POSNEWS.CO.ID, TOKYO — Bank of Japan (BOJ) bersiap mengumumkan kenaikan suku bunga acuan pada Jumat. Langkah ini bertujuan mengatasi lonjakan inflasi serta menahan pelemahan nilai tukar yen.
Kenaikan Suku Bunga dan Tekanan Inflasi Energi
Anggota dewan BOJ memberi sinyal kenaikan suku bunga acuan sebesar $0,25$ poin persentase. Keputusan tersebut bakal mengerek suku bunga acuan Jepang mencapai angka $1,25$ persen.
Tingkat suku bunga ini menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu tiga dekade terakhir. Sebelumnya, BOJ telah menaikkan suku bunga acuan pada bulan Juni lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Federal Reserve AS telah menaikkan suku bunga acuan ke level $3,9$ persen. Sementara itu, Bank Sentral Eropa juga telah mengumumkan kenaikan suku bunga pekan lalu.
Krisis Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak global secara signifikan. Kondisi tersebut terus memberikan tekanan dorongan inflasi di pasar domestik Jepang.
Selain itu, pelemahan yen mengerek biaya impor barang masuk ke Jepang. Oleh karena itu, pejabat bank sentral mengambil langkah percepatan pengetatan moneter.
Intervensi Pasar Mata Uang dan Peran Yen
Mata uang yen sempat merosot ke level terendah dalam empat dekade terakhir. Kondisi ini mendorong pemerintah Amerika Serikat dan Jepang melakukan intervensi pasar bersama.
Lebarnya selisih suku bunga membuat investor memindahkan dana ke aset Dolar AS. Menteri Keuangan AS memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan moneter Bank of Japan.
Mantan Kepala Mata Uang Jepang Takehiko Nakao menilai penyesuaian suku bunga sudah tepat. Ia menegaskan bahwa bank sentral perlu merespons inflasi secara cepat dan terukur.
Sementara itu, analis Capital Economics memprediksi inflasi inti dapat menyentuh $2,5$ persen. Oleh sebab itu, BOJ berpotensi menaikkan suku bunga hingga $2,0$ persen pada 2027.
Kebijakan Fiskal Pemerintah dan Imbal Hasil Obligasi
Kebijakan fiskal Perdana Menteri Sanae Takaichi terus memicu perhatian para investor global. Pemerintah Jepang meluncurkan paket stimulus besar untuk belanja pertahanan dan pemotongan pajak.
Selain itu, pemerintah menyetujui pemangkasan pajak penjualan bahan makanan mulai April mendatang. Kebijakan ekspansif tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah jangka 10 tahun.
Imbal hasil obligasi Jepang melonjak menembus angka tiga persen pada hari Selasa. Pencapaian angka tersebut menjadi rekor tertinggi imbal hasil sejak tahun 1996. Dengan demikian, BOJ harus menyeimbangkan kebijakan moneter di tengah lonjakan utang negara.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












