Bencana Sumatera Meluas, 1.068 Korban Tewas dan 190 Hilang – Pemerintah Percepat Pemulihan

Kamis, 18 Desember 2025 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR mengevakuasi mayat terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera pascabencana besar.
(Posnews/Ist)

Tim SAR mengevakuasi mayat terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera pascabencana besar. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru korban banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Pembaruan ini langsung menambah daftar korban jiwa menjadi 1.068 jiwa akibat rangkaian bencana besar di wilayah Sumatera.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut tim SAR menemukan tambahan sembilan korban meninggal dunia setelah operasi pencarian dan identifikasi terbaru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara rinci, korban tambahan tersebar di Aceh Utara tiga orang, Aceh Timur dua orang, Tapanuli Selatan satu orang, Langkat satu orang, Agam satu orang, serta Padang Pariaman satu orang.

Dengan penambahan tersebut, jumlah korban meninggal dunia melonjak dari 1.059 jiwa pada 17 Desember menjadi 1.068 jiwa per Kamis (18/12/2025).

Sementara itu, BNPB masih mencatat 190 warga dinyatakan hilang. Selain itu, jumlah pengungsi mencapai 537.185 jiwa dan tersebar di berbagai daerah terdampak bencana.

Muhari menambahkan, hingga kini sebanyak 27 kabupaten dan kota masih menetapkan status tanggap darurat bencana akibat dampak banjir dan longsor.

Baca Juga :  Jasad Danu Warta Saputra Ditemukan dalam Karung, Polisi Temukan Luka Sadis di Leher

Sejalan dengan arahan Presiden, pemerintah kini memasuki fase tanggap darurat kedua.

Tahap ini tidak hanya fokus pada pencarian korban, distribusi logistik, pembukaan akses jalan, serta pemulihan komunikasi dan energi, tetapi juga mulai menggenjot pemulihan dini atau early recovery.

BNPB menargetkan percepatan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak. Pemerintah akan membangun hunian sesuai usulan masing-masing pemerintah daerah di seluruh wilayah terdampak.

Kemensos Siapkan Jadup dan Bantuan Rp8 Juta per Keluarga

Di sisi lain, pemerintah memperkuat langkah pemulihan sosial melalui Kementerian Sosial.

Selain bantuan darurat, Kemensos menyiapkan jaminan hidup (jadup), bantuan perabot rumah tangga, hingga program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga terdampak bencana.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pemerintah menyalurkan bantuan Rp3 juta per keluarga untuk mengganti perabot rumah tangga yang rusak atau hilang akibat bencana.

Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar rumah tangga seperti peralatan dapur, kursi, dan meja agar korban bisa kembali menjalani aktivitas normal.

Baca Juga :  Update Tragedi Ponpes Al Khoziny, 9 Santri Tewas, 54 Masih Dicari

Selain itu, pemerintah juga membahas skema jadup sebesar Rp10.000 per orang per hari. Jika satu keluarga terdiri dari lima orang, maka bantuan jadup mencapai Rp50.000 per hari dan direncanakan diberikan selama tiga bulan.

Gus Ipul menegaskan, pemerintah masih mengkaji besaran akhir jadup dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta rekomendasi kementerian dan lembaga terkait.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan pemberdayaan ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga agar penyintas bencana bisa kembali produktif pascabencana.

Untuk korban jiwa, pemerintah menyalurkan santunan kematian Rp15 juta per orang serta santunan luka berat Rp5 juta per orang.

Sebagai langkah awal, Kemensos telah menyerahkan santunan kepada 31 ahli waris korban meninggal dunia di Aceh setelah proses verifikasi rampung. Penyerahan dilakukan di Kantor Dinas Sosial P3A Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (16/12/2025).

Gus Ipul menegaskan data penerima bantuan masih bersifat dinamis. Pemerintah bersama BNPB dan pemerintah daerah terus memperbarui data agar seluruh korban terdampak menerima bantuan secara tepat sasaran. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Kematian Sutrimo, Ekshumasi Cari Jejak Zat dari Buih di Mulut dan Hidung
Pengawasan WNA Diperketat, Ditjen Imigrasi Catat 10.911 Tindakan Keimigrasian
Pigai Kerahkan Seluruh Jajaran KemenHAM Hadapi Dampak El Nino dan Karhutla
Modus Kereta Api Kargo Terbongkar, 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tanjung Priok
Bayi Baru Lahir Kini Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital Lewat SatuSehat-SIAK
Viral Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, MUI: Lecehkan Kesucian Al-Quran
Gus Yaqut Jalani Sidang Perdana Dugaan Korupsi Kuota Haji di PN Jakarta Pusat
Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Dalami Aliran Uang ke Lisa Mariana

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Misteri Kematian Sutrimo, Ekshumasi Cari Jejak Zat dari Buih di Mulut dan Hidung

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Pengawasan WNA Diperketat, Ditjen Imigrasi Catat 10.911 Tindakan Keimigrasian

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Pigai Kerahkan Seluruh Jajaran KemenHAM Hadapi Dampak El Nino dan Karhutla

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:59 WIB

Modus Kereta Api Kargo Terbongkar, 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tanjung Priok

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Bayi Baru Lahir Kini Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital Lewat SatuSehat-SIAK

Berita Terbaru