Detik-Detik Penumpang Melahirkan di KRL Rangkasbitung-Tanah Abang

Kamis, 24 September 2026 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas membantu proses persalinan penumpang hamil di Commuter Line 1689 relasi Rangkasbitung-Tanah Abang di Stasiun Rawabuntu. (Posnews/Ist)

Petugas membantu proses persalinan penumpang hamil di Commuter Line 1689 relasi Rangkasbitung-Tanah Abang di Stasiun Rawabuntu. (Posnews/Ist)

TANGERANG SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Perjalanan Commuter Line nomor 1689 relasi Rangkasbitung-Tanah Abang mendadak berhenti sejenak di Stasiun Rawabuntu, Tangerang Selatan, Kamis (24/9/2026).

Bukan karena gangguan perjalanan, penghentian itu dilakukan karena seorang penumpang hamil besar mengalami kontraksi dan hendak melahirkan di dalam kereta.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.55 WIB. Penumpang itu sebelumnya duduk di bangku prioritas ketika tiba-tiba merasakan tanda-tanda persalinan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petugas pengamanan yang berada di dalam rangkaian kereta langsung bergerak. Mereka berkoordinasi dengan masinis dan petugas Stasiun Rawabuntu agar proses persalinan dapat berlangsung dengan aman.

KRL Berhenti, Petugas Bergerak Bantu Persalinan

Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan perjalanan Commuter Line 1689 dihentikan sementara di Stasiun Rawabuntu untuk membantu proses persalinan.

“Selama proses persalinan Commuter Line No.1689 perjalanannya diberhentikan sementara di Stasiun Rawabuntu,” kata Leza, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga :  KKB Tembaki Warga Sipil di Yahukimo, Dua Orang Terluka - Pelaku Diburu

Setelah kereta berhenti, petugas kesehatan Stasiun Rawabuntu ikut membantu proses persalinan.

Sejumlah pengguna kereta juga turut memberikan bantuan. Berkat koordinasi tersebut, bayi akhirnya lahir dengan selamat.

Momen itu sekaligus menunjukkan bahwa dalam situasi darurat, respons cepat dan kerja sama antara petugas serta pengguna transportasi publik dapat sangat membantu.

Ibu dan Bayi Langsung Dibawa ke Puskesmas

Setelah proses persalinan selesai, petugas tidak berhenti pada penanganan di dalam kereta.

Ibu dan bayi langsung dibawa ke Puskesmas Rawabuntu untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.

KAI Commuter memastikan petugas di dalam kereta maupun di stasiun siap membantu pengguna yang membutuhkan pertolongan.

Leza juga mengimbau penumpang agar tidak ragu menyampaikan kondisi darurat kepada petugas.

Dengan begitu, petugas dapat segera mengambil langkah sesuai kondisi yang dihadapi.

Penumpang Hamil Diminta Lebih Siaga

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi penumpang hamil, terutama yang sudah mendekati hari perkiraan lahir (HPL), agar lebih memperhatikan kondisi tubuh sebelum melakukan perjalanan.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Tahan Bripka Dedy, Kasus Pembeking Narkoba Gang Langgar Samarinda

KAI Commuter mengingatkan agar penumpang selalu mengutamakan kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan selama menggunakan Commuter Line.

“Selalu utamakan kesehatan, kenyamanan dan keselamatan saat menggunakan Commuter Line. Khusus bagi penumpang hamil, pastikan selalu memantau Hari Perkiraan Lahir (HPL), dan jika sudah mendekati hari persalinan agar siaga dan mengurangi aktivitas di area umum,” ujar Leza.

Namun, tanda persalinan dapat muncul di luar perkiraan. Karena itu, penumpang yang mulai merasakan kontraksi atau kondisi darurat sebaiknya segera memberi tahu petugas.

Petugas KAI Commuter dapat membantu menghubungkan penumpang dengan layanan kesehatan atau melakukan koordinasi dengan stasiun terdekat.

Perjalanan Commuter Line akhirnya menjadi saksi lahirnya seorang bayi di tengah aktivitas warga yang sedang menuju tujuan masing-masing.

Di tengah padatnya perjalanan KRL, kepedulian petugas dan sesama penumpang membuat momen tak terduga itu berakhir dengan kabar baik: ibu dan bayi selamat serta mendapat penanganan medis lanjutan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertemuan Prabowo dengan 10 Mantan Kapolri Jadi Sorotan, Apa Agendanya?
Nama Tito dan Idham Muncul dalam Isu Penangkapan, Begini Bantahan Bareskrim
Penyadapan Prabowo, 6 Saksi Diajukan Polri ke LPSK – Ini Perkembangannya
Kapolri Suyudi Sebut Polri Makin Solid, Purnawirawan Brimob Beri Dukungan
Bahlil Beri Waktu 3×24 Jam, Siap Somasi Penyebar Tuduhan
Minggu Pagi ARBI Turun ke Al-Azhar, Bawa Lima Tuntutan soal Gibran
BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem Sepekan, Sumatera Utara Status Awas
Istana Waspada, Kasus Penyadapan Prabowo Masuk Babak Baru

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 20:02 WIB

Pertemuan Prabowo dengan 10 Mantan Kapolri Jadi Sorotan, Apa Agendanya?

Minggu, 8 November 2026 - 11:35 WIB

Nama Tito dan Idham Muncul dalam Isu Penangkapan, Begini Bantahan Bareskrim

Minggu, 8 November 2026 - 11:24 WIB

Penyadapan Prabowo, 6 Saksi Diajukan Polri ke LPSK – Ini Perkembangannya

Sabtu, 7 November 2026 - 18:19 WIB

Kapolri Suyudi Sebut Polri Makin Solid, Purnawirawan Brimob Beri Dukungan

Sabtu, 7 November 2026 - 17:17 WIB

Bahlil Beri Waktu 3×24 Jam, Siap Somasi Penyebar Tuduhan

Berita Terbaru

Ai+ Smartphone percepat kenaikan harga ke 11 November 2026 akibat krisis memori. Simak penyebab dan dampaknya bagi harga ponsel. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Ai+ Percepat Penyesuaian ke 11 November

Minggu, 8 Nov 2026 - 21:27 WIB