Bank of Japan Bersiap Naikkan Suku Bunga Utama

Jumat, 18 September 2026 - 06:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bank of Japan bersiap menaikkan suku bunga acuan ke 1,25 persen untuk meredam inflasi energi dan menahan pelemahan nilai tukar yen. Dok: Istimewa.

Bank of Japan bersiap menaikkan suku bunga acuan ke 1,25 persen untuk meredam inflasi energi dan menahan pelemahan nilai tukar yen. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, TOKYO — Bank of Japan (BOJ) bersiap mengumumkan kenaikan suku bunga acuan pada Jumat. Langkah ini bertujuan mengatasi lonjakan inflasi serta menahan pelemahan nilai tukar yen.

Kenaikan Suku Bunga dan Tekanan Inflasi Energi

Anggota dewan BOJ memberi sinyal kenaikan suku bunga acuan sebesar $0,25$ poin persentase. Keputusan tersebut bakal mengerek suku bunga acuan Jepang mencapai angka $1,25$ persen.

Tingkat suku bunga ini menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu tiga dekade terakhir. Sebelumnya, BOJ telah menaikkan suku bunga acuan pada bulan Juni lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Federal Reserve AS telah menaikkan suku bunga acuan ke level $3,9$ persen. Sementara itu, Bank Sentral Eropa juga telah mengumumkan kenaikan suku bunga pekan lalu.

Krisis Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak global secara signifikan. Kondisi tersebut terus memberikan tekanan dorongan inflasi di pasar domestik Jepang.

Baca Juga :  Prancis Lolos Piala Dunia 2026: Bantai Ukraina 4-0, Mbappe Cetak Dua Gol

Selain itu, pelemahan yen mengerek biaya impor barang masuk ke Jepang. Oleh karena itu, pejabat bank sentral mengambil langkah percepatan pengetatan moneter.

Intervensi Pasar Mata Uang dan Peran Yen

Mata uang yen sempat merosot ke level terendah dalam empat dekade terakhir. Kondisi ini mendorong pemerintah Amerika Serikat dan Jepang melakukan intervensi pasar bersama.

Lebarnya selisih suku bunga membuat investor memindahkan dana ke aset Dolar AS. Menteri Keuangan AS memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan moneter Bank of Japan.

Mantan Kepala Mata Uang Jepang Takehiko Nakao menilai penyesuaian suku bunga sudah tepat. Ia menegaskan bahwa bank sentral perlu merespons inflasi secara cepat dan terukur.

Baca Juga :  Nicolas Zepeda Divonis Penjara Seumur Hidup atas Pembunuhan Mahasiswi Jepang

Sementara itu, analis Capital Economics memprediksi inflasi inti dapat menyentuh $2,5$ persen. Oleh sebab itu, BOJ berpotensi menaikkan suku bunga hingga $2,0$ persen pada 2027.

Kebijakan Fiskal Pemerintah dan Imbal Hasil Obligasi

Kebijakan fiskal Perdana Menteri Sanae Takaichi terus memicu perhatian para investor global. Pemerintah Jepang meluncurkan paket stimulus besar untuk belanja pertahanan dan pemotongan pajak.

Selain itu, pemerintah menyetujui pemangkasan pajak penjualan bahan makanan mulai April mendatang. Kebijakan ekspansif tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah jangka 10 tahun.

Imbal hasil obligasi Jepang melonjak menembus angka tiga persen pada hari Selasa. Pencapaian angka tersebut menjadi rekor tertinggi imbal hasil sejak tahun 1996. Dengan demikian, BOJ harus menyeimbangkan kebijakan moneter di tengah lonjakan utang negara.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Senator AS Mendesak Donald Trump Membatalkan Kesepakatan
Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak
Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional
Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda
Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia
Kelompok Houthi Menyerang Bandara Internasional Riyadh
Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia
Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Senator AS Mendesak Donald Trump Membatalkan Kesepakatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia

Berita Terbaru