secara khusus menyebut China sebagai “tetangga penting”.

“Sikap saya untuk membangun hubungan yang konstruktif dan stabil tetap tidak berubah sejak saya menjabat,” tegas pemimpin wanita pertama Jepang tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Jepang akan selalu membuka pintu dialog selebar-lebarnya. Pasalnya, kedua negara memiliki banyak isu krusial yang harus mereka selesaikan bersama.

Bayang-bayang Sengketa Taiwan

Namun, niat baik ini muncul di tengah badai pembalasan. Hubungan bilateral memburuk drastis sejak Takaichi melontarkan komentar kontroversial pada 7 November lalu.

Baca Juga :  Pemprov DKI Salurkan Pemutihan Ijazah Tahap IV Rp7,69 Miliar untuk 1.897 Siswa

Kala itu, Takaichi menyarankan bahwa serangan terhadap Taiwan bisa menjadi ancaman eksistensial bagi Jepang. Akibatnya, Beijing meradang. China langsung mengeluarkan peringatan perjalanan dan menangguhkan impor makanan laut Jepang.

China memandang Taiwan sebagai provinsi pemberontak. Bahkan, mereka menganggap isu Taiwan sebagai urusan internal murni yang tidak boleh dicampuri pihak asing.

Tidak Ubah Sikap, Tapi Terus Jelaskan

Takaichi menyadari sensitivitas isu tersebut. Meskipun demikian, ia menolak mundur dari pernyataannya.

“Pernyataan saya mengenai situasi yang mengancam kelangsungan hidup tidak mengubah sikap pemerintah terdahulu,” jelasnya.

Justru, ia berjanji akan menjelaskan posisi Jepang ini kepada China dan komunitas internasional secara gigih (persistently). Pendekatan ini berbeda dengan pendahulunya yang cenderung menghindari diskusi skenario spesifik.

Baca Juga :  Bus Rombongan Haji Kloter JKS-1 dan SUB-2 Tabrakan di Arab Saudi, Ini Kondisi Korban

Situasi keamanan juga semakin rumit. Baru-baru ini, Kementerian Pertahanan Jepang melaporkan bahwa jet tempur China mengunci radar ke arah pesawat Jepang di Pasifik.

Kejar Pertemuan Trump dan Tolak Pemilu Dini

Di sisi lain, Takaichi juga menatap sekutu strategisnya. Ia berharap bisa menggelar pertemuan puncak tatap muka kedua dengan Presiden AS Donald Trump “secepat mungkin”. Selain itu, ia berkomitmen mempererat hubungan dengan Korea Selatan.

Terkait politik domestik, Takaichi menepis spekulasi pemilu dini. Ia mengaku “tidak punya waktu” untuk mempertimbangkan pembubaran majelis rendah dalam waktu dekat.

Padahal, jajak pendapat media menunjukkan kabinetnya memiliki tingkat persetujuan tinggi. Namun, ia memilih fokus mengelola urusan parlemen bersama mitra koalisinya, Partai Inovasi Jepang (JIP), demi menjaga stabilitas pemerintahan minoritasnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Kyodo

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati
Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali
Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan
Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Berita Terbaru